Refleksi : Untuk  sekadar catatan orientasi  bangunan parlemen di beberapa 
negeri, dapat dikatakan  bahwa gedung parlemen Belanda di Den Haag yang namanya 
Binnenhof adalah bangunan dari tahun 1583. Capitol di Washington DC, USA  
adalah bangunan dari tahun 1868 dan contoh lain ialah bangunan parlemen Jepang 
(Diet) mulai dipakai tahun 1939. Contoh akan panjang sekali, semua bangunan 
yang disebutkan masih utuh dan dipakai  sesuai fungsinya. 

Tetapi, di NKRI, bangunan baru dipakai selama 13 tahun sudah dianggap tidak 
layak untuk dipergunakan dan untuk itu akan dibangun gedung baru dengan biaya 
kurang lebih US$ 200,-- juta. Barangkali ada "orang sakit jiwa" yang berpikir 
apakah tidak sebaiknya duit US$ 200,-- dipakai untuk memperbaiki 
sekolah-sekolah yang rusak atau juga dibikin bangunan sekolah-sekolah baru 
untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan penduduk? Tetapi, karaketer rezim 
pengusaha kleptokrasi tidak berpaham demikian, karena  mereka sehat dan pandai 
membuat obyek mengisi kantong usaha pribadi dan oleh sebab itu perlu dibangun 
gedung Dewan Penipu Rakyat (DPR) baru.     


http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=131747 
[ Senin, 03 Mei 2010 ] 


Rencana DPR Bangun Gedung Baru Bakal Berjalan Mulus 
Gedung yang Diketok, Bangunan Lama Baru ditempati 13 tahun 


JAKARTA - Rencana DPR untuk membangun gedung baru bakal berjalan mulus. Sidang 
paripurna DPR hari ini (3/5) akan mengesahkan APBN Perubahan 2010. Di dalamnya 
ikut masuk komponen pembangunan gedung baru sebesar Rp 250 miliar.

''Semua sudah setuju angka itu,'' kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Harry 
Azhar Azis di Jakarta kemarin (2/5). Rapat kerja banggar yang dihadiri seluruh 
perwakilan fraksi DPR dan Kementerian Keuangan Sabtu lalu telah menyetujuinya. 
Hari ini RUU APBNP 2010 itu akan dibawa ke sidang paripurna untuk disahkan.

Apakah Rp 250 miliar itu merupakan bagian dari total anggaran Rp 1,8 triliun 
yang dibutuhkan untuk membangun gedung baru? ''Kalau itu urusan BURT (badan 
urusan rumah tangga),'' jawab Harry singkat.

Anggota BURT Muhamad Arwani Thomafi menyampaikan, anggaran Rp 1,8 triliun akan 
dibagi dalam tiga tahap. Melalui APBNP 2010, akan dianggarkan Rp 250 miliar, 
lalu pada 2011 sebesar Rp 800 miliar, dan Rp 750 miliar akan dianggarkan pada 
APBN 2012. ''Pembangunan akan langsung dimulai begitu ini disetujui,'' katanya.

Sementara itu, usia gedung lama yang akan diganti terhitung masih muda. Gedung 
yang dianggap tak layak tersebut baru dipakai 13 tahun, yakni mulai DPR periode 
1997 atau pada masa akhir kekuasaan Orde Baru. Gedung Nusantara I itu memiliki 
24 lantai, termasuk basement, serta fasilitas yang cukup lengkap dan satu 
anggota DPR menempati satu ruangan. 

Mengapa gedung yang baru dipakai 13 tahun tersebut diganti? Menurut Arwani, 
faktanya, kemiringan Gedung Nusantara I yang kini digunakan sebagai ruang kerja 
para anggota dewan sudah mencapai tujuh derajat. Itu merupakan hasil kajian 
resmi Kementerian Pekerjaan Umum pada 2009. ''Bahkan, ada beberapa ruangan yang 
langit-langitnya bolong dan tikus lari ke bawah meja,'' katanya.

Menurut Arwani, DPR ingin membangun gedung baru bukan untuk bermewah-mewah. 
Melainkan agar lebih representatif. ''Gedung yang sekarang ini juga kelebihan 
muatan. Ada overload sekitar 40 persen,'' ujarnya. Saat dibangun, Gedung 
Nusantara I memang hanya disiapkan untuk 500 anggota dewan. Saat ini, jumlah 
anggota DPR sudah 560 orang. Masing-masing rata-rata mempunyai satu asisten 
pribadi dan satu staf ahli.

Dia menambahkan, gedung baru itu terdiri atas 36 lantai, termasuk tiga 
basement. Ruang setiap anggota akan lebih besar daripada yang ada sekarang 
untuk mengantisipasi penambahan jumlah staf ahli. Saat ini, Gedung Nusantara I 
terdiri atas 24 lantai dengan ruang anggota rata-rata berukuran 40-50 meter 
persegi.

''Jadi, semangatnya, apa yang menjadi kekhawatiran soal keamanan gedung yang 
sudah miring dan kelebihan beban, bisa dicarikan solusinya,'' ujar Arwani. 
Lantas, gedung lama akan dirobohkan? ''Nggaklah. Gedung Nusantara I akan 
diperbaiki. Tapi, belum disepakati untuk apa. Mungkin untuk ruang komisi, 
fraksi, atau staf ahli,'' jelasnya.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, pembangunan gedung baru mutlak diperlukan. 
Sebab, kondisi Gedung Nusantara I yang kini digunakan sebagai ruang 
berkantornya 560 anggota dewan tidak lagi memadai. ''Secara teknis, sudah tidak 
aman dan tidak lagi mendukung kebutuhan saat ini. Apalagi, yang akan datang,'' 
katanya.

Menurut dia, gedung yang akan dibangun menyesuaikan dengan kebutuhan DPR hingga 
50 tahun yang akan datang. ''Sudah sekalian diperhitungkan satu anggota dibantu 
lima staf ahli,'' jelas Marzuki yang juga ketua Badan Urusan Rumah Tangga 
(BURT) DPR.

Tapi, apakah anggaran Rp 1,8 triliun itu masuk akal? ''Ini proyek multiyears,'' 
jawab Marzuki.

Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, atas pertimbangan keamanan, fraksinya 
setuju saja dengan pembangunan gedung baru, asalkan dilakukan dengan pembiayaan 
yang wajar. Menurut dia, dari sisi keamanan, kondisi Gedung Nusantara I memang 
cukup membahayakan. (pri/bay/c6/tof)

++++
http://www.thejakartaglobe.com/home/dpr-office-plan-to-be-redrawn-to-cut-costs/372966

May 04, 2010 
Markus Junianto Sihaloho

 
Finance Minister Sri Mulyani Indrawati watches as President Susilo Bambang 
Yudhoyono submits his tax return. (Rumgapres Photo)

DPR Office Plan to be Redrawn to Cut Costs

Amid mounting public criticism over a plan for a new office building worth Rp 
1.8 trillion ($200 million) for lawmakers, House of Representatives Speaker 
Marzuki Alie said on Monday that he had ordered a review of the design to cut 
costs. 

"I've ordered the House Secretariat to review the design and make another one 
along with the details," said Marzuki, from the ruling Democratic Party. 

He said the Rp 18 million price tag per square meter of the building was "too 
expensive." 

The plan was first hatched under the previous House headed by Speaker Agung 
Laksono, from Golkar, which ended its tenure last year. 

Marzuki also questioned the reasons put forward by Golkar lawmakers Priyo Budi 
Santoso, who is also deputy House speaker, and Harry Azhar Azis, who chairs the 
House Budget Committee, who said the current building had cracks and was 
tilting by as much as seven degrees. 

He said a new building was needed because the current occupancy of 2,500 people 
was more than triple the 800 people the place had been designed for in the 
1960s, as lawmakers now each had at least five assistants and advisers working 
for them. 

"We need staff because we want lawmakers to produce high-quality legislation to 
give the most benefit to the people," he said. "That's why we need the new 
building." 

People's Conscience Party (Hanura) House chairman Abdilla Fauzi Achmad said the 
House leadership must guarantee transparency of the budget for the building. 
"For us, the technical specifications and procurement of material for the 
building must be made clear." 

Democrat legislator Roy Suryo said: "Our top priority with this building is 
still the people's interests, not ours."


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke