Iseng-iseng saya cari pake google..
Saya fwd FYI...
-------------
MyQuran
Pesantren Virtual
Jejak - Sejarah Nabi, Shahabat & Alim Ulama
Istri-istri Rasulullah : Aisyah binti Abu Bakar PDA
View Full Version : Istri-istri Rasulullah : Aisyah binti Abu Bakar
ronyfistek
15 Mar 2005, 08:15:56
Hari-hari indah bersama kekasih Allah dilalui dengan singkatnya
ketabahan menghiasi kesendiriannya guru besar bagi kaumnya pendidikan
kekasih Allah telah menempanya.
Dia adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Rasulullah
shallallahu `alaihi wa sallam lebih suka
memanggilnya "Humaira". `Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi
Khafafah berasal dari keturunan mulia suku Quraisy.
Ketika umur 6 tahun, gadis cerdas ini dipersunting oleh manusia
termulia Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam berdasarkan
perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengisahkan mimpi beliau
kepada `Aisyah :"Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam,
ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata : ini adalah
istrimu. Lalu aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu , lalu
aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah."
(Muttafaqun `alaihi dari 'Aisyah radilayallahu 'anha)
`Aisyah radhiyallahu `anha memulai hari-harinya bersama Rasulullah
sejak berumur 9 tahun. Mereka mengarungi bahtera kehidupan rumah
tangga yang diliputi suasana Nubuwwah. Rumah kecil yang disamping
masjid itu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan walaupun tanpa
permadani indah dan gemerlap lampu yang hanyalah tikar kulit bersih
sabut dan lentera kecil berminyak samin (minyak hewan).
Di rumah kecil itu terpancar pada diri Ummul Mukminin teladan yang
baik bagi istri dan ibu karena ketataatannya pada Allah, rasul dan
suaminya. Kepandaian dan kecerdasannya dalam mendampingi suaminya,
menjadikan Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam sangat
mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah Shallallahu `alaihi wa
sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah
shallallahu `alaihi wa sallam ketika sedih, menjaga kehormatan diri
dan harta suami tatkala Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam
berda'wah di jalan Allah.
Aisyah radhiyallahu `anha juga melalui hari-harinya dengan siraman
ilmu dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, sehingga ribuan
hadist beliau hafal.
Aisyah radhiyallahu `anha juga ahli dalam ilmu faraid (warisan dan
ilmu obat-obatan). Urmah bin Jubair putra Asma binti Abu Bakar
bertanya kepada Aisya radhiyallahu `anha :" Wahai bibi, dari mana
bibi mempelajari ilmu kesehatan?." Aisyah menjawab :"Ketika aku
sakit, orang lain mengobatiku, dan ketika orang lain sakit aku pun
mengobatinya dengan sesuatu. Selain itu, aku mendengar dari orang
lain, lalu aku menghafalnya."
Selain keahliannya itu, Aisyah juga seorang wanita yang menjaga
kesuciannya. Seperti kisah beliau sepulang dari perang Hunain, yang
dikenal dengan haditsul ifqi. Ketika mendekati kota Madinah, beliau
kehilangan perhiasan yang dipinjam dari Asma. Lalu dia turun untuk
mencari perhiasan itu. Rombongan Rasulullah dan para sahabatnya
berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah tertinggal. Aisyah menanti
jemputan, dan tiba-tiba datanglah Sufyan bin Muathal seorang tentara
penyapu ranjau. Melihat demikian, Sufyan menyabut Asma Allah lalu
Sufyan turun dan mendudukkan kendaraanya tanpa sepatah katapun keluar
dari mulutnya kemudian Aisyah naik kendaraan tersebut dan Sufyan
menuntun kendaraan tersebut dengan berjalan kaki. Dari kejadian ini,
orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya menyebarkan kabar bohong
untuk memfitnah ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu `anha. Fitnah ini
menimbulkan goncangan dalam rumah tangga Rasulullah
shallallahu `alaihi wa sallam, tapi Allah yang Maha Tahu berkehendak
menyingkap berita bohong tersebut serta mensucikan beliau dalam Al-
Qur'anul Karim dalam surat An-Nur ayat 11-23.
Diantara kelebihan beliau yang lainnya, Rasulullah
shallallahu `alaihi wa sallam memilih untuk dirawat di rumah Aisyah
dalam sakit menjelang wafatnya. Hingga akhirnya Rasulullah wafat di
pangkuan Aisyah dan dimakamkan dirumahnya tanpa meninggalkan harta
sedikitpun. Ketika itu Aisyah radhiyallahu `anha berusia 18 tahun.
Sepeninggal Rasulullah, Aisyah mengisi hari-harinya dengan
mengajarkan Al-Qur'an dan Hadits dibalik hijab bagi kaum laki-laki
pada masanya.
Dengan kesederhanaannya, beliau juga menghabiskan hari-harinya dengan
ibadah kepada Allah, seperti puasa Daud. Kesederhanaan juga nampak
ketika kaum muslimin mendapatkan kekayaan dunia, beliau mendapatkan
100.000 dirham. Saat itu beliau berpuasa, tetapi uang itu semua
disedekahkan tanpa sisa sedikitpun. Pembantu wanitanya mengingatkan
beliau :"Tentunya dengan uang itu anda bisa membeli daging 1 dirham
buat berbuka?" Aisyah menjawab : "Andai kamu mengatakannya tadi,
tentu kuperbuat."
Begitulah beliau yang tidak gelisah dengan kefakiran dan tidak
menyalahgunakan kekayaan kezuhudannya terhadap dunia menambah
kemuliaan.
Wallahu'alam bishowwab
myQuran.Org - Komunitas Muslim Indonesia
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/