Harusnya Abbas Rekonsiliasi Dengan Israel Bukan Hamas !!!
Keimanan Islam selalu menyesatkan pemikiran rasional yang logis. Kalo
pemikiran rasional yang logis akan menciptakan keputusan2 maka keimanan
hanyalah menciptakan khayalan2 yang menyesatkan yang merugikan yang
mencelakakan diri sendiri, umat, dan agamanya itu sendiri.
Perjuangan Abbas untuk mendapatkan pengakuan terhadap negara Palestina di Arena
bangsa2 didunia dalam UN terbukti gagal. Kegagalan Abbas ini disebabkan
pemahaman yang sesat yang bertentangan dengan pemikiran rasional yang logis.
http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/02/07/lz03ej-akhirnya-abbas-jadi-pm-palestina
Realitas rasional dan logis mengenai tujuan didirikannya UN adalah untuk
menciptakan atau terciptanya perdamaian baik melalui rekonsiliasi maupun
melalui negosiasi dimeja perundingan. Dalam hal ini, untuk mendapatkan hasil
yang se-objektif2nya maka 5 kekuatan negara2 yang berpengaruh didunia duduk
sebagai badan arbitrase yang memegang hak veto yang sama kekuatannya.
Secara otomatis, untuk mencapai keberhasilan perjuangan cita2 Abbas dan
Fatahnya, secara rasional dan logis tentunya harus sejalan dengan cita2 dan
tujuan pembentukan UN itu sendiri yaitu menyelesaikan segala konflik melalui
rekonsiliasi dimeja perundingan yang dalam hal ini oleh semua bangsa2 didunia
diharapkan Abbas bisa rekonsiliasi dengan Israel dalam menjamin sekurity
kedaulatan Israel yang sudah diakui oleh UN.
Lalu apa yang bisa diharapkan masa depan Palestina dengan menentang cita2 UN
melalui rekonsiliasi dengan Hamas yang sudah diblacklist sebagai organisasi
terorist Internasional yang justru harus ditumpas ??? Menentang harapan dunia
melalui penolakan berkonsiliasi dengan Israel.
Semua negara bangsa2 sedunia hanya bisa mendukung perdamaian tapi Abbas malah
meminta dukungan memenangkan perang dalam mengalahkan Israel.
Kesalahan fatal dan blunder yang dilakukan Abbas adalah menganggap bahwa ada
140 negara2 didunia yang dipastikan mendukung cita2nya sebuah negara Palestina
dalam mengalahkan Israel. Abbas salah memahaminya bahwa dukungan ke 140
negara2 didunia itu bukan untuk mengalahkan atau melanggar kedaulatan Israel
tapi untuk berkonsiliasi dengan Israel dalam titik temu yang bisa memenuhi
harapan kedua belah pihak secara realistik dan rasional.
Tuntutan Abbas adalah batas wilayah Palestina yang mencakup wilayah milik
negara2 Arab yang di aneksasi Israel dalam perang 1967, tuntutan kedua adalah
menghentikan pembangunan pemukiman disemua wilayah yang dituntut oleh Abbas.
Disini jelas, tuntutan Abbas tidak rasional dan bertentangan dengan realitas
karena wilayah yang dituntutnya belum pernah menjadi wilayah Palestina, juga
belum pernah mendapatkan pengakuan dari siapapun juga. Juga tuntutan
penghentian pembangunan pemukiman sama sekali tidak relevan karena tidak ada
kaitannya dengan tuntutan wilayah yang dimaksudkan karena wilayah2 yang
dituntut itu sama sekali belum mendapatkan pengakuan.
Aneksasi atau pendudukan wilayah2 dalam perang 1967 oleh Israel sama sekali
bukan pelanggaran karena hal itu adalah tindakan "defensif" sebagai response
serangan keroyokan dalam perang enam hari 1967 yang mendadak tanpa ultimatum
perang sebelumnya yang mengancam kedaulatan Israel.
Kalo perjuangan kemerdekaan Indonesia punya modal tanah, sumber alam, kekuatan
rakyat dan wilayah yang dikuasai para pejuangnya, maka sebaliknya, modal Abbas
dengan khayalan negara Palestinanya sama sekali tidak punya modal tanah, sama
sekali tidak punya sumber alam, dan yang lebih mematikan adalah tidak memiliki
wilayah kekuasaan, sehingga apa yang mau dituntutnya pun hanyalah khayalan
belaka. Yang menunjang khayalan Abbas hanyalah dana dari Liga Arab, Amerika,
Eropa, dan dari UN.
Tetapi sekarang akibat tuntutan2 Abbas yang irasional dan tidak logis ini, maka
semua negara2 pendukungnya termasuk juga UN secara bertahap menghentikan
tunjangannya sementara Abbas berada dibawah blokade total ekonomi oleh Israel.
Semua negara2 liga Arab menjerumuskan diri kedalam perang saudara sehingga
tidak ada yang bisa diharapkan bantuannya terhadap Abbas maupun negara
Palestina-nya.
Satu2nya yang masih memberi nafas kepada organisasi Abbas hanyalah Israel yang
justru diperanginya.
Kalo rekonsiliasi dengan Israel masih bisa mengharapkan mendapatkan konsesi
yang dikuasai Israel, tapi rekonsiliasi dengan Hamas yang tidak punya konsesi
bahkan pemerintahannya pun hanyalah bayangan saja dinegara lain, apa yang bisa
didapatkan oleh Abbas ???
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/