Indo Pos
Kamis, 21 Apr 2005,

50 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung

Pecundang atau Perlawanan?

Lima puluh tahun lalu, di Bandung, Indonesia berhasil menyebarkan dan 
menanamkan virus ke berbagai bangsa Asia-Afrika (AA) bahwa kemerdekaan adalah 
hak segala bangsa dan karena itu penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. 

Dan, justru dengan gelora menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa 
Indonesia dengan Bung Karno sebagai pemimpinnya harus ditempatkan sebagai 
ancaman bagi negara-negara yang berwatak imperialis. 

Virus itu telah menjalar ke setiap sudut penjuru dunia. Bangsa-bangsa AA 
-sesuai dengan keputusan Konferensi Asia-Afrika (KAA) waktu itu yang disebut 
sebagai Dasa Sila Bandung- jelas menancapkan semangat antikolonialisme, 
antiimperliasme, dan antifeodalisme. 

Justru dengan istilah demokrasi dan hak asasi manusia yang digembar-gemborkan 
Amerika Serikat sekarang ke setiap bangsa, KAA sebenarnya sudah melihat ke 
depan bahwa kolonialisme, imperialisme, dan feodalisme tetap merupakan ancaman 
sejati bagi keberadaan umat manusia, bagi tegaknya kemerdekaan setiap bangsa, 
dan untuk kesejahteraan bersama.

Pandangan ke depan KAA saat itu sangat mengganggu keinginan melanjutkan 
penjajahan sejumlah negara. Sesuai dengan semangat zaman, model penjajahan 
berdasarkan pendudukan wilayah dengan pendekatan militer terus menyusut. 

Teapot, susutnya model itu tidak berarti menyurutkan semangat dan watak 
mengisap bangsa lain. Belajar dari cara-cara Bung Karno dan Bung Hatta, para 
penjajah itu juga melakukan hal yang sama.

Dulu, saat negeri persada ini dijajah, politik yang represif dilakukan dengan 
menggunakan tentara dan hukum penguasa, termasuk kaki tangannya. Media massa 
dibungkam, berkelompok dan berserikat dibatasi, dan rasa takut dibangun 
sistematis agar tak ada perlawanan atau sikap kritis yang berarti. 

Tetapi, sistem politik saat itu membebaskan kaum puritan dan kelompok pejuang 
untuk membaca berbagai buku tentang pemikiran yang berkembang di dunia. Maka, 
walau Bung Karno dan Bung Hatta ditahan di Digul atau di pelosok persada ini 
sekalipun, mereka tetap mampu 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke