salam pramuka, kakak-kakak!
terkadang pada sebuah gudep penggalang, yang menjadi pembina biasanya seorang
guru yang dianggap kompeten. guru tersebut dipilih oleh kepsek atau pembina
osis untuk bertanggung jawab kelangsungan sebuah gudep, tentu bekerja sama
dengan pembantu pembina. nah, pembantu pembina biasanya seorang anggota pramuka
yang sehari-harinya tidak bekerja di sekolah itu [alias bukan guru]. yang kerap
menjadi masalah ialah jika pembina dan pembantu pembina enggak klop. pembina
yang tidak memiliki background kepramukaan terkesan acuh dan menyerahkan 100%
urusan gudep kepada pembantu pembina yang notabene anggoa Pramuka. sementara
pembantu pembina berharap peran serta pembina sebagai pamong anak didik karena
bisa hadir setiap hari di lingkungan gudep/sekolah. yang satu terkesan acuh,
yang satu berharap kepedulian. meski sudah dikomunikasikan, masalah-masalah
seperti itu kerap muncul di beberapa gudep. saya sendiri pernah menghadapinya.
rumit juga atasinya. karena satu-satunya orang yang kita
jadikan tumpuan harapan justru menjadi batu penghalang pengembangan gudep.
nah, maaf nie kalo ada yang tersinggung. tapi, menurut kakak seberapa penting
sosok pembina?
best regard,
megi p
________________________________________________________
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]