“A single death is a tragedy, a million deaths is a statistic“. – Stalin
Lahir urusan tuhan Hidup urusan manusia Mati urusan tuhan Dalam konsep agama saya, kematian adalah awal kehidupan, kematian di dunia menjadi awal kehidupan di akhirat,Tetapi pertanyaan filsafat tentang kematian adalah dasar untuk menjawab mengapa kita hidup. Saya tidak bilang pencapaian Camus nihilis atau hidup hanya menunda kekalahahan tambah terasing dari cinta<khairil anwar> lahir & mati ini daerah yang paling gelap dari semua masalah kehidupan kagak ada telaah2 yang mutahir persoalan yang muncul tentang manusia—tentu manusia sendiri yang memunculkannya—mulai dari persoalan yang berkaitan dengan struktur yang menyusun eksistensinya, makna eksistensinya, kebebasan dan keterikatannya dalam mewujudkan eksistensinya di lingkungan sosialnya, hingga pada persoalan seputar kematian merupakan tabir misteri yang terus diupayakan penyingkapannya. Manusia bukanlah “probleme”yang akan habis dipecahkan, melainkan “mystere”yang tak mungkin sifat dan cirinya dapat disebutkan secara tuntas. yang diungkapkan oleh Gabriel Marcel ketika mengemukakan pandangannya tentang manusia. karena ‘kematian’ adalah tema yang relatif jarang diangkat dan dikaji secara filosofis. Dalam setiap ranah pemikiran, gagasan terbagi ke dalam tiga wilayah: ‘yang terpikirkan’ (the thought), ‘yang tak terpikirkan’ (the unthought), ‘yang tak boleh dipikirkan’ (the unthinkable). Tema ‘kematian’ barangkali termasuk dalam wilayah ‘yang tak terpikirkan’, sehingga tugas kita menjadikannya sesuatu yang ‘terpikirkan’. Hal ini terungkap dari fakta bahwa tema kematian, walaupun sudah dikaji sejak ribuan abad lampau oleh Epicurus dan para pemikir Stoa, baru mendapat perhatian serius secara sistematis pada era Eksistensialisme modern (via Heidegger, Sartre, Jaspers, dan lain-lain). pada buku Misteri Kematian Suatu Pendekatan Filosofis menyatakan banyak orang berpendapat bahwa hidup ini bersifat ironis, karena manusia sebenarnya tidak pernah meminta agar dia dilahirkan, tetapi begitu dia lahir, mencintai hidup dan kehidupannya, dia dihadapkan pada realitas yang sangat menyakitkan hatinya. Manusia dihadapkan pada kematiannya, dihadapkan pada batas akhir hidupnya, yang senang atau tidak senang harus dijalaninya, sebagaimana kelahirannya sendiri (Leahy, 1998 : ix). Lalu, berakhirkah seluruh riwayat Jhon lennon Ternyata tidak. Kematian yang dialaminya justru membuat hidupnya tak pernah berakhir. Hidup yang dia peroleh tidak meniadakan kehebatannya, malah makin meningkatkan dan memperpanjang kehebatannya itu. Kematiannya selalu dibicarakan orang, segala prestasi yang pernah dicapainya senantiasa diingat orang, kepopulerannya tak pernah lepas dari perbincangan orang, baik dan buruk sisi kehidupan yang telah dijalaninya menjadi sorotan orang. Dengan kematiannya, eksistensinya seakan diperpanjang sampai ke titik yang tak pernah berakhir. Inilah proses transendensi diri yang dialaminya. Pengertian dan pemahaman seputar kematian yang ditanggapi semata-mata sebagai peristiwa yang menakutkan dan mengancam eksistensi manusia seyogyanya perlu diluruskan.bahwa sesungguhnya ketakutan akan kematian itu hanya ada pada diri orang yang tidak memahami hakikat kematian itu, atau tidak tahu ke mana tujuan dirinya setelah mati. ________________________________ From: liver_duke <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, February 8, 2012 6:41 AM Subject: [proletar] Kematian itu .. (Tomorrow Never Knows) http://lagupedia.blogspot.com/2010/06/kematian-itu-tomorrow-never-knows.html Turn off your mind, relax And float down stream .. It is not dying, It is not dying Ketika frase yg berbunyi "kematian adalah awal", mungkin terasa lebih cocok bagi kuping para seniman atau penganut selera psychedelic yg jamak dgn pengalaman "spiritual journey". Padahal sama saja jika diterjemahkan seperti kalimat "pertemuan adalah awal perpisahan", terasa lebih umum dan gak berkesan seram. Lantas kenapa harus cocok bagi seniman atau penganutnya, mungkin saja seniman gak keliwat pusing dgn perkara lahir dan mati, terutama lebih akrab dgn selera abstrak berikut improvisasi. Adapun jika ingin diteruskan ke beberapa mahakarya semacam perkembangan agama berikut kitab sucinya, bisa dicurigai adalah hasil "di luar kemampuan dan nalar otak manusia normal". Penganut agama apapun tentu akan membela, mengatakan itulah sabda dan karya Tuhan plus embel2 wahyu secara ghoib. Tanpa bermaksud menghujat atau SARA, kenapa gak pernah memeriksa bahwa para nabi dan penerima wahyu itu sebetulnya sedang ON atau mendapat stimulasi lebih sehingga "kerasukan"? Kerasukan bisa berarti mabok, atau in trance, atau akibat diculik Alien, tinggal pilih. Artinya telah terdapat spektrum pengalaman yg lalu diterjemahkan segenap indrawi saat memperoleh guncangan emosional, bisa berupa histeria atau kehilangan teramat sangat, atau stimulan antara lain melalui suplemen artifisial tertentu dgn efek yg melewati ambang kesadaran. Efek buster begini yg sanggup merubah persepsi objektif (rasional), bahkan mengatur pola perspektif kesadaran akal (logic) hingga melanglang ke alam mistik. http://www.youtube.com/watch?v=TmSlwT1xzus [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
