Untuk menjaga wilayah NKRI yang demikian luas, Anggaran Pertahanan sudah semestinya dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya Rp.90 Trilyun/tahun.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------ http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/06/07/4374.html Minggu, 7 Juni 2009, 12:00:30 WIB Hadiri HUT ke-75 Ansor Presiden: Tidak Sejengkalpun Tanah Boleh Lepas dari NKRI *Presiden SBY bersama Saifullah Yusuf, Ketua Umum Pemuda Ansor, pada Peringatan Hari Lahir ke 75 Gerakan Pemuda Ansor, di TMII, Jakarta, hari Minggu (7/6) pagi. (foto: edytiawarman/presidensby.info) Jakarta: Hari Minggu (7/6) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri acara puncak Peringatan Hari Lahir ke 75 Gerakan Pemuda Ansor, di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Tema yang diangkat adalah Maju Satu Barisan Menuju Indonesia Bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Saifullah Yusuf dalam laporannya menerangkan, Ansor lahir dari ulama-ulama Nahdatul Ulama dan dipersembahkan untuk bangsa. " Oleh karena itu GP Ansor dituntut untuk berpikir terbuka, inklusif, dan berpikir isi. Di tengah-tenaah masyarakat, Ansor bukan menjadi bagian dari konflik tapi bagian dari solusi. Sejak dari awal GP Ansor dididik para Kiai untuk menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan apapun," jelas Saifullah. Sementara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Dr. K.H Said Aqil Siradj mengatakan, kehadiran Presiden SBY merupakan bukti bahwa SBY sangat peduli. "Kalau dengan GP Ansor saja peduli, apalagi dengan NU, karena NU adalah induknya Ansor. Itu bukan barang yang aneh dan ajaib, karena Presiden adalah keluarga besar dari Pesantren Tremas Pacitan. Pesantrennya Mbah Kiai Mahfud Tremas, guru Mbah Hasyim Ashari," ujar Said Aqil. Said Aqil memohon kepada Allah agar bangsa Indonesia diberi rahmat dan hidayah dalam kerja besar pada Pemilihan Presiden, bulan Juli mendatang. "Semoga aman, tentram, sukses dan diberi ridho oleh Allah. Yang menang nanti adalah yang mendapat ridho Allah," kata Said Aqil. Presiden SBY mengucapkan selamat atas peringatan hari lahir GP Ansor. "Semoga Ansor makin berjaya dan semakin berjaya di masa depan. Ansor tidak bisa dipisahkan dari NU. Peran NU dan Ansor dalam perjalanan bangsa sangat gemilang. Ansor dan NU menyandang berbagai predikat dan banyak jasa. Ansor dan NU telah terbukti sebagai pengawal Pancasila yang berketuhanan Yang Maha Esa. Ini kokoh dan mendasar," seru SBY. "Ansor dan NU bukan hanya bentengnya ulama, tapi benteng NKRI. Dalam sejarahnya, Ansor adalah pengawal kedaulatan NKRI. Mari kita pertahanankan NKRI, tidak sejengkalpun tanah boleh lepas dari NKRI," tegas SBY. "Ansor dan NU adalah pengawal pembangunan. Dari tahun ketahun telah menyumbangkan sesuatu bagi bangsa di bidang dakwah, pendidikan, pembangunan, dan ekonomi. Ansor dan NU juga berdiri didepan untuk benar-benar menjadikan Islam bagi rahmat semesta alam," tambahnya. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar. (osa) [Non-text portions of this message have been removed]

