China Menjadi Capitalist Terbesar Didunia !!!
                                 
Kalo pada mulanya penguasa imperial yang mulanya cuma memonopoli kekuasaan 
kemudian berhasil memonopoli produksi dan distribusi, maka mereka akan juga 
mengontrol harga setinggi mungkin karena tidak perlu bersaing.  Persaingan 
merupakan momok bagi kapitalisme dan diharamkan dalam kekuasan imperialisme.

Dari semula semua ahli ekonomi sudah menyadari bahwa capitalisme melahirkan 
imperialisme, dan kekuasaan imperialisme pasti berkembang menjadi kolonialisme. 
 Kekuatan kolonialisme pun membentuk kelompok2 kepentingan yang saling bersaing 
dan saling memerangi, yang lemah akan punah diambil alih mereka yang lebih kuat.

Demikianlah sejarah mengakhiri mata rantai imperialisme yang sambung menyambung 
ini dalam perang dunia kedua.  Maka semua kekuatan imperialisme pada akhir 
perang dunia kedua berjatuhan dan muncul kekuatan baru yaitu "Amerika Serikat", 
the United States of America.

Meskipun Amerika berhasil menjadi pemenang Perang dunia kedua, tentunya tidak 
gampang menata dunia ini untuk saling bekerja sama bukan saling memerangi demi 
kepentingan sendiri.  Lahirnya Amerika sendiripun sebagai korban imperialisme 
yang berhasil mengalahkan kekuatan imperial Inggris dan kemudian membentuk 
negara yang non-imperial yang disebutnya sebagai "Federasi".  Kekuasaan raja2 
yang turun temurun sudah ditolak dan pertama kali didunia muncul penguasa yang 
dipilih rakyatnya.  Ternyata system negara Federasi ini berhasil muncul sebagai 
kekuatan baru dunia yang berhasil mengisi kevakuuman kekuatan pasca perang 
dunia kedua.

Kekuatan Imperial dunia melemah dan bisa dipaksa tunduk kepada Amerika.  Demi 
kepentingan bersama inilah Amerika perlu menjaga keamanan dunia dengan 
membentuk aliansi2 yang kita sama2 tahu bentuknya adalah "United Nation".  
Kekuatan Imperialisme bisa dinegosiasi melalui badan dunia ini melalui 
perundingan bukan melalui adu kekuatan.  Dan dengan tidak terlalu susah, 
kekuatan Imperial yang kalah pasca perang dunia kedua ini bisa dibujuk untuk 
melepaskan kekuasaan raja2 kepada dewan wakil2 rakyat sehingga terbentuk 
situasi dunia seperti sekarang.

Negara2 Komunis lahir justru setelah perang dunia kesatu berakhir sebagai 
paradox terhadap kekuatan raja2.  Namun sebenarnya negara2 komunisme itu tidak 
lain dari serigala berbulu domba, yaitu merupakan negara ciptaan para 
kapitalist yang menguasai bukan cuma satu koloni melainkan satu negara dengan 
memperbudak rakyatnya.  Komunisme ini merupakan samaran kapitalisme yang lebih 
buas dengan menguasai monopoli kekuasaan maupun penguasaan modal.  Komunisme 
ini adalah Neo-Kapitalisme.

Tujuan Amerika sudah jelas, adalah mendistribusikan kesejahteraan kepada 
seluruh rakyatnya.  Untuk itu perlu modal, tapi konsentrasi modal akan bisa 
membahayakan karena menciptakan kapitalisme.  Dilain pihak menghapuskan dan 
melarang kapitalisme pun akan berakibat pendistribusian kemiskinan yang lebih 
parah.

Amerika berhasil menemukan solusinya, jiwa kapitalisme yang adalah "monopoli" 
dilarang, dan semua pemain kapitalistik dipaksa menjual saham kepada 
masyarakat.  Akhirnya lahirlah dunia baru yang lebih aman seperti yang kita 
alami sekarang ini.  Memang belum sempurna tetapi bisa disempurnakan melalui 
perjalanan waktu.

http://www.examiner.com/ny-in-new-york/china-has-become-capitalist-nation-aimed-investments-us-and-eu

Demikianlah Cina yang mulanya adalah negara Komunis, tapi dengan terbukanya 
hubungan dagang dengan dunia bebas maka para kapitalis dunia memanfaatkan 
penguasa komunis ini sebagai pelindung para kapitalis yang berinvestasi di 
negaranya.

Sebagai akibat jumlah penduduknya terbanyak didunia, maka barang apapun yang 
dijual dan dimonopoli pemerintah akan menghasilkan kapitalisme tunggal di Cina. 
 Kalo saja penghasilan pemerintah Cina ini di-investasi kembali dinegaranya 
maka pasti akan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.  Namun jiwa kapitalisme 
sekali berkuasa dan mengakar dipemerintahan, maka sulit untuk menghentikan 
keserakahan ini.  Dana yang dihasilkan oleh Cina di investasikan di Amerika dan 
Eropah dengan tujuan kapitalisme yang tradisional yaitu menguasai ekonomi 
seluruh dunia.

Tujuan dan UU pemerintah Amerika tetap sama seperti semula yaitu meningkatkan 
kesejahteraan rakyatnya dengan mendistribusikan kekayaan para kapitalist 
melalui penjualan saham2.  Tetapi kapitalis yang sama dari Amerika yang 
berinvestasi di luar Amerika termasuk di Cina bisa se-wenang2 mempengaruhi 
penguasa negara lain untuk mengumbar keserakahan kapitalistiknya dengan 
berbagai cara2 konspirasi dengan para pejabat2 korup terutama di-negara2 
komunistik.

Seharusnya ambisi kapitalistis seperti ini bisa dicegah melalui badan dunia di 
UN, namun para kapitalist yang berhasil mempengaruhi negara2 diluar Amerika 
membentuk kekuatan sendiri yang menentang Amerika untuk mempertahankan 
keserakahannya.

Demikianlah, Cina tetap komunis dan bentuk negara komunisme yang tradisional 
Cina inilah yang merupakan ekspressi aseli keserakahan kapitalisme yang 
tradisional sementara para pejabat2nya merupakan pengganti figur2 imperial masa 
lalu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke