http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/05/21144130/prenatal..yoga.tingkatkan.komunikasi.hati.dengan.janin
Prenatal Yoga Tingkatkan Komunikasi Hati dengan Janin
Jumat, 5 Juni 2009 | 21:14 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
KOMPAS.com — Di kondisi tengah hamil muda, tidak mudah bagi Debbie Santi (29),
seorang dokter gigi, untuk menyeimbangkan diri antara karier, kesehatan dirinya
maupun calon bayinya. Salah-salah menempatkan pilihan, bisa-bisa kepentingan
lainnya terancam.
Untuk menyeimbangkan pilihan ini, ia pun meluangkan waktu mengikuti kegiatan
prenatal yoga-program yoga yang dikhususkan wanita hamil. Yoga Leaf yang berada
di Jalan Terusan Jakarta No.181, Bandung, adalah salah satu sanggar yoga yang
membuka program yang dimodifikasi khusus untuk kesehatan tubuh, pikiran, dan
jiwa ibu hamil ini.
Dengan berlatih yoga ini (prenatal), peredaran darah di tubuh rasanya jadi
lebih lancar. "Latihan mengatur napas teratur juga membuat saya lebih bisa
mengontrol emosi. Dan, mengatasi kelelahan fisik sehabis bekerja," ucap alumnus
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran yang tengah hamil empat bulan
ini, Jumat (5/6) ditemui di sela-sela berlatih yoga.
Di tempat ini, bersama-sama sejumlah ibu-ibu hamil lainnya, ia mempraktikkan
bagaimana membuat fisik, jiwa. dan pikiran tetap bisa sehat melalui yoga. Hal
ini penting. Sebab, selama masa kehamilan sembilan bulan, tubuh ibu adalah
satu-satunya lingkungan yang ditinggali bayi. Jika lingkungan ini tidak sehat,
bayi yang dilahirkan juga berisiko terlahir tidak sehat.
Pujiastuti Sindhu, pendiri Yoga Leaf Centre, menuturkan, kehamilan adalah event
yang istimewa bagi seorang wanita. Apalagi, bagi yang baru pertama kalinya
mengalami. Tetapi, di masa-masa ini, seringkali perempuan mengalami masa mun
dur satu langkah. Persoalan stres akibat perubahan hormonal, belum lagi gejala
morning sickness macam mual-mual, ingin muntah, dan emosi yang tidak stabil.
Lewat yoga, diupayakan supaya si ibu bisa tenang dan damai mengatasi ini, ucap
pengajar yoga yang sudah menghasilkan tiga buku ini.
Di masa kehamilan, ungkap perempuan yang biasa disapa Ujie ini, tidak sedikit
perempuan yang memperlakukan diri sebagai cangkir porselen yang mudah pecah.
Padahal, dengan kurang aktifnya para ibu ini, justru akan menurunkan kualitas
kesehatan mereka dan tentunya calon bayi. Prenatal yoga didesain untuk menjadi
jalan tengah hal ini. Yoga jenis ini adalah yang paling soft. "Gerakannya
dimodifikasi khusus untuk menghindari diri dari cederanya calon ibu," ucap
alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang berlatih yoga ke India,
Singapura, dan Amerika Serikat ini.
Bahasa hati
Radinda Widiyani (25), peserta latihan prenatal yoga lainnya, menuturkan,
latihan yoga lebih baik dari exercise senam ibu hamil yang sudah populer lebih
dahulu. Sebab, di sini juga ada relaksasi. Melatih kita untuk menenangkan diri,
ucap pegawai salah satu perusahaan telekomunikasi yang tengah hamil tua,
delapan bulan ini.
Sejumlah literatur yoga bahkan mengungkapkan, berlatih yoga di saat hamil bisa
meningkatkan sugesti kesadaran calon ibu pada proses kehamilan dan janinnya.
Dengan kata lain, bisa berkomunikasi satu sama lain melalui bahasa hati.
"Melalui meditasi, kita diajak mencintai diri dan janin. Apa yang kita (ibu
hamil) rasakan, mesti dirasakan juga oleh calon bayi," ucap Ujie.
Di tempat ini, berlatih prenatal yoga dikenakan tarif sebesar Rp 180.000
sebulan dengan durasi latihan seminggu sekali. Programnya dibagi dalam dua
jenis, yaitu early prenatal untuk masa kehamilan 3-6 bulan dan late prenatal
(7-9 bulan).
[Non-text portions of this message have been removed]