http://ligafantasi.blogspot.com/2012/06/welcome-to-pol-kraina-i.html

Selamat datang Euro 2012, ajang paling berpengaruh, tersibuk dan
fenomenal setelah Piala Dunia. Agenda empat tahunan yg seolah hanya
dibagi dua dan melibatkan mayoritas pelaku terbaik dari olah raga
terpopular planet ini, sanggup mengalahkan prioritas sepak bola
dari empat benua lainnya maupun skala liga beserta klubnya. Maka
dipastikan seluruh mata akan bersiap menanti genderang Euro 2012
dalam hitungan jam menuju Pol-kraina (dua negara Polandia dan
Ukraina), simultan tiga pekan ke depan hingga partai puncak di
Kiev tgl 2 Juli subuh waktu Indonesia. Status 16 negara Eropah
terbaik versi 27 ranking FIFA di luar dua tim tuan rumah (FIFA #52
dan #62) adalah representatif peta kekuatan mutakhir yg memiliki
peluang berikut kelemahan dalam kompetisi jangka pendek, filosofi
yg selalu membuatku susah untuk menulis semacam prediksi selain
membahas profil. Maka tulisan ini bukan ranah tebakan apalagi
sarana berjudi, melainkan rangkuman statistik berikut kans para tim
unggulan yg bisa amat dipengaruhi faktor jadwal (schedule & timing),
kebugaran (bioritmik & low endurance) maupun kontrol akselerasi
(teamwork & rotation). Tiga faktor yg sering kugunakan sbg Manajer
di klasmen panjang Liga Fantasi, rasanya dgn sedikit penyesuaian
masih dapat relevan untuk dijabarkan pada kompetisi skala pendek
seperti kiat harapanku mengawal Spanyol yg tabah berjuang dgn
penuh tekanan sejak fase awal di Johanesburg 2010 silam.

Faktor jadwal yg telah dipecah menjadi 4 group merupakan impresi
tersendiri, misalnya laga pembuka Group D antara Prancis x Inggris.
Adalah keuntungan besar jika Inggris dapat menahan Prancis di tengah
cideranya Rooney yg diperkirakan baru akan pulih pada laga ketiga.
Sebaliknya bencana bagi Prancis jika gagal memetik point penuh karena
akan dipaksa bekerja keras hingga partai penutup di laga keempat
mengatasi Swedia. Pentingnya jadwal pulalah sbg pembeda status dua
tim yg hanya menderita satu kekalahan di Piala Dunia 2010, yakni
Spanyol di laga pembuka serta Belanda di laga akhir alias final
penentu. Spanyol langsung introspeksi dan pulih pasca kejutan awal,
sementara Belanda mengalami anti klimaks tanpa ampun. Kemudian
memasuki babak delapan besar yg lebih membutuhkan aspek kebugaran
plus mental prima karena berlangsung secara sistem gugur menuju semi
final. Tak jarang tim besar atau begitu meyakinkan di babak awal,
langsung terhenti di babak knock out karena kontrol kebugaran dan
strategi rotasi yg lemah akibat cidera pemain atau akumulasi kartu.

Maka bagi tim yg memiliki amunisi starting eleven relatif merata
dgn tim pelapis serta mengandalkan kolektivitas, akan lebih stabil
dan mapan. Logikanya, sekuat apa sih seorang Ibracadabra yg harus
berjuang 6 laga selama 3 minggu jika dapat mencapai final sementara
tiap lawannya sempat beristirahat sekali saja? Namun pentingnya
rotasi sering diabaikan ketika seorang bintang atau tim besar didera
kelelahan dan out of form akibat siklus bioritmik. Sehingga sangat
tidak bijak jika malah melibatkan aspek gak logis seperti "kurang
beruntung" atau "wasit berat sebelah", istilah tabu serta melecehkan
kesakralan turnamen buatku. Artinya, apa sih manfaat menikmati hasil
kerja keras, biaya dan tenaga, serta perpaduan skil tiap individu
menjadi kekompakan tim untuk mengejar kemenangan atau yg tertunda
karena harus mengalami kekalahan terlebih dahulu, lantas hanya
dinilai dgn perkara non sepak bola bernama "nasib"?

Artinya pula, jika sebuah tim dgn rangking 1 versi FIFA telah
sanggup menjabarkan kapasitas dan statusnya hingga ke puncak, adalah
pembuktian paling otentik dan objektif. Namun ketikapun tim "pupuk
bawang" seperti Yunani edisi Euro 2004 sanggup tampil jawara, atau
tahun 2012 akan melahirkan tim kolektif underrated sebangsa Irlandia
yg bercokol di puncak, setidaknya telah melewati strategi ujian
berupa rangkaian jadwal, kebugaran dan akselerasi sbg proses menuju
kepantasan kaliber kampiun. Agar makin objektif, setiap tim di dalam
groupnya akan disusun secara rangking tertinggi versi FIFA sekaligus
jadi parameter utama faktor lolos, kecuali pada group C dimana Italia
berada di bawah Kroasia. Juga selain keunggulan jadwal dan statistik
ringkas perjalanan sejak babak kualifikasi, tulisanku dilengkapi
profil tim yg dilengkapi figur kapten sbg nahkoda yg relatif bermain
lebih atau paling lama untuk berlaga memelihara peluang negaranya.
Agar lebih jelasnya akan dibeberkan pada bagian kedua tulisan ini,
terlebih untuk mendukung kenapa tim pilihanku yg akan mengisi skema
babak semi final adalah Belanda vs Prancis serta Jerman vs Inggris.
Nah, bagaimana tim berikut perjuangan dan peluangnya menurut versi
anda masing-masing?

-duke-



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke