http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/15/utama/1897550.htm


     

      GAM Ditawari Posisi Politik 
      Dibuat Terobosan untuk Memecah Kebuntuan

      Oleh:ABUN SANDA

      Helsinki, Kompas - Delegasi Indonesia menawarkan rancangan persetujuan 
bahwa 10 partai politik akan bersedia mendukung pencalonan orang-orang Gerakan 
Aceh Merdeka pada pemilihan langsung posisi-posisi wali kota, bupati, dan wakil 
gubernur di Nanggroe Aceh Darussalam. 

      Tawaran itu disampaikan dalam perundingan informal antara delegasi 
Indonesia dan GAM di Helsinki, Kamis (14/7).

      Ini adalah terobosan untuk menjauhkan perundingan dari ancaman kebuntuan 
menyangkut tuntutan GAM tentang perlunya partai politik lokal. Delegasi 
Indonesia tetap menolak kehadiran partai politik lokal. Jawaban dari GAM atas 
terobosan ini kemungkinan disampaikan pada perundingan lanjutan hari Jumat ini.

      Ada satu terobosan lain lagi yang ditawarkan kepada GAM, tetapi sumber 
Kompas di perundingan itu belum berani mengungkapkannya.

      Perundingan itu sendiri, menurut delegasi Indonesia, kemungkinan akan 
berjalan sukses pada hari akhir, yang direncanakan Sabtu besok.

      Ketua tim perunding Hamid Awaluddin membantah kalau dikatakan telah 
terjadi kebuntuan.

      Tim perunding masih mendiskusikan masalah ini secara sangat serius. Tapi 
tidak ada istilah deadlock. Sebab baru bisa disebut deadlock apabila kedua 
belah pihak sudah tidak berbicara tentang subyek, ujar Menteri Hukum dan Hak 
Asasi Manusia itu.

      Menurut Hamid, sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam perundingan ini.

      GAM, katanya, menyatakan sudah tidak menuntut berbagai hal prinsip 
seperti kemerdekaan dan referendum, tetapi meminta supaya permintaan 
partisipasi di partai lokal dikabulkan. Sementara delegasi Indonesia secara 
tegas menyatakan tidak bisa.

      Tidak bergeser

      Hamid menyatakan, sejak awal posisi Indonesia memang tidak pernah 
bergeser, selalu menyatakan tidak untuk permintaan GAM ihwal partai lokal. 
�Dan pernyataan tidak tersebut merupakan suatu keharusan, bukan pilihan,� 
ujar Hamid.

      Ia menjelaskan, Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. 
Kalau ada partai lokal, itu berarti keluar dari koridor negara kesatuan.

      Di sisi lain, ujar Hamid, bangsa ini sangat majemuk atau heterogen, 
bangsa ini mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kemajemukan itu. 
Dan, fenomena konflik horizontal yang sempat terjadi di beberapa daerah menjadi 
bukti hal tersebut. Sekarang dengan kecenderungan baru, warga bisa konflik 
karena batasan daerah. Ada yang mau bergabung dan ada yang tidak mau bergabung 
ke dalam satu provinsi atau kabupaten tertentu. Ini aspek yang hendaknya sangat 
dipahami, ujar Hamid.

      Dalam perundingan, Hamid disertai empat anggota tim perunding, yakni 
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil; Direktur Jenderal Pelayanan 
Medis dr Farid Wadjdi Husain; Deputi Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Usman 
Basjah' dan Direktur HAM, Kemanusiaan, dan Sosbud Deplu I Gusti Agung Wesaka 
Pudja.

      Delegasi GAM dipimpin Malik Mahmud (PM GAM), dr Zaini Abdullah (Menlu dan 
Menkes GAM), Bachtiar Abdullah (Menpen), serta dua anggota delegasi lainnya, 
Nurjuli dan Nurdin.

      Sofyan Djalil juga menyatakan bahwa perundingan ini sama sekali tidak 
menemui jalan buntu. Sofyan menyatakan, kalau ada hal yang belum tuntas, akan 
didiskusikan lebih dalam. Pembicaraan dalam perundingan informal babak kelima 
ini tetap berjalan dalam iklim yang baik dan konstruktif.

      Wajar kalau dalam sebuah perundingan ada topik yang tampak sangat maju 
dan ada topik yang memang masih harus didiskusikan lebih jauh. Selalu ada jalan 
untuk menyelesaikan masalah, katanya.

      Dikontrol Jakarta

      Juru bicara delegasi GAM, Bachtiar Abdullah, menegaskan kembali 
komitmennya pada prinsip-prinsip demokrasi sebagai bagian dari penyelesaian 
konflik berkepanjangan di Aceh.

      GAM menolak pernyataan politisi di Indonesia bahwa anggota GAM bisa 
ditawarkan posisi politik. GAM menolak sepenuhnya proses yang tidak transparan.

      Bachtiar juga menyatakan bahwa GAM tidak mencari penghargaan bagi 
anggotanya saja, tetapi bagaimana membangun proses yang terbuka, transparan, 
dan menciptakan kerangka politik yang plural bagi seluruh rakyat Aceh.

      Bachtiar menyinggung pernyataan bahwa Indonesia sekarang lebih 
demokratis, tetapi masih ada pembatasan dalam berpartai, yang menyebutkan bahwa 
parpol harus berpusat di Jakarta, memiliki perwakilan di 50 persen provinsi dan 
50 persen kabupaten kota di tiap provinsi.

      Itu, katanya, berarti partai politik dikontrol dari Jakarta. GAM menolak 
kontrol yang terpusat itu, yang berarti juga tidak merefleksikan harapan rakyat 
Aceh nantinya.

      Dalam kaitan itu, GAM mengimbau pemerintah mengubah Undang-Undang Nomor 
31 Tahun 2002 tentang Parpol dengan menghapuskan sejumlah pembatasan tersebut.

      Namun, di Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menegaskan bahwa 
konsep partai politik lokal tidak sejalan dengan kerangka Negara Kesatuan 
Republik Indonesia (NKRI).

      Pemerintah sendiri tentu tetap berpendirian. Kita ini negara NKRI. Tentu 
saja, secara politik, itu semua harus dibicarakan dalam kerangka NKRI tersebut, 
ujar Wapres seusai membuka pertemuan ilmiah ke-15 Perhimpunan Dokter Spesialis 
Bedah Indonesia.

      Wapres menyatakan, meskipun sesi perundingan informal di Helsinki masih 
membahas masalah partai politik lokal, pihaknya optimistis masalah yang 
dianggapnya masih intensif itu bisa diselesaikan.

      Tentunya kita semua mengharapkan ada kemajuan-kemajuan dan solusi yang 
baik di hari- hari mendatang, katanya.

      Ia menambahkan, jika perundingan informal ini bisa diselesaikan, 
diharapkan nota kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Indonesia dan GAM bisa 
ditandatangani pada bulan Agustus. (HAR)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke