Membaca penjelasan ini maka jadi jelas bahwa penganugerahan lencana 
Tunas kencana ini semacam acara balas budi karena "kita" pernah 
dapat penghargaan dari Malaysia.

Kalau suka berbasa-basi ya silakan, tapi ngga Pramuka banget dech.

Pak Presiden masih layak dapat penghargaan, tapi kenapa ke PM 
Malaysia padahal banyak sekali tokoh Kepanduan Nasional yang layak 
dapat lencana tersebut karena pengabdian yang laur biasa.

Sebut saja : Kak Nyi Mujono, Bunda Mastini, Kak Liem Beng Kiat di 
jajaran nasional.  Kenapa mereka dilupakan dan tidak didahulukan. 
Kakak-kakak bisa bikin daftar yang lebih panjang lagi karena dalam 
duka hanya tiga nama ini yang sementara teringat.

Soal penghargaan ini, terkesan memang dari dulu Kwarnas tidak 
berpihak pada akar rumput yang jadi soko guru Gerakan ini. Pembina-
pembina di lapangan terabaikan, bahkan mereka harus bayar sendiri 
lencana yang diterimanya karena Kwartir-kwartir tidak punya dana.

Ironis dan menyedihkan.

Di masa Kak Mashudi, semua menteri dibagai lencana melati ......

Saya rindu para pembina kita yang sepuh kita hargai segala darma 
baktinya bagi Gerakan kita.

BTW. Saya sempat mau diusulkan dapat penghargaan. Komentar saya, 
sebentar dulu. Muka saya jadi memerah. Masih banyak senior saya yang 
belum. Bahkan Bunda saya semasa Siaga, yang jelas-jelas aktivis 
(yang sekarang sudah banyak orang yang tidak tahu karena beliau 
telah tiada) saja masih terlewat. Jangan, saya akan jadi orang yang 
paling tidak berbudipekerti jika saya dahului mereka menerima 
penghargaan. Saya sedang mendorong agar kakak-kakak yang lebih 
pantas agar menerima duluan. Tanda penghargaan adalah tanda 
pengakuan, bukan hiasan baju. Saya yakin baju saya tidak bertambah 
indah dengan lencana dipasang di dada saya.

Dahulukan kakak-kakak kita daripada rekan sejawat di organisasi 
kepanduan lain, apalagi penghargaan itu penghargaan tertinggi.

Yang trenyuh dan sedikit banyak kecewa
Hendro

PS:
Kak Eka Harijanto yang sering nulis di milis ini, dia lah yang layak 
dapat Lencana Darma Bakti bahkan Melati. Dia Pelatih dan Andalan 
yang masih punya karya nyata, membina di gugus depan.
Dalam rangka hari Baden Powell, terimalah SALAM LIMA JARI dari saya.

Merdeka !

--- In [email protected], "Rahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> SIARAN PERS
> 
> No. 11  /HK-II/2007
> 
>  
> 
> PRESIDEN RI DAN PM. MALAYSIA
> 
> MENDAPAT PENGHARGAAN TERTINGGI 
> 
> GERAKAN PRAMUKA
> 
>  
> 
> Jakarta (14/2) Presiden RI, DR. Susilo Bambang Yudhoyono, selaku 
Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka dan PM. Malaysia, 
Yang Amat Berhormat Datok Seri Abdullah Ahmad Badawi, selaku 
Presiden Agong Kehormat Persekutuan Pengakap Malaysia mendapat 
penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas Kencana 
Gerakan Pramuka. 
> 
> Penyematan Lencana Tunas Kencana  kepada PM Malaysia direncanakan 
tanggal 22 Februari 2007 oleh Presiden RI selaku Pramuka Utama, 
bertempat di Birawa Assembly Hall, Kompleks Bidakara, Jakarta. Pada 
tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Baden-Powell (Bapak Pandu 
Sedunia). Sebelum acara utama, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. 
DR. Azrul Azwar, MPH terlebih dahulu menyematkan Lencana Tunas 
Kencana kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono
> 
> Lencana Tunas Kencana adalah Tanda Penghargaan tertinggi Gerakan 
Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh Gerakan Pramuka  
diantaranya kepada Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan 
Hamengkubuwono IX, Presiden RI Pertama, Soekarno dan Presiden 
Soeharto yang berjasa dalam memberikan bimbingan, dukungan, dan 
bantuan yang amat besar artinya bagi perkembangan Gerakan Pramuka. 
> 
>             Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. DR. Azrul Azwar, 
MPH menyampaikan bahwa "penganugerahan Tanda Penghargaan Tertinggi 
Gerakan Pramuka Lencana Tunas Kencana seharusnya diputuskan melalui 
Musyawarah Nasional (MUNAS) seperti diatur dalam PP Tanda 
Penghargaan Gerakan Pramuka Pt.27 a yang berbunyi Lencana Tunas 
Kencana merupakan lencana atau tanda penghargaan tertinggi Gerakan 
Pramuka, yang menandai jasa yang sangat besar yang telah 
disumbangkan oleh seorang dewasa, yang oleh Musyawarah Nasional 
Gerakan Pramuka jasa tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi 
perkembangan Gerakan Pramuka pada khususnya dan perkembangan gerakan 
kepramukaan pada umumnya". 
> 
> Oleh karena itu tegas Kak Azrul, berdasarkan AD Gerakan Pramuka 
Pasal 27 yang berbunyi "Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa, 
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu 
referendum", dan berdasarkan ART Gerakan Pramuka Pasal 107 Ayat (1) 
yang berbunyi "Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan 
mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri 
oleh kwartir, sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan 
musyawarah", untuk itu kami bermaksud mengadakan pemungutan suara 
untuk mengetahui apakah Kwarda Gerakan Pramuka setuju atau tidak 
setuju terhadap rencana tersebut.
> 
> Sesuai AD dan RT Gerakan Pramuka tersebut, maka Kwarnas telah 
mengirimkan surat kepada para Kwarda Gerakan Pramuka se Indonesia 
nomor: 023-00-A, untuk meminta persetujuan Kwarda.
> 
>             Menurut Ketua Pelaksana Penganugerahan Lencana Tunas 
Kencana, Ismeth Abdullah, SE (Waka Kwarnas Gerakan Pramuka), di sela-
sela memimpin rapat persiapan menyampaikan, bahwa hasil sementara 
referendum sampai tanggal 14 Februari 2007 ini, sudah 22 Kwartir 
Daerah Gerakan Pramuka dari 33 Kwarda Gerakan Pramuka seluruh 
Indonesia yang telah resmi menyatakan persetujuannya. Sisanya ujar 
Gubernur Kepulauan Riau, sebanyak 11 suara sampai saat ini masih 
ditunggu, dan menurut AD dan RT Gerakan Pramuka jumlah tersebut 
telah memenuhi syarat dan  dinyatakan sah.
> 
>             Alasan konkrit diberikan Lencana Tunas Kencana kepada 
kedua tokoh tersebut dengan pertimbangan:           
> 
> 1.   Presiden RI, DR. Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua 
Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka telah memberikan 
bimbingan, dukungan, dan bantuan yang amat besar artinya bagi 
perkembangan Gerakan Pramuka,  diantaranya:
> 
> a.      hadir sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Pramuka 
(2004-2005-2006);
> 
> b.      mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka pada puncak 
peringatan Hari Pramuka, tanggal 14 Agustus 2006 di Cibubur Jakarta;
> 
> c.      memberikan dukungan yang amat besar terhadap terbentuknya 
RUU Gerakan Pramuka;
> 
> d.      memberikan gagasan dan dorongan atas terciptanya 
kesepakatan bersama 5 (lima) Menteri mengenai Wawasan Nusantara 
dengan memberikan kepercayaan agar "upaya pendidikan bela negara 
dilaksanakan melalui Gerakan Pramuka";
> 
> e.      menginstruksikan kepada para Menteri dan Pemerintah Daerah 
beserta jajaran di bawahnya untuk mendukung dan membantu Organisasi 
Gerakan Pramuka dengan mengalokasikan dana bagi Gerakan Pramuka yang 
bersumber dari APBN dan APBD.
> 
> 2.      PM Malaysia, Yang Amat Berhormat Datok Seri Abdullah Ahmad 
Badawi, selaku Presiden Agong Kehormat Persekutuan Pengakap 
Malaysia, telah memberikan bimbingan, dukungan, dan bantuan yang 
amat besar artinya bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan Gerakan 
Kepanduan Dunia, diantaranya:
> 
> a.      penganugerahan Tanda Penghargaan Pingat Semangat Padi 
(Emas) yang merupakan Bintang Tertinggi Persekutuan Pengakap 
Malaysia, kepada Presiden RI, Bapak DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, 
selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, pada 
tanggal 5 Agustus 2006, di Kuala Lumpur Malaysia;
> 
> b.      penganugerahan Tanda Penghargaan Pingat Semangat Rimba 
Emas, kepada Menko Kesra RI, Bapak Ir. Aburizal Bakrie, Ketua 
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan penghargaan lainnya kepada 
Gubernur Riau Daratan dan Gubernur Kepulauan Riau, serta kepada 
beberapa Andalan Gerakan Pramuka; 
> 
> c.      memberikan inspirasi kepada para pimpinan negara-negara 
Asean guna lebih memperhatikan perkembangan Kepramukaan/Kepanduan di 
negara masing-masing;
> 
> d.      menciptakan hubungan yang lebih harmonis antar ke dua 
negara melalui Kepramukaan, misalnya perkemahan muhibah.
> 
> Acara penyematan tanda penghargaan tersebut, diundang pula para 
Menteri Kebinet Gotong Royong, para Gubernur Kepala Daerah selaku 
Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka, para Ketua Kwartir 
Daerah Gerakan Pramuka, dan tokoh-tokoh Gerakan Pramuka. Sementera 
dari pihak Malaysia hadir pula Ketua Persekutuan Pengakap Malaysia 
beserta pejabat teras Persekutuan Pengakap Malaysia dan 200 anggota 
Persekutuan Pengakap Malaysia (anggota Penegak dan Pandegak).
> 
>  
> 
> Jakarta, 15  Februari 2007
> 
>  
> 
>  
> 
> Informasi lebih lanjut hubungi :
> 
>   1.. Karo Abddimas dan Humas,  Septembri Yanti, 021-3507645, pst 
2209
>   2.. Kabag Humas, Saiko Damai, 0813-10769003
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke