Barusan lihat situsnya yang keterangannya dalam campuran bahasa Indonesia dan 
Inggris. Lengkap sudah, bekas lumbung padi di Jawa diolah jadi pabrik dan lahan 
perkuburan.

Masih diragukan apakah masa proses berkabung bisa dipersingkat atau dihilangkan 
dengan segala macam fasilitas yang diadakan.


--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Waktu pertamakali memakamkan kerabat di San Diego Hills
> Memorial Park (di Ka-rawang, bukan di Ca-lifornia) 
> terus terang kaget juga, karena ini bukan cuma kompleks 
> pemakaman yang menawarkan kemewahan dari segi tata-ruang 
> dan kepemilikan kapling 2x1 tapi juga menyajikan konsep 
> penguburan yang beda. 
> 
> Kalau selama ini mengubur berkonotasi muram dan terpusat 
> pada mendiang, maka di pemakaman ini perhatian orang 
> terpecah kian-kemari oleh berbagai fasilitas hiburan di 
> tengah pekuburan. Di "down town" kuburan mereka sediakan 
> kapel dan masjid kecil. Selain untuk upacara perpisahan 
> dengan mendiang, dua bangunan di tengah kuburan itu 
> ternyata juga disewakan untuk upacara dan pesta kawin. 
> Lalu di sekitarnya ada pusat jajan, restoran internasional, 
> toko-toko cinderamata, sampai cafe. Jadi, setelah mengubur, 
> rombongan duka tidak perlu takut kelaparan mengingat lokasi 
> pekuburan ini cukup jauh dari kota. 
> 
> Bagi yang menziarahi makam pun tak perlu susah hati datang 
> jauh-jauh hanya untuk menabur bunga. Sebab, pengelola makam 
> sudah juga menjungkirbalikkan konsep ziarah menjadi 'rekreasi'. 
> Berbagai fasilitas hiburan disediakan, seperti danau buatan 
> dengan aneka kegiatan air. Selain bersepeda air di danau, 
> orang juga boleh bersepeda darat untuk berkeliling menikmati 
> taman kuburan maupun pengunjung yang cantik-cantik bermata 
> sembab. 
> 
> Berbagai fasilitas olahraga juga disediakan. Di antara yang 
> belum selesai waktu itu (entah sekarang) adalah lapangan 
> basket, kolam renang, bahkan lapangan bola! Bagi yang gila 
> jogging, silakan berkeliling dari blok makam satu ke blok 
> makam lainnya. 
> 
> Nah, setelah memakamkan kerabat waktu itu, keluarga besar 
> yang tergolong rombongan penggemar makan enak ini bersetuju 
> menjajal resto di sana. Kecuali pakaian pengunjung yang 
> kebanyakan (masih) warna hitam, selebihnya tak ada suasana 
> muram. Semua orang tampak makan dengan penuh selera. Apalagi 
> sambil diiringi piano tunggal berkonsep dangdut alias 
> lagu-lagu sedih dalam beat riang (di antara yang teringat 
> al. instrumentalia Devil in Her Heart, No Reply, Run For Your 
> Life dsb). 
> 
> Entah apa yang ada di benak si bungsu ketika dalam kenyangnya 
> dia menyimpulkan bahwa dirinya betul-betul berada di pemakaman 
> yang ceria! Bukan cuma rombongan ini yang manggut-manggut, 
> rombongan di meja-meja lain pun keliatan sependapat. 
> 
> Kematian barangkali memang tidak selalu harus ditunjukkan 
> dengan kesedihan yang nyata. Prosesi kematian ala New Orleans 
> yang akrab dengan funeral jazz macam "When The Saints Go 
> Marching In" rasanya lebih pas. Sedangkan GGITS sebagai lagu 
> kematian gaya Pink Floyd pasti terlalu berat untuk mengudara 
> di pekuburan model begini. 
> 
> Salahsatu New Orleans kaporit, 
> http://www.youtube.com/watch?v=WbHcg3aMx5s
> 
> --- "Teddy S." <teddyr@> wrote:
> 
> > Dengan 'wordless vocal' tersebut, maka ada penyiar radio Indonesia 
> > yang mengaitkannya dengan orgasme. Padahal jika narasi disimak 
> > dengan baik, tembang ini berkaitan dengan kematian. Itu sebabnya di 
> > Australia kadang diperdengarkan pada upacara penguburan orang-orang 
> > tertentu.
> > 
> > 
> > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > 
> > > "i am not frightened of dying 
> > > any time will do, i don't mind" 
> > > 
> > > Behind the Great Gig there is a great woman.. 
> > > http://www.youtube.com/watch?v=uom03bCsw9M
> > > 
> > > Sayang video wawancara nona satu itu soal 
> > > wordless vocalnya di GGITS udah lenyap, 
> > > http://www.youtube.com/watch?v=h1LTSLbhyoY
> > > 
> > > --- "liver_duke" <endyonisius@> wrote:
> > > 
> > > > Dark Side Of The Mankind
> > > > http://endyonisius.blogspot.com/2012/04/dark-side-of-mankind.html 
> > > > 
> > > > Fase ketiga dgn dukungan penuh produser yg berperan memenangkan
> > > > pengadilan, Pink Floyd berlanjut secara "lebih normal". Gitaris
> > > > merangkap vokalis David Gilmour sekaligus anggota termuda dan
> > > > bukan pendiri Pink Floyd namun kini dianggap sbg leader, rasanya
> > > > lebih memilih "jalur aman" bahkan mulai cenderung tampil 
> > > > sendirian. Walau mereka masih sanggup merilis album studio A 
> > > > Momentary Lapse of Reason (1987) dan Division Bell (1994) 
> > > > berikut kesuksesan konser raksasa yg hanya bisa dilaksanakan di 
> > > > tempat khusus, namun tak kuasa lepas dari bayang2 kesuksesan 
> > > > The Dark Side of the Moon hingga The Wall. Betapa sisi tergelap 
> > > > bulan telah menghasilkan gegar budaya di London antara lain 
> > > > berupa perlawanan sekelompok pemusik yg berseru anti rumit dan 
> > > > kecanggihan nan mapan, diganti lugasnya jurus tiga batu bernama 
> > > > Punk. Begitupun konsep album The Wall terasa pincang oleh Pink 
> > > > Floyd lantaran gak bisa utuh lagi ditampilkan,  kesemuanya 
> > > > menandai Pink Floyd memang "terkutuk" oleh kegilaan dan selalu 
> > > > dibayangi Syd Barret hingga Roger Waters. Sisi tergelap Pink 
> > > > Floyd adalah citra para anggotanya sendiri, sebuah pencerahan 
> > > > pada jalur bernama psychedelic. Bagai legenda Dr Jekyll dan Mr 
> > > > Hyde rekaan Robert Louis Stevenson, symbol yg saling melengkapi 
> > > > dan harus eksist. Reputasi Pink Floyd mustahil meninggalkan 
> > > > nyawa alienasi hingga eksploitasi arogansi dan egoisme, menjadi 
> > > > signature sekelompok musisi berikut karya sarat drama, 
> > > > kegilaan, kreativitas, sekaligus ironi, kesedihan, dan 
> > > > perseteruan.
> > > > Itulah Pink Floyd sejati yg dicatat oleh dunia dan telah 
> > > > kukenal, dari sisi tergelap menuju pencerahannya.  
> > > > 
> > > > http://www.youtube.com/watch?v=F_VAehibm5Y
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke