Refleksi : Mengapa tidak ada ucapan berkabung tanya penulis artikel. Jawabnya tidak susah: y "Papua adalah sebuah koloni". Status rakyat yang dikolonisasi lebih rendah dan harga nilai hidup pun rendah dibanding dengan rakyat negara induk. :-)
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/alasan-indonesia-dicincang-uruguay Map Hilversum, Belanda Hilversum, Belanda Alasan Indonesia Dicincang Uruguay Diterbitkan : 10 Oktober 2010 - 6:24pm | Oleh Eka Tanjung (Ranesi) Kekalahan telak 1-7 dari Uruguay adalah hasil yang berlebihan. Mengapa angkanya begitu telak, untuk laga persahabatan? Penyebabnya adalah rasa kemanusiaan bangsa Indonesia. Publik Indonesia secara umum kecewa dengan kekalahan telak ini. Walaupun sebenarnya semua orang sudah menduga, namun tidak ada yang memprediksi sampai dicukur 1-7. Laga persahabatan biasanya tidak akan berakhir dengan angka telak. Uruguay Kaget Ramon, pria asal Uruguay kawan dekat Luis Suarez tidak berani memprediksi timnya akan membobol 7 kali gawang Indonesia. Tapi dia juga tidak menduga tim urutan empat Piala Dunia 2010 itu juga akan kebobolan. Ia menduga kedudukan 0-4, karena tidak mengira tim lawan begitu lemah. Pada laga persahabatan, kedua kubu biasanya menjaga persahabatan termasuk di lapangan. Tekel tidak akan kasar dan duel fisik juga tidak keras, demi menjaga tidak ada yang cedera. Namun hasil telak itu membuat publik sepakbola Indonesia kecewa dan menuding PSSI mencari lawan terlalu berat dan akhirnya mencoreng muka sendiri dengan arang yang sangat tebal. Nurdin Lagi Akhirnya suara-suara mendesak ketua umum PSSI, Nurdin Halid mundur, muncul lagi dan semakin lantang. Bepe dan kawan-kawan dinilai tidak punya semangat juang, apalagi kubu pertahanan hanya Boaz Salossa dan kiper Markus yang dipandang masih memadai. Naturalisasi Kalangan pendukung pemain 'naturalisasi' kecewa berat karena trio Belanda tidak bisa diturunkan. Jhon van Beukering, Tobias Waisapy dan Raphael Maitimo tidak diturunkan dengan alasan terganjal aturan FIFA. Ketiganya dilarang main karena tidak memiliki paspor Indonesia. Bukankah BTN, Albert Riedl dan PSSI juga tahu sebelum mereka bertemu tiga pemain di Belanda? Selain itu banyak pertanyaan mengapa Irfan Bachdim, salah satu pemain naturalisasi yang masih mengantongi parpor Indonesia dan bermain di Persema tidak dipasang. Padahal pelatih Albert Riedl seusai charity games di Malang 4 Agustus menyatakan tertarik merekrut mantan pemain FC Utrecht itu. Mana Pita Hitam? Pertanyaan yang paling utama pada pertandingan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono itu sebenarnya adalah masalah rasa kemanusiaan bangsa Indonesia. Mengapa ketika pertandingan itu tim Indonesia tidak ada yang mengenakan pita hitam yang melingkar di lengan sebagai ungkapan berkabung atas meninggalnya hampir seratus rekan sebangsa di Wasior Papua Barat, empat hari sebelumnya. Di negara maju sepakbola sekalipun, sudah sangat lumrah jika para pemain mengenakan pita berkabung untuk event seputar musibah nasional atau kematian satu orang tokoh. Contohnya timnas Inggris mengenakan pita hitam pada pertandingan persahabatan lawan Mesir, 3 Maret lalu. Ungkapan berkabung itu sebagai penghormatan terhadap seorang tokoh bola yang meninggal sehari sebelumnya. Korban Wasior Untuk korban meninggal sekitar seratus dan ratusan lain kehilangan tempat tinggal sudah sewajarnya mendapat penghormatan. Hanya jeritan beberapa orang di Facebook yang masih mengimbau agar publik juga mengingat para korban banjir di Wasior. Sementara putra Papua Boaz menyumbangkan gol satu-satunya yang menyelamatkan harga diri Indonesia malam itu, penduduk di Wasior berjuang menyelamatkan nyawa mereka. Sungguh sangat tidak bisa dimengerti mengapa tidak ada ungkapan berkabung malam itu? Diarsip dalam: a.. Indonesia b.. Laga Persahabatan c.. Nurdin Halid d.. PSSI e.. SBY f.. sepakbola g.. Susilo Bambang Yudhoyono h.. Uruguay [Non-text portions of this message have been removed]

