Ref: : Jembatan ambruk, sekolah ambruk, bangunan ambruk, duit negara dimakan 
rayap penguasa, bukan kejangkalan atau keanehan di NKRI.


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/31/ArticleHtmls/8-KEJANGGALAN-PROYEK-HAMBALANG-31052012001006.shtml?Mode=0


8 KEJANGGALAN PROYEK HAMBALANG 
JAKARTA 
     

Panitia Kerja Proyek Hambalang Komisi Olahraga DPR tadi malam batal meminta 
penjelasan Kementerian Pemuda dan Olahraga perihal penganggaran proyek 
Hambalang dan ambruknya dua gedung dalam 
proyek senilai Rp 1,2 triliun itu. Pertemuan tersebut dibatalkan karena Menteri 
Andi Alifian Mallarangeng berhalangan hadir. 
“(Padahal) Saya akan menanyakan surat persetujuan Menteri Keuangan soal 
pembiayaan multiyears kontrak itu, yang dari awal tidak pernah dibicarakan 
pemerintah kepada kami,“ kata anggota Panitia Kerja dari PDI Perjuangan, Dedi 
Gumilar. Anggota Panitia lainnya, Oelfah A. Syahrullah Harmanto, menilai 
perencanaan dan pembangunan proyek di atas tanah seluas 32 hektare itu terkesan 
kurang matang.

Bukan cuma itu yang janggal di proyek yang tengah ditelisik Komisi 
Pemberantasan Korupsi tersebut. Berikut ini delapan di antaranya. IRA GUSLINA S 
| JOBPIE SUGIHARTO 

SEDERET KEANEHAN ITU 

     
1 Peningkatan skala proyek Ham balang dibikin tergesa-gesa melalui Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010. Diketahui, APBN-P lebih 
rawan dikorupsi ketimbang APBN dan, menurut ICW, sekitar 80 persen korupsi 
anggaran dilakukan melalui APBN-P. 
Sebagian anggota Komisi Olah 2 raga DPR mengaku tak mengetahui peningkatan 
skala proyek Hambalang dari sekolah atlet senilai Rp 125 miliar menjadi pusat 
olahraga bernilai Rp 1,2 triliun dengan anggaran tahun jamak.

3 Ada pembicaraan soal Hamba lang antara Menteri Andi Alifian Mallarangeng dan 
terpidana Wisma Atlet M. Nazaruddin, Koordinator Anggaran Komisi Olahraga 
Angelina Sondakh, serta Ketua Komisi Olahraga Mahyudin pada 10 Januari 2010. 
Namun pengakuan Nazar ini telah dibantah oleh semua yang hadir pada pertemuan 
tersebut.

4 Lahan Hambalang yang labil di paksakan menopang proyek besar.

5 Pengurusan sertifikat melibat kan Anas Urbaningrum--kala itu Ketua Fraksi 
Demokrat--yang meminta bantuan anggota Komisi Pemerintahan Ignatius Mulyono, 
yang dekat dengan Kepala BPN Joyo Winoto. Hasilnya, dalam waktu kurang dari 
sebulan, sertifikat kelar, padahal surat tanah ini tak kelar diurus sejak 2004.

6 Diduga ada kolusi dalam sub kontrak pemegang proyek, PT Adhi Karya, dengan PT 
Dutasari Citralaras karena Dutasari dimiliki kader Demokrat Munadi Herlambang, 
Atthiyah Laila (istri Anas), dan orang dekat Anas, Machfud Suroso.

7 Adhi Karya mensubkontrakkan sebagian pekerjaan ke Dutasari untuk pekerjaan 
yang bukan keahlian Dutasari, sehingga Dutasari mensubkannya lagi ke PT 
Bestindo Aquatek Sejahtera dan PT Kurnia Mutu.

8 Nazar beberapa kali menyata kan ada fee Rp 100 miliar dari Adhi Karya yang 
mengalir ke DPR dan untuk membiayai pemenang an Anas dalam kongres Demokrat di 
Ban dung, Mei 2010.

BERBAGAI SUMBER | JOBPIE S 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke