http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/102563/17/1/Kasus-Freeport-Ulah-Kelompok-tidak-Puas


KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo: 
Kasus Freeport Ulah Kelompok tidak Puas 


Rabu, 28 Oktober 2009 09:12 WIB      




AMBON--MI: Kepala Staf TNI-AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo 
menegaskan, kasus  penembakan di area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, 
Papua, Juli hingga Oktober karena ulah orang-orang yang tidak  puas dengan 
keadaan di provinsi itu saat ini. 

"Ini hanya ulah orang-orang atau kelompok yang tidak puas dengan keadaan yang 
terjadi di Provinsi Papua," kata Kepala Staf TNI-AD (KSAD), saat dikonfirmasi 
wartawan di Ambon, Maluku, Selasa (27/10). 

KSAD yang berkunjung ke Ambon dalam rangka memberikan pencerahan bagi prajurit 
Yonif 733/Raider Masariku dan tatap muka bersama perwira tinggi Kodam 
XVI/Pattimura itu, menegaskan aksi penembakan yang terus terjadi dan memakan 
korban juga dikarenakan ulah sekelompok orang tidak bertanggung jawab dan ingin 
melepaskan diri dari NKRI. 

"Aksi penembakan itu dilakukan untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa areal 
perusahaan ini tidak aman untuk dikunjungi," katanya. 

KSAD mengatakan, berbagai langkah pengamanan telah dilakukan secara bersama 
dengan aparat kepolisian setempat, sehingga diharapkan mampu mengeliminir 
berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dan menimbulkan korban jiwa. 

Menurutnya pasukan TNI yang ditempatkan di lokasi itu telah mencukupi untuk 
membantu tugas pengamanan terhadap areal perusahaan PT Freeport, sehingga belum 
perlu untuk dilakukan penambahan. 

"Saat ini jumlah pasukan TNI yang bertugas mengamankan lokasi perusahaan itu 
sudah mencukupi dan mereka mampu bekerja optimal bersama-sama dengan aparat 
kepolisian yang juga ditempatkan di sana," kata Agustadi. 

Ditanya langkah-langkah pengamanan yang dilakukan TNI termasuk mencari dan 
menangkap onum-oknum yang melakukan aksi penembakan, Kasad menegaskan, sudah 
dilaksanakan melalui koordinasi dan tanggung jawab aparat kepolisian. 
"Operasinya pengamanannya dilakukan secara rutin dan bersama dipimpin aparat 
kepolisian, termasuk menangkap oknum-oknum yang melakukan penembakan sehingga 
menimbulkan korban jiwa di masyarakat," kata KSAD. 

Kasus penembakan di areal PT Freeport yang terjadi sejak 11 Juli 2009 telah 
menewaskan empat orang, dua diantaranya warga sipil dan puluhan orang cedera, 
baik karyawan Freeport sendiri maupun aparat keamanan dari Polri dan TNI. 

Aksi penembakan terakhir terjadi pada Pada Selasa (20/10) sekitar pukul 09.45 
WIT terhadap iring-iringan bus yang mengangkut karyawan Freeport oleh orang tak 
dikenal di sekitar Mile 42 ruas jalan Timika-Tembagapura. Empat dari tujuh bus 
karyawan yang dikawal anggota Brimob diberondong tembakan dari sisi kiri dan 
kanan mengakibatkan dua karyawan terluka. 

Kedua karyawan yang terluka itu yakni Kristian dan Rudi Parendeng saat ini 
dirawat di RS SOS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana. (Ant/OL-03

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke