From: tauran <[email protected]>
Date: Thursday, August 26, 2010, 10:21 PM
DARI MILIS TETANGGA....
Kenapa HarusMalaysia
Oleh: Afriadi Sanusi*
Baiknya Kita..
Seorang Profesor Singapura menulis dalam artikelnya; Kebanyakan rumah
mewah yang
ada di Singapura, Kebanyakan uang yang beredar di Singapura adalah punya
orang
Indonesia. Kebanyakan pembangunan yang ada di Singapura dibangun dari
uang yang
datangnya dari Indonesia. Dan disaat Singapura mengadakan Grand Sale
setiap
tahunnya, lebih 2 juta orang Indonesia datang belanja kesana..
Seorang sahabat di Singapura mengatakan; “dari jalan ini sampai ke ujung
sana
dulunya adalah lautan, dan sekarang menjadi daratan cantik yang ditimbun
dengan
pasir yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Riau”.
Apa Yang Kita Dapatkan Dari Singapura?
- TKI laki-laki dari Indonesia diharamkan bekerja dan mencari
nafkah di
Singapura seperti dibidang pembangunan, kuli kasar, buruh dan
sebagainya.
Singapura lebih memilih warga negara lain daripada WNI, dengan berbagai
alasan
yang tidak masuk akal..
- Seorang teman mengatakan dan dari sumber lainnya; “satu
persatu
pulau-pulau kecil di Riau hilang karena pasirnya di angkut ke
Singapura..
- Azan diharamkan menggunakan pengeras suara di semua masjid
dan surau
di Singapura.
- Identitas orang melayu yang identik dengan Islam seperti
istana,
rumah, perkampungan orang Melayu, dihilangkan. Adat dan budaya melayu di
Museum
kan.
- Pemerintah Singapura melayani & melindungi Koruptor RI
yang telah
membuat rakyat RI sengsara selama ini, (karena hak-hak rakyat untuk
mendapatkan
pendidikan, rumah sakit, infrastruktur, makan dan tempat tinggal yang
baik
terjajah dan terzalimi), dengan tidak mau menandatangani perjanjian
extradisi.
- Banyak kali rakyat, nelayan dan petugas kita di acungkan
senjata
berat dan diusir dengan pengeras suara karena di sangka telah melintasi
garis
batasan laut kepunyaan Singapura.
- Disaat mahasiswa Indonesia bunuh diri di Singapura, karena
katanya
dizalimi sebab beasiswanya dihentinkan, tidak ada yang berani melawan
Singapura.
Malaysia Lebih Baik Dari Singapura
“Sejahat” apapun Malaysia, saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang
sedang
mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI.
Triliyunan TKI
mengirim uang ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat dibayangkan bagaimana
dampak
sosial, ekonomi dan budaya yang akan berlaku di Indonesia kalau TKI
pulang
sekaligus..
TKI lah sebenarnya pahlawan yang harus dilindungi, karena mereka
penyumbang
devisa negara, sementara pegawai negeri & institusinya hanya
menghabiskan uang
rakyat dan devisa negara. Kegunaan mereka sangat perlu dipertanyakan
disaat
keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat
atau
seperti pepatah arab wujuduhu ka adamihi (adanya seperti tiadanya / ada
dgn
tiadanya sama saja).
Ribuan orang Indonesia (termasuk penulis) sedang belajar S2 & S3 di
Malaysia
saat ini. Kebanyakannya mendapat bantuan atau keringanan biaya dari
pemerintah
Malaysia dan banyak juga yang sambil bekerja. Uang kuliah di perguruan
tinggi
negeri Malaysia lebih murah dari Indonesia. Kualitas, Infrastruktur dan
kemudahan lainnya jauh lebih baik dari di Indonesia tentunya.
Aku tidak sakit hati kalau di tilang oleh polisi Malaysia. karena aku
yakin uang
itu pasti akan masuk kedalam kas negara untuk pemerintah Malaysia
memperbaiki
jalan, jembatan, lampu jalan yang aku gunakan setiap hari di negara ini.
Aku
sangat sakit hati kalau ditilang oleh polisi Indonesia, karena aku tahu
pasti
bahwa uang itu adalah untuk pribadi polisi, keluarga dan golongannya
tanpa
sedikitpun dikembalikan kepada kas negara untuk membangun infrastruktur.
Disaat saya keliling Indonesia bersama orang Malaysia, 100% rakyat RI
yang kami
temui merasa hormat dan kagum dengan Malaysia, begitu juga dengan
rata-rata
obrolan bekas TKI dari Malaysia.
Lalu yang sangat mengherankan, isu-isu remeh temeh yang sebenarnya bisa
diselesaikan ditingkat diplomat, tetapi menjadi barang dagangan pasar
yang
dikonsumsi oleh rakyat umum. Isu ini sepertinya dimanfaatkan oleh
segelintir
orang yang memang memiliki agenda, bagaimana supaya Islam, Melayu dan
Nusantara
yang kaya dengan SDM & SDA ini, tidak menjadi sebuah kekuatan yang
bisa
menyaingi dominasi Barat.
Pengalihan Isu
Yang pasti, isu penangkapan AB Baasyir, isu vcd porno artis, isu
teroris, isu
FPI dan sebagainya tidak berhasil mengalihkan perhatian rakyat terhadap
berbagai
skandal perampokan uang rakyat melalui kasus BLBI, Century, Rekening
Gendut
Polisi, kenaikan BBM & harga bahan pokok, Penangkapan Susno Duadji,
buruknya
birokrasi dan pelayanan publik, maraknya korupsi, pelemahan KPK,
gagalnya sebuah
kepemimpinan, meningkatnya jumlah kemiskinan, pengangguran, perbuatan
kriminal,
buta huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi
pemerintahan,
dalam memberikan manfaat keberadaan mereka yang berarti kepada rakyat.
Isu “memanaskan” hubungan Indonesia-Malaysia tidak akan membuat rakyat
lupa
terhadap semua penipuan, pembodohan dan perampokan uang rakyat yang
telah,
sedang dan akan berlaku di RI, termasuk isu TDL yang katanya akan
dinaikkan di
negara ini.
Semoga rakyat tidak mau diperbodoh untuk memikirkan apa yang sebenarnya
menjadi
tugas dan tanggung jawab pemerintah, melalui kedutaan dan departemen
luar
negeri, yang telah banyak menghabiskan APBN setiap tahunnya.
Damaikanlah Saudaramu
“Sesungguhnya orang beriman itu adalah bersaudara, karena itu
damaikanlah antara
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah semoga kamu mendapat
rahmat” (QS:
al-Hujurat ayat 10)
Pelemparan taik di kedutaan Malaysia, demo di rumah duta, CIMB, Petronas
dll.,
pasti akan menyakitkan hati rakyat Malaysia. Hari raya semakin dekat,
semoga
para majikan tidak menunda-nunda pembayaran gaji, membatalkan niatnya
untuk
memberi THR (yang biasanya sebulan gaji) pada lebih dua juta orang
pembantu
rumah Indonesia, TKI/TKW lainnya di Malaysia karena tindak bodoh
segelintir
orang itu.
Walaupun gerakan Bendera tidak mewakili gerakan orang-orang cerdas di
Indonesia
seperti Senat Mahasiswa, Muhammadiyah, ICMI, HMI, FPI dll., namun
Inteligent
Indonesia harus mencari tahu siapakah Bendera sebenarnya? Apakah mereka
bergerak
untuk kepentingan partai politik tertentu, ataukah untuk menaikkkan
partai dan
pemimpin tertentu, ataukah mereka dibiayai oleh pihak asing untuk
menghancurkan
rantau asia tenggara ini dan banyak kemungkinan lainnya.
Kalau biasanya gerakan seperti ini tidak ditanggapi Malaysia, karena
menganggap
itu hanyalah gerakan segelintir rakyat yang tidak tahu (bodoh), namun
baru-baru
ini gerakan itu sudah mulai ditanggapi oleh ahli politik Malaysia
melalui
berbagai media massa, seperti oleh Samy Vellu, Bernama dll.
Ada dua kemungkinan mengapa mereka menanggapinya 1. Untuk membangkitkan
rasa
nasionalisme rakyat menjelang hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada
setiap
tanggal 31 Agustus atau 2. Mungkin juga dimanfaatkan oleh bangsa Cina
dan India
Malaysia yang sememangnya kurang suka dengan hubungan baik
Indonesia-Malaysia.
Karena ia akan menggugat kepentingan mereka dari segi politik, ekonomi,
social,
budaya dan pembangunan di Malaysia.
Malaysia secara tidak resmi telah melarang rakyatnya datang ke
Indonesia. Kalau
ini berlanjut, pasti semua ini akan memberikan pengaruh terhadap
perusahaan
penerbangan, hotel, pariwisata, tempat berbelanja, investor di
Indonesia. Semua
ini akan bertampak pada tingginya angka kemiskinan akibat pengangguran.
Karena
pemerintah RI yang selama ini tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan
nampaknya akan bertambah parah lagi.
Kalau sengketa ini berlanjut di tingkat pemerintah, maka akan sama-sama
kita
dengar, tiga, lima bulan lagi. Malaysia akan membeli peralatan perang
yang baru,
Amerika pula akan menawarkan “jasanya” pada TNI untuk memberikan
pinjaman
hutang, untuk membeli peralatan perangnya yang katanya, harga sebuah
kapal
perang bekas saja, sama dengan harga sebuah pulau besar di Indonesia..
Kesimpulannya; si labu dan si labi masuk penjara karena kebodohannya,
sementara
Haji Bakhil akan tetap menikmati kekayaannya…
Kesimpulan
Apakah kita berani dengan Malaysia karena kita berpikir, tidak mungkin
Malaysia
yang memiliki peralatan perang yang lebih canggih dari Indonesia itu,
mau
berperang dengan kita, karena warga negara mereka banyak keturunan
Melayu Riau,
Palembang, Aceh, Bugis, Minang, Mandailing, Rao, Jambi, Kerinci, Jawa,
karena
kita se agama Islam, satu rumpun melayu?
Apakah kita takut pada Singapura karena mereka memiliki peralatan perang
yang
sangat canggih dan jauh meninggalkan Indonesia? Ataukah kita sengaja
dibuat
takut, karena para pejabat kita banyak yang memiliki hubungan mesra
dengan
Singapura yang menyimpan uang mereka dalam bentuk saham dan investasi?.
Kenapa kita selama ini tidak membenci bangsa yang menguras minyak kita
dengan
caltexnya, yang menguras emas kita dengan freeportnya, gas kita dengan
Harunnya
dan sebagainya, tanpa memberikan dampak yang berarti terhadap
pembangunan,
ekonomi dan social rakyat. Semua itu perlu dipertanyakan juga tentunya..
Kl, 20/08/2010
*Ditulis setelah sholat Taraweih di Masjid Negara Malaysia oleh Penulis
yang
berasal dari Sumatera, PhD. Candidate Islamic Political Science,
University of
Malaya, Kuala Lumpur
[Non-text portions of this message have been removed]