Setelah membaca banyak tanggapan soal asimilasi dan integrasi, dan dikaitkannya 
kedua idee ini ,dengan LPKB dan Baperki respectively, perlu disimak sedikit apa 
artinya kedua kata itu. Apalagi akan sangat membingungkan apabila kedua kata 
dengan isinya dua idee ini akan diusahakan diterapkan kedalam suatu masyarakat. 
 
Kata assimilation menurut dictionary intisarinya memberikan kete-rangan sebagai 
berikut: to make similar or like(with to or with), to take fully into the mind, 
experience effects (e.g. knowledge) to receive and accept fully within a group. 
absorb, to convert into a like substance, as food in the body.
 
Kata integration:unification into a whole e.g. of diverse elements(such as a 
racial variety) in a community, the state of being integrated, the formation of 
a unified personality.
 
Bila kita serap kedua arti dari kedua kata tersebut maka kelihatan bahwa kata 
atau idee integration dalam hal ini apabila tujuannya mau  diterapkan kedalam 
masyarakat,  bisa dikatakan bahwa integrasi itu kelihatan benign sekali 
ketimbang asimilasi.
 
Sekarang apa idee mulkultural itu? Idee ini rupanya sama sebanding dengan kata 
dan idee integrasi ini. Tidak bisa disangkal bahwa negara barat condong 
meng-aplikasikan idee multikultural yang sepertinya sama dengan idee integrasi 
ini. Idee ini memang pada hakekatnya terkandung dalam idee demokrasi itu 
sendiri. Demokrasi yang menghormati hak2 individu, menghormati hak 2 suku2 
untuk bisa berkembang dan bebas menyandang kebudayaannya yang unik itu, sebagai 
bagian integral dari suatu negara. Bisa pegang teguh masing2 budaya dari semua 
suku , malah ke beraneka ragaman budaya dianjurkan dalam negara berdasarkan 
demokrasi. 
 
Malahan, bagi siapa yang berdiam di Eropa chususnya di Jerman umpamanya, ada 
berita bahwa Selasa yang lalu di rayakan suatu milestone bagi hak2 minoritas. 
50 tahun sudah perjanjian ini hidup subur dan berkembang, sejak negarawan 
Denmark H.C Hansen dan counterpartnya Konrad Adenaur menandatangani deklarasi 
Bonn-Copenhagen yang menjamin hak2 minoritas suku Denmark dan suku Jerman yang 
hidup saling tumpang tindih di perbatasan utara Jerman/Denmark. "Problem" 
tumpang tindih kedua bangsa ini terjadi karena peperangan dari/ mulai tahun 
1864 sampai berachirnya PD ke II, dimana perbatasan antar kedua negara ini maju 
mundur menurut perjalanan sejarah. Didaerah perbatasan "pembauran" ini sangat 
"nikmat" karena hak2 minoritas dari kedua bangsa yang kebetulan ada di wilayah 
tetangganya mendapat jaminan penuh dari masing2 pemerintah. Tidak ada alasan 
atau anjuran let alone paksaan untuk membaur, baik itu integrasi apalagi 
asimilasi terhadap suku2 yang kebetulan ada diwilayah negara lain di
 perbatasan itu.
 
Untuk menjaga, dalam meneruskan tulisan ini saya tidak berniat mem-pre-empt 
:benar tidaknya idee2 semacam asimilasi dan integrasi itu diterapkan di 
Indonesia. yang penting kiita lihat kedua proponent dari kedua idee yang memang 
beda dalam "jiwa"nya itu sendiri. 
Terasa, bagiku, se-tidak2nya bahwa idee integrasi dari Baperki itu terasa benar 
sifatnya yang benign, sedangkan idee asimilasi itu terasa benar menusuk ke 
pe-rusakkan suatu idee demokrasi. Apalagi asimilasi itu ,apabila mau diteruskan 
akan mengacu ke persoalan biologis, mempunahkan suatu race tertentu. Sekali 
lagi :apalagi, kita tinjau secara religius/primordial, maka idee asimilasi itu 
sudah dengan jahatnya  ingin memusnahkan suatu race tertentu. Kita angkat 
sekali lagi dipandang dari religiositas, kita tidak tahu dan tidak punya kuasa 
apa2 , kita2 ini akan dilahirkan sebagai race apa. Jadi ingin menghapus race 
tertentu itu sudah bertentangan dengan religi, bertentangan dengan hak hidup 
kemanusiaan.
 
Sekarang apabila ditinjau dari kejadian antagonisme, antara LPKB dan Baperki 
pre-Suharto, maka kelihatan benar kejanggalan pihak LPKB.  LPKB yang didirikan 
oleh orang2 yang bernuansa katolik, tapi sebaliknya menggunakan kendaraan 
politis untuk menghapuskan suatu race tertentu adalah diluar common sense 
seseorang. Apakah karena Baperki sudah dicap sebagai gerakan yang ke-kiri2-an 
maka LPKB yang diprakarsai oleh orang2 katolik, demi menghadang arus Baperki 
maka mereka mengangkat soal race ini sebagai pretext untuk bisa kelihatan lebih 
nasionalistis? Tanpa prejudice, karena memang ini sudah lama terdengar bahwa 
LPKB ini sudah menjadi kaki tangannya CIA dalam pertarungannya melawan Baperki. 
Bahkan dalam Cornell white paper dan analisa2 lain, diungkap bahwa Romo Beek 
seorang biarawan katolik itu adalah benggolan yang dekat dengan CIA. Amerika 
zaman pre Suharto merasa kepepet dalam kancah perjoangan di Asteng. Suharto 
dalam membangun kekuasaannya banyak mendapat input dari
 LPKB(pemimpin2nya) dan setelah itu mendapat input/nasehat2 dari CSIS. CSIS ini 
juga adalah think tank yang diprakarsai oleh pemimpin2 LPKB. Baru CSIS ada 
semacam falling out dengan Suharto dan Habibie naik panggung makan think 
tank(ICMI) yang didirikan Habibie mendapat prioritas sebagai penasehat Suharto.
 
Apakah LPKB menggunakan kendaraan politis dan dibeajai oleh CIA sejarah akan 
berbicara. Tapi sampai sekarang rupanya seperti pepatah bilang: sejarah itu 
dibuat oleh pemenang. Apapun niat LPKB terasa benar kejanggalan tindakannya, 
suatu idee integrasi-asimilasi yang bernuansa sosial bisa dipelintir jadi 
urusan politik dengan segala akibatnya yang parah bagi semua pihak ,di negara 
Indonesia.
 
Harry Adinegara.
 
 



---------------------------------
Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke