yah emang HUKUM ISLAM datengnya dari yg 'buat' MANUSIA, pastinya BENAR, COCOK 
utk manusia & SESUAI dg perkembangan JAMAN. 

Jadi..kalo ada manusia tdk mau menerima & menjalankan HUKUM yg datangnya dari 
Tuhannya, yah kemungkinan manusia itu tdk mau JADI MANUSIA lg, ga tau deh jd 
apa hehe..




________________________________
From: Sandy Dwiyono <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Wednesday, April 1, 2009 10:21:35 PM
Subject: [ppiindia] Hukum Islam Berkembang di AS


http://www.republika.co.id/berita/41141/Hukum_Islam_Berkembang_di_AS

*Hukum Islam Berkembang di AS

Hukum Islam Berkembang di ASDAYLIFE.COM
*
*WASHINGTON* --Seiring berkembangnya jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat
(AS), pengaruh dan penerapan hukum Islam atau syariat dalam kehidupan di
negeri Paman Sam juga meningkat.

"Hukum syariat adalah kewajiban seluruh umat Muslim,'' ungkap Abdullahi
an-Na'im, seorang guru besar hukum pada Emory University di Atlanta, seperti
diberitakan Fox News, Senin (30/3). Menurut dia, syariat yang dipegang teguh
umat Islam juga dimiliki umat agama lain. Pemeluk Yahudi memiliki Hukum
Talmudic dan Katholik memiliki Canon Law.

Menurut an-Na'im, hukum Islam merupakan aturan berperilaku dan bertindak
bagi seluruh kaum Muslim. An-Na'im menuturkan, penerapan hukum Islam yang
dilakukan setiap umat Muslim di AS dalam kehidupan sehari-hari bukanlah
ancaman bagi Amerika. Kekhawatiran itu sempat dilontarkan Frank Gaffney,
pendiri dan presiden Center for Security Policy--sebuah tangki pemikir di
Washington.

Gaffney sempat memprediksi AS akan menghadapi masalah yang seperti dihadapi
negara-negara Eropa. Kata dia, di Eropa nilai-nilai agama yang dianut Muslim
imigran kerapkali berbenturan dengan budaya asli yang sekuler. Namun,
kekhawatiran itu ditepis Prof an-Na'im. Menurut an-Na'im, hal seperti itu
tak akan terjadi di negeri adidaya.

"Sekulerisme masyarakat Amerika yang beragama terbukti lebih menerima peran
publik untuk beragama. Selain itu, terbukti pula Amerika lebih kondusif bagi
Muslim. Sebagai warga negara, umat Muslim merasa nyaman hidup dengan
nilai-nilai agama dan kewarganegaraannya dibandingkan negara-negara Eropa,''
papar an-Na'im.

Sebagai Muslim, kata dia, setiap umat Islam di AS perlu memegang teguh
syariat dalam kehidupan sehari-hari. ''Namun, sebagai warga negara, saya
adalah warga negara Amerika Serikat,'' kata an-Na'im menegaskan. ''Saya
berutang kesetiaan kepada Amerika dan konstitusi negara ini.'' Menurut dia,
menjalankan nilai-nila agama dalam perilaku diri tak bertentangan dengan
konstitusi dan kesetiaan terhadap Amerika.

Perlahan namun pasti, penerapan syariat mulai berkembang di negeri Paman
Sam. Pada 2006 lalu, sopir taksi Muslim telah mulai menolak penumpang yang
membawa minuman keras. Seperti, diberitakan Fox News, tahun lalu, Tyson
Foods, sebuah pabrik in Shelbyville, Tennessee, mengganti hari libur buruh
dengan libur Idul Fitri bagi pekerja Muslim yang kebanyakan adalah imigran
asal Somalia.

Tahun 2007, University of Michigan membangun tempat wudhu bagi para
mahasiswa Muslim.

Sacramento News juga melaporkan, dengan menerapkan hukum syariat, umat
Muslim di negara itu terhindar dari resesi ekonomi. Menurut Sacramento News,
Muslim AS tak menjadi korban krisis global karena menghindari segala bentuk
riba.

"Jika semua orang menerapkan syariat, tak akan ada resesi,'' tutur  Farouk
Fakira, seorang imigran asal Yaman yang menjadi moderator sebuah diskusi
keuangan Islam di Masjid Annur, Sacramento, akhir pekan lalu.

Fakira (57), seperti Muslim lokal lainnya menyewa sebuah rumah. Ia berupaya
untuk menghindari 'bunga' yang hukumnya haram. Menurut Imam Muhammed Abdul
Azeez, pemimpin Sacramento Area League of Associated Muslims (SALAM),
syariat telah diperkenalkan sejak 1.400 tahun lalu oleh Rasulullah SAW.

Sekitar 20 persen dari 50 ribu Muslim di Sacramento telah menerapkan ekonomi
syariah yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. hri

[Non-text portions of this message have been removed]


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke