http://www.antaranews.com/view/?i=1244190640&c=EKB&s=INF
Rupiah Capai Kisaran 9.000 Per Dolar
Jumat, 5 Juni 2009 15:30 WIB
Jakarta (ANTARA News) - Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Jumat
sore, menguat ke kisaran 9.000 per dolar AS, tepatnya pada 9.940/9.975 per
dolar AS.
Meningkatnya kepercayaan asing terhadap Indonesia, membuat rupiah naik 115 poin
dibanding posisi penutupan perdagangan Kamis 10.055/10.065 per dolar AS.
Ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh sebagaimana terjadi di beberapa negara Asia
lainnya, mendorong pelaku asing menempatkan dananya di pasar domestik, kata
Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib.
Rupiah, menurut Kostaman , diperkirakan bisa mencapai angka 9.000 per dolar
pada akhir pekan mendatang, apabila pemilihan presiden berlangsung aman dan
lancar 8 Juli mendatang.
"Kami optimistis kondisi pasar yang stabil dan aman akan memicu rupiah terus
menguat hingga jauh dibawah angka 10.000 per dolar," kata dia.
Investasi asing, menurut dia, semakin besar sehingga kebutuhan dolar bagi BUMN
yang harus membayar utang jatuh tempo dapat dipenuhi dan kondisi itu mendorong
rupiah kian kuat.
Alasan return yang besar memicu pelaku asing "bermain" di pasar Indonesia,
terlebih selisih bunga dolar dan rupiah cukup besar.
Berita positif yang juga menyokong pergerakan rupiah adalah komitmen Bank
Pembangunan Asia (ADB) yang sepakat memberikan pinjaman kepada Indonesia.
Menurut dia, masuknya modal asing ke Indonesia tersebut tidak membuka lapangan
pekerjaan karena bukan untuk diinvestasikan dalam sektor riil seperti membangun
pabrik, namun hanya membeli surat-surat berharga saja.
Terkait hal itu, pemerintah perlu mengontrol masuknya dana asing.
(*)
[Non-text portions of this message have been removed]