http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/19/taj01.html


Skandal KPU Jangan Menjadi Bola Liar


PENANGKAPAN anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Drs. Mulyana Wira Kusumah sudah 
sebelas hari, namun masih belum jelas juga duduk perkaranya. Komisi 
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) padahal mengatakan ia tertangkap 
tangan menyuap Pegawai Negeri Khairiansyah Salman, auditor dari Badan Pemeriksa 
Keuangan (BPK), dan telah banyak orang diperiksa. 

Pertanyaan masyarakat: pertama, apa peranan dan status Khairiansyah Salman, 
sebab telah menerima Rp 150 juta, 3 April 2005 lalu, dan 8 April 2005 menerima 
lagi Rp 150 juta lagi dari Mulyana. Barang bukti ada pada siapa, KPK atau 
Khairiansyah, sebab ini akan menentukan peran serta pelapor. 

Karena tidak jelas status Khairiansyah, banyak komentar termasuk dari Ketua BPK 
Prof. Dr. Anwar Nasution yang menyatakan Khairiansyah sebagai kampungan dan 
akan mengambil tindakan karena tidak terlebih dahulu melaporkan kepadanya, 
walaupun kritik tersebut kemudian diubah. Mungkin Anwar Nasution lupa bahwa 
suap bukan urusan BPK tetapi penyidik, yaitu kepolisian atau KPK. Menangkap 
pelaku tindak pidana tidak perlu minta restu atasan, sebab keburu pelakunya 
kabur. 

Kedua, belum jelas, apakah yang diperiksa KPK masih sekitar penyuapan atau 
sudah dugaan mega korupsi di KPU sebab berbagai berkas sudah disita dari KPU. 
KPK sebagai badan luar biasa dengan kewenangan yang amat besar untuk 
memberantas korupsi seharusnya tidak perlu lama mengusut dan menentukan siapa 
saja yang terlibat dalam penyuapan tersebut. 

Jelas beda antara penyuapan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam 
penyelenggaraan Pemilu 2004. Supaya tidak menjadi bola liar, seharusnya KPK 
setahap demi setahap dan konkret mengumumkan siapa yang terlibat dalam kasus 
penyuapan, apakah hanya Mulyana atau ada orang lain. 

Pertanyaan ketiga, apakah KPK mampu mengungkap atau sudah kehabisan daya juang? 
Sudah banyak staf KPU yang diperiksa tetapi belum diketahui siapa saja yang 
terlibat kasus suap. Pertanyaan keempat, apakah nasib KPK akan sama dengan Tim 
Gabungan Pencari Fakta yang pernah ada pimpinan Adi Andoyo Sutjipto SH dan 
Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN)? 
Pertanyaan kelima, mengapa KPK menangkap Mulyana dalam kaitan suap apakah 
karena ada hambatan besar untuk menyentuh dugaan korupsi di KPU sehingga perlu 
batu loncatan dengan kasus suap tersebut? Pertanyaan keenam, apakah hanya 
Mulyana juga yang terlibat dalam kasus korupsi dalam penyelenggaraan Pemilu 
2004 atau lebih spesifik lagi, apakah KPK mampu membongkar korupsi di KPU atau 
tidak? 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah wajar dan akan terjawab atau tidak 
tergantung dari cara kerja serta kemampuan KPK. Masyarakat berharap bahwa cara 
KPK bekerja beda dengan instansi dan lembaga yang ada selama ini, persoalan 
selesai ditelan waktu sehingga rakyat lupa. Contoh paling jelas kasus mantan 
Presiden Soeharto, presiden dan jaksa agung terus berganti tetapi tidak ada 
penyelesaiannya.

ebrakan KPK tersebut disambut baik masyarakat, dan tidak dipersoalkan istilah 
jebak-menjebak. Penyidikan konvensional tidak dapat lagi mengungkap kasus suap 
dan sogok. Harapan masyarakat terhadap KPK amat besar, persoalannya apakah KPK 
mampu mengemban tugas besar tersebut? Apakah KPK kuat terhadap iming-iming 
suap? Apakah KPK mampu melewati ranjau-ranjau dan hambatan birokrasi dan apakah 
KPK. disenangi semua pihak apalagi mereka yang terancam dengan kehadiran KPK? 

Karenanya, ada kekhawatiran suap yang dimunculkan agar korupsi di KPU 
tertutupi. Kalau itu benar, KPK telah masuk dalam konspirasi buruk. Menghindari 
spekulasi seperti itu KPK harus segera mengungkap siapa-siapa yang terlibat 
dalam kasus penyuapan, apakah ada anggota KPU lainnya atau hanya setingkat 
sekretariat jenderal? Sehingga kita berharap secepatnya KPK mengungkap dugaan 
korupsi di KPU berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2004 tanpa menunggu 
hasil audit dari BPK yang harus diserahkan dulu ke DPR. Ini karena masyarakat 
menunggu apakah benar ada korupsi di KPU, dan kalau kita semua ingin tahu para 
pelakunya yang terlibat di dalamnya. 

Itu perlu karena akan menyadarkan kita bahwa manusia itu memiliki keterbatasan 
serta mudah tergoda, ahli di kampus ditugasi mengurus logistik, tender dan 
pengangkutan akhirnya seperti itulah. 
Bagaimanapun baiknya seseorang kalau sudah masuk di lingkaran birokrasi yang 
sudah koruptif akan tercemar pula, dan untuk perlu diproteksi dengan 
perbaikan-perbaikan di masa datang. 
Semua tahu bahwa Mulyana W. Kusuma dan semua anggota KPU tidak memahami soal 
pengadaan barang, tender serta distribusi sampai ke desa-desa, tetapi karena 
terjadi penyelewengan sebagai penanggung jawab harus menerima risiko. Itu 
pulalah harapan kepada Mulyana W Kusuma, sebagai aktivis penegakan hukum dan 
penghormatan pada hak asasi manusia hendaknya menempuh jalur normatif, 
mengatakan apa adanya sehingga hukum dapat ditegakkan serta setiap orang 
bertanggung jawab atas perbuatannya. 

Demikian jugalah BPK hendaknya bersikap arif sekaligus memperbaiki kinerjanya 
dan menyadari bahwa pemeriksa BPK itu rentan terhadap suap. Bagaimanapun kepada 
BPK juga akan muncul pertanyaan: apakah hanya Khairiansyah saja yang pernah 
disuap? Mengapa ia melapor ke KPK dan bukannya ke BPK? Mungkin saja 
Khairiansyah dongkol dengan cara kerja BPK dalam menangani kasus dugaan korupsi 
di KPU sehingga ia melapor penyuapan ke KPK. Dalam kaitan ini lebih baik Anwar 
Nasution mengarahkan perhatiannya untuk perbaikan ke masa depan BPK daripada 
menindak Khairiansyah

Kepada KPU masyarakat juga berharap, baik Ketua-Wakil Ketua dan para anggota 
untuk kesatria dalam menghadapi permasalahan dengan menyerahkan kepada 
ketentuan hukum yang berlaku. Kita mengharapkan agar persoalan hukum 
diselesaikan secara hukum tidak dengan politik, atau membiarkan skandal KPU 
tersebut menjadi teka-teki, apalagi bola liar. ***
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke