Media Indonesia Minggu, 08 Mei 2005
Wapres Ancam Tarik Dubes jika tidak Lindungi TKI JOHOR BAHRU (Media): Wapres Jusuf Kalla mengancam akan menarik para duta besar kembali ke Jakarta bila tidak mampu melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, termasuk melindungi para tenaga kerja Indonesia (TKI). "Kalau tidak membela kalian, kita panggil pulang karena kalianlah pahlawan devisa," kata Wapres dalam tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Johor Bahru, kemarin, yang sebagian besar dihadiri oleh para TKI di negeri itu. Seperti dilaporkan wartawan Media, Muchlis Hasyim dari Johor Bahru, Malaysia, Wapres menegaskan, ia akan marah kepada dubes atau konsul jenderal bila tidak membela WNI termasuk TKI. "Saya minta dubes menyewa pengacara yang cukup untuk membela TKI yang ditangkap tanpa alasan," kata Wapres pada acara yang dihadiri oleh Dubes RI untuk Malaysia Rusdihardjo dan Konjen RI di Johor Bahru Maryadi Hadi Suwiryo. Namun, ujarnya, bila ada TKI yang melanggar aturan hukum, tidak perlu dibela. "Kalau orang mempertahankan diri, harus dibela. Apalagi kalau ada perempuan yang diganggu, itu harus dibela," kata Wapres pada acara yang juga dihadiri Menakertrans Fahmi Idris. Wapres meminta agar WNI yang berada di luar negeri termasuk para TKI mematuhi aturan hukum di negara tempatnya bekerja atau berada. "Orang asing harus menaati peraturan di negeri itu, kalau tidak taat ya diusir saja. Semua negara mempunyai aturan seperti itu. Kalau tidak taat, dihukum saja." Wapres juga mengingatkan kepada para TKI untuk mengikuti pepatah Minang yang menyebutkan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, yang berarti setiap orang harus mematuhi peraturan di negara tempatnya bekerja atau berada. Ia juga mengatakan antara Indonesia dan Malaysia pada hakikatnya sama sebagai bangsa serumpun dan sebudaya. Selama di Johor Bahru, wapres juga mengadakan pertemuan dengan Sultan Johor Bahru, Mahmud Iskandar yang merupakan keturunan orang Bugis. Bahkan Wakil Perdana Menteri Malaysia Mohd Najib bin Tun Abdul Razak juga keturunan Bugis. "Saya bertemu dengan Sultan, bicara soal Bugis. Saya juga bertemu Wakil Perdana Menteri yang merupakan keturunan Bugis, artinya kita mempunyai sejarah yang sama hanya nasib yang membedakan, dulu datang menjadi sultan, sekarang datang menjadi pekerja," tegasnya. Sedangkan, Konjen RI di Johor Bahru Maryadi Hadi Suwiryo mengatakan jumlah WNI yang ada di Johor Bahru mencapai sekitar 150 ribu orang dan sebagian besar merupakan TKI. (I-1) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
