--- In [email protected], "ade_kim_hook" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> "Lafal Allah": Boleh percaya boleh tidak. Satelit > DigitalGlobe > Quickbird menangkap foto Tsunami di Sri Lanka. Ulama > setempat > menganggapnya "Lafal Allah" (foto:Globalsecurty.com). > Bantuan > musibah Aceh dpt disalurkan melalui Pos Hidayatullah > Peduli; > BCA Otista 553.021.2205 a/n Baitul Maal Hidayatullah > atau BCA > Darmo 088.382.700.4. > Kalau kita perhatikan, corong dunia Islam itu selalu memberikan > gambaran yang rada-rada paranoid dan lebih condong pada tahayul. > > Muslim itu punya sejenis pikiran yang selalu dan selalu dihantui > oleh gambaran atau wujud yang melingkar, yang mana dari sana me- > reka artikan dengan laval kata " Allah ". > > Awan yang tertiup angin sehingga membentu mirip-mirip huruf " E" > yang terlentang pun mereka tarik kesimpulan " Allah" sedang me- > ngawasi diangkasa. > > Batang pohon yang merebah sehingga membentuk hurum " E " itupun > dikatakan hal yang sama. begitu juga urat buah tomat, malahan > ada sirip-sirip ikan yang cacat karena gesekan terhadap karang > pun sehingga membentuk huruf " E" yang terbaring itu, mereka > anggap suatu keajaiban alam. > Mereka selalu bilang, benda yang melingkar sehingga berebtnuk huruf > " E " itu adalah keajaiban alam. Tak syak lagi, Islam itu membang- > kitkan manusia-manusia yang penuh dengan gejala sakit jiwa. > Memang begitulah kenyataannya, aku sebagai salah satu umatnya sangat sedih melihat bagaimana saudara2ku seagama menjadi korban kepercayaannya yang mengingkari kenyataan2 yang berlaku dalam ilmu pengetahuan. Aku berhasil mengubah pandangan Islam dari keluargaku, baik dengan bantuan kepada keluarga, kasih sayang, maupun melalui pendidikan2 ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Namun untuk mengubah pandangan seluruh umat yang sudah terpecah belah dari dahulu kala, tidaklah mudah, karena selain biaya pendidikannya mahal tidak terjangkau, juga kemauan untuk belajar hampir mendekati zero akibat dirasuk kepercayaan ini. Takhyul dan dongeng dianggapnya ilmu pengetahuan, Harun Yahya dianggapnya peneliti ilmu pengetahuan yang terkemuka. Demikianlah nasib Islam di Indonesia memang betul2 tergantung kesungguhan para pemimpinnya untuk membela dan memajukan umatnya, bukan hanya memanfaatkannya demi kehidupan yang seperti disorga meskipun belum mati. Sekali lagi rasa prihatinku ini agar diperhatikan sesama umat demi menyelamatkan umat itu sendiri. Kita beragama bukan untuk menghancurkan kehidupan ini, melainkan untuk mengembangkan kehidupan ini agar lebih berarti demi kebahagiaan. Tidak akan pernah ada kebahagiaan disorga kalo kita menghancurkan kebahagiaan hidup dibumi ini, karena kebahagiaan kita dibumi inilah yang dijadikan cermin untuk mendapatkan kebahagiaan disorga nantinya. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
