Kompas
Rabu, 16 Februari 2005
Pemimpin TNI Jangan Feodal dan seperti Selebriti
Jakarta, Kompas - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard
Ryacudu mengingatkan seluruh jajaran pimpinan yang ada di tubuh TNI mulai dari
jabatan komandan peleton agar tidak bersikap seperti seorang feodal atau tokoh
selebriti yang enggan turun ke lapangan bekerja bersama anak buah.
Pernyataan itu disampaikan Ryamizard, Selasa (15/2), seusai menjadi
inspektur upacara serah terima jabatan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dari pejabat lama Mayor Jenderal TNI
Sriyanto kepada Brigadir Jenderal Syaiful Rizal.
Menurut Ryamizard, kriteria bukan feodal dan bukan selebriti seperti
itulah yang diperlukan untuk menjadi figur seorang pemimpin di tubuh TNI,
termasuk jika seseorang akan dicalonkan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat
(KSAD) mendatang menggantikan dirinya. "Pemimpin harus mencintai orang-orang
yang dipimpinnya. Harus turun sendiri ke lapangan. KSAD mendatang harus seperti
itu. Kalau prajurit sedang bikin jembatan, pemimpin setidaknya hadir di
lapangan. Jangan cuma memerintah-merintah seperti raja-raja feodal," ujarnya.
Lebih lanjut Ryamizard menolak menjawab pertanyaan wartawan, baik terkait
dengan kemungkinan dirinya dicalonkan sebagai Panglima TNI menggantikan
Jenderal Endriartono Sutarto maupun terkait dengan nama-nama calon pengganti
dirinya sebagai KSAD.
Seperti diberitakan sebelumnya saat berbicara dalam upacara serah terima
jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi di Bandung, Senin
lalu, Ryamizard menyebutkan beberapa perwira tinggi di jajaran TNI AD sudah
memenuhi syarat untuk menjadi KSAD. Beberapa nama itu antara lain Wakil KSAD
sekarang Letjen Djoko Santoso, Panglima Kostrad Letjen Hadi Waluyo, dan
Inspektur Jenderal TNI Letjen Djadja Suparman. Akan tetapi, menurut Ryamizard,
semua itu diserahkan kepada Panglima TNI dan Presiden. "Salah kalau kamu tanya
sama saya. Lha, yang mau diganti saya kok. Masak saya yang malah ngomong. Saya
enggak tahu. Tanya saja ke yang berhak mengganti saya, seperti Panglima TNI,"
ujarnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menerima laporan
kenaikan pangkat 23 perwira tinggi TNI di ruang hening Markas Besar TNI
Cilangkap, Jakarta. Para pejabat yang melaksanakan pelaporan antara lain Letjen
TNI Cornel Simbolon (Dankodiklad), Mayjen TNI Bob Pangemanan (Wadansesko TNI),
Brigjen TNI Nanang Djuana Priadi (Wadan Paspampres), Laksma TNI Room Effendi
(Wagub AAL), dan Marsda TNI Imam Wahyudi (Widyaiswara Utama Bidang Strategi
Lemhannas).
Hadir dalam upacara pelaporan itu para kepala staf masing- masing matra
angkatan, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (KSAD), Laksamana TNI Bernard Kent
Sondakh (KSAL), dan Marsekal TNI Chappy Hakim (KSAU). (dwa)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/