Saya setuju jika diperlukan 2 tanggal (karena untuk data Accounting saya sendiri ada 2 tipe kurs, ada kurs on the spot dan kurs periodik) untuk mengakomodasi kemungkinan back date. Yang saya maksud memang jurnal koreksi / penyesuaian, yang setahu saya seharusnya (bukan lagi soal baik dan kurang baik, :-P) tidak boleh dilakukan proses edit history.

Saya pernah dengar, model backdate ini bisa disalah gunakan untuk menghasilkan laporan keuangan yang bisa 'disesuaikan' dengan keinginan. Misalnya, jika saldo akhir adalah laba 1 juta rupiah, dibuatkan koreksi backdate agar saldo akhir laba 100 ribu rupiah, yang tentunya dibuat-buat (misalnya, memperbesar pengeluaran atau mengurangi pemasukan) agar berimplikasi pada laporan keuangan.

Terima Kasih atas koreksi dan pengalamannya.


Vavai

Heru Rahadyan wrote:
alo mas vavai, sekedar tambahan saja (kebetulan ada juga yg nanya 
ttg back date lewat japri ke saya)

saat ini banyak sekali perusahaan yg memperbolehkan (baca: 
menginginkan) back date dlm sistem akuntansinya krn berbagai 
kepentingan. misalnya : tagihan datang terlambat pdhl harusnya 
dicatat pd tgl tertentu atau bulan lalu atau krn byk transaksi jd 
ada yg ketinggalan shg hrs back date dst. ini sangat penting bagi 
banyak perusahaan krn menyangkut perhitungan bunga, informasi 
manajemen dll utk melihat kondisi riil perusahaan.

berbeda dgn jurnal koreksi (yg ditanyakan lewat japri atau mungkin 
juga dimaksud oleh mas vavai), seperti namanya, jurnal ini memang 
utk mengkoreksi sebuah data krn ada kesalahan. dan perlu diingat, 
jurnal koreksi sesuai prinsip akuntansi yg baik malah sebaiknya tdk 
back date. sedangkan backdate di atas memang disengaja dan bukan 
kesalahan.

krn itulah biasanya di program akuntansi selalu ada 2 tgl, yaitu tgl 
transaksi dan tgl valuta (tgl pembukuan). tgl valuta ini bisa maju 
maupun mundur.
cuman biasanya back date ini tdk sembarang orang bisa melakukan, 
terutama yg lintas bulan biasanya perlu otorisasi.

itu saja, maap jk ada yg tdk berkenan

-heru-

--- In [email protected], "Masim \"Vavai\" Sugianto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Terima kasih atas koreksinya, Boss Heru.

Ini bisa jadi tambahan pengetahuan buat saya dan paling tidak buat 
    
kita 
  
semua. Masalah backdate (dalam pengertian saya, backdate adalah 
    
data 
  
yang sudah lalu ada perubahan, pls CMIIW) pernah saya alami saat 
    
desain 
  
program Inventory.

Thanks,


Vavai

Heru Rahadyan wrote:

    
sedikit "koreksi" utk mas vavai
sebenarnya istilah posting dalam akuntansi itu ditujukan pada 
      
istilah 
  
"akuntansi secara manual" dimana transaksi yg telah di jurnal 
      
kemudian 
  
di "posting" atau ditransfer kedalam buku besar (ledger)
namun dalam proses otomasi komputer, sebenarnya tidak ada lagi 
perbedaan antara jurnal dan buku besar krn secara fisik datanya 
      
sama. 
  
tinggal query view-nya saja
 
utk menghitung saldo awal, memang cara yg paling praktis adalah 
melakukan "closing" setiap akhir bulan, menghitung saldonya dan 
memasukkan saldonya ke sebuah tabel khusus utk memudahkan 
penghitungan. namun hal ini cukup berisiko, apalagi jk banyak 
transaksi "back date"
 
masalah teknis query-nya juga tergantung bagaimana struktur 
      
database 
  
anda utk menyimpan data transaksi.
ini juga sgt tergantung, apakah anda membatasi hanya 1 debet dan 
      
1 
  
kredit per transaksi atau boleh lebih dst
      
  


Wahana Programmer Groups Links

<*> Untuk mengunjungi sponsor milis ini, klik link berikut:
    http://wahanaprogrammer.net

<*> Untuk menghubungi owner milis ini, kirim email ke:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Konsultasi pemrogramman bisa chat disini:
    Yahoo! Messenger: wahanaprogrammer




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke