Saya tidak setuju dengan GYN dalam hal ini.. 

    Dihadapan mayat yang (begitu banyak)  bergelimpangan - pesta
    hura-hura seyogiyanya dibatalkan... 

    Sungguh tidak senonoh menurut hemat saya kita yang tidak kena
    bencana masih mau bergembira-ria... 

    Kalau masih bisa menyerahkan uang yang sedianya akan dipakai
    untuk pesta itu untk korban lebih bagus lagi, tapi kalau sudah
    terlajur dibelanjakan undurkanlah pesta hura-hura itu. 


On 29 Dec 2004, at 21:07, Airlambang wrote:
> 
> Dana Pamilih terkasih,
> 
> Kehidupan di tempat yang aman/bebas dari musibah tentu saja harus berjalan 
> normal. Di daerah terkena bencana juga harus secepatnya dinormalkan. Apapun 
> pengertian normal yang dimaksud Dana.
> 
> Pesta, hura-hura, berada di seberang wilayah sedih, pedih, nestapa, sengsara. 
> Kalau sengsara dan bencana ditempatkan dalam "bukan normal", sesungguhnya 
> begitu juga dengan pesta atau hura-hura. Semuanya berada di wilayah "luar 
> normal".
> 
> Kalau Dana Pamilih menginginkan situasi normal, tetaplah makan, menghirup 
> udara segar, berbelanja, berdagang atau kegiatan lain yang "normal" itu. 
> Sedang pesta, kita tunda, kita alihkan dananya untuk "menormalkan" Aceh yang 
> sudah lama "tidak normal".
> 
> Alif Imam
> 
> At 12:28 29/12/2004 +0000, Dana Pamilih wrote:
> 
> >--- In [EMAIL PROTECTED], "Gu Yo-Nan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >> 
> >> Saya baca, beberapa tokoh pemerintah Indonesia menganjurkan supaya 
> >> rakyat tidak bikin pesta "hura-hura" menyongsong tahun baru ini.
> >> 
> >> Saya bisa mengerti maksud mereka. Yaitu supaya rakyat tampak 
> >> berkabung, dan supaya uang jangan dihamburkan untuk pesta, tapi 
> >> sebaliknya disumbangkan untuk korban musibah.
> >> 
> >> Masalahnya, kalau pesta-pesta tsb dibatalkan atau tidak diadakan, 
> >> tentu akan mempengaruhi penghasilan rakyat lain yang mengharapkan 
> >> pemasukan dari pesta-pesta itu. Atau dengan kata lain, rakyat yang 
> >> tidak kena musibah gempa/tsunami tsb jadi ikut menderita.
> >> 
> >> Kenapa kok roda ekonomi di seluruh negara harus dihambat karena 
> >> adanya musibah di satu tempat? Apa ini bijaksana?
> >> 
> >> Saya jadi teringat peristiwa 11 September. Beberapa hari sesudah 
> >> tanggal 11 September itu rakyat Amerika di seluruh negara merasa 
> >> panik. Kantor-kantor banyak yang tutup, demikian pula toko-toko. Tapi 
> >> kemudian Presiden Bush menyerukan supaya rakyat menjalankan hidup 
> >> yang normal. Jangan panik, terus saja senang, terus saja belanja, 
> >> terus saja naik pesawat terbang, dst.nya. Karena kalau rakyat merasa 
> >> depresi dan menjadi sendu, bisa-bisa roda perekonomian terganggu 
> >> nantinya.
> >> 
> >> Kenapa kok tidak dianjurkan saja supaya tetap hidup seperti normal, 
> >> tapi di samping itu juga menyisihkan uang untuk disumbangkan kepada 
> >> korban musibah ini?
> >> 
> >> 
> >> Gu Yo-Nan
> >
> >DP: Saya kira skalanya yang berbeda bukan esensinya.   Musibah dimana
> >potensi korban ratusan ribu (sekarang baru puluhan ribu yang tercatat)
> >itu memang terasa sangat menyedihkan bagi kita bangsa Indonesia.
> >
> >Saya kira bukannya kita membatalkan perayaan tetapi suasananya lebih
> >tidak terlalu wah hura2nya.
> >
> >Kemarin saya juga mengundang teman2 makan2 di rumah dan ada yang tanya
> >apakah akan dibatalkan?  Saya bilang tidak karena mereka tetap
> >bersimpati walaupun tetap makan2.
> >
> >Yang penting memang sumbangannya.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > 
> >Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke