http://www.sinarharapan.co.id/berita/0412/29/nas02.html
Keppres Tim Independen Munir Cuma Formalitas Jakarta, Sinar Harapan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir dinilai hanya sebagai formalitas belaka. Komite Solidaritas Untuk Munir menyatakan, Keppres itu banyak mengalami perubahan substansial, khususnya tentang mandat, kewenangan dan susunan tim sebagaimana yang telah mereka sepakati dalam pertemuan di Mabes Polri tanggal 21 Desember 2004. Dalam pertemuan di Mabes Polri yang juga dihadiri Jampidum Kejagung Hariyadi Widyasa dan Direktur Penuntutan Jampidum I Putu Kusa itu, disepakati kalau tim secara aktif membantu penyidik Polri dalam melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan pengungkapan kasus meninggalnya Munir. Tim juga berwenang untuk memberikan pertimbangan dan/atau pendapat pada penyidik dengan atau tanpa diminta penyidik, mengusulkan arah penyelidikan dan penyidikan, memonitor dan mengevaluasi perkembangannya serta meminta keterangan dari pihak-pihak yang diperlukan serta berkonsultasi dengan ahli-ahli dari dalam maupun luar negeri demi kepentingan jalannya proses penyelidikan dan penyidikan. Nyatanya, dalam Keppres yang ditetapkan tanggal 23 Desember 2004 itu hanya disebutkan, tim ini bertugas membantu Kepolisian Republik Indonesia dalam melakukan penyelidikan secara bebas, cermat, adil dan tuntas terhadap peristiwa meninggalnya Munir. Dalam melaksanakan tugasnya, tim melakukan hal-hal yang dianggap perlu bagi diperolehnya hasil penyelidikan yang bebas, cermat, adil dan tuntas secara profesional, berdasarkan fakta-fakta yang relevan bagi keperluan penyelidikan. Mereduksi Ketua Tim Pengarah Komite Solidaritas Untuk Munir Asmara Nababan menyayangkan, Keppres itu justru banyak mereduksi kesepakatan sebagaimana yang tercantum di atas. Selain itu, permintaan mereka untuk membentuk tim pengarah-yang beranggotakan antara wakil dari masyarakat, profesional dan pejabat pemerintah yakni Ketua PP Muhammadiyah KH Ahmad Syafii Maarif dan Todung Mulya Lubis-ternyata ditiadakan. "Kenapa keputusan ini hanya setengah hati. Apakah pemerintah tidak ingin pembunuhan Munir diungkap secara tuntas atau ingin melindungi pihak-pihak yang terlibat? Kami ingin pemerintah, dalam hal ini presiden menjawab. Beliau sudah berjanji pada istri almarhum Munir (Suciwati). Apa yang menghambat," tandas Direktur Cetro Smita Notosusanto dalam jumpa pers yang digelar di Imparsial, Jakarta, Selasa kemarin (28/12). Turut hadir dalam jumpa pers itu, Asmara Nababan dan Koordinator Kontras Usman Hamid. Smita mengatakan, seharusnya presiden mengambil kebijakan seperti masih menjadi Menko Polkam dulu ketika membentuk tim investigasi terhadap pembunuhan Ketua Dewan Papua Theys Eluay. Ditambahkan Usman, hal lain yang patut disayangkan adalah fase investigasi yang akan dilakukan tim ini. Dalam Keppres hanya disebutkan pada masa penyelidikan saja tanpa disebutkan masa penyidikan yang merupakan kewenangan Polri. Kalau hanya dipangkas pada masa penyelidikan saja, lanjut Usman, tim ini akan sulit berjalan efektif. "Tidak jelas polisi kapan masuk ke penyidikan. Dengan saksi yang diperiksa sudah 80 orang dan ada dugaan terjadinya kejahatan, seharusnya sudah cukup untuk masuk ke penyidikan. Apalagi waktunya hanya tiga bulan. Kami tidak ingin ini hanya formalitas saja, presiden setuju pembentukan tim tapi secara substansial gagal," sahut Usman. Kini, Komite Solidaritas untuk Munir masih menunggu surat balasan presiden yang telah mereka kirimkan sejak tanggal 23 Desember 2003. Intinya, surat itu meminta presiden untuk mengembalikan mandat, kewenangan serta komposisi tim sesuai yang mereka usulkan sebelumnya. Karena tim pengarah ditiadakan, Komite mengusulkan tim ini diketuai secara bersama (co-chaired) oleh satu wakil dari masyarakat, KH Syafii Maarif, profesional Todung Mulya Lubis dan satu dari kepolisian dengan pangkat minimum Inspektur Jenderal Polisi. Komite juga meminta agar Keppres ini juga dilengkapi dengan Instruksi Presiden (Inpres) yang mewajibkan jajaran pemerintah membuka diri seluas-luasnya pada penyelidikan tim ini, termasuk memberikan secara lisan maupun tertulis. (din) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
