Group D : Kelompok paling "tricky" dan spekulatif, antara prestasi dan prestise. Secara statistik jelas memihak pada reputasi Inggris dan Prancis, sama2 mantan juara Dunia. Keduanya tampil sbg juara babak kualifikasi dan mentas 7 kali di Euro, namun data Prancis lebih mentereng akibat pernah jawara dua kali. Maka Swedia hanya berpotensi sbg tim penjegal bersama tuan rumah yg boleh cukup senang masih bisa melihat kiprah legenda Shevchenko untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.
1. Inggris, Tiga Macan (FIFA #006). Negara kiblat sepak bola modern berikut komoditas industri liga paling riuh sedunia, berbanding terbalik dgn prestasi di level Eropah hingga dunia. Seolah paradox bagi ilustrasi status sebuah kemapanan yg justru jadi gak mapan bila membahas kontribusi medali tim nasional Inggris. Walau relatif diremehkan bahkan jadi sasaran kekecewaan, uniknya publik terus berharap Inggris selalu memperoleh kejutan untuk tampil selama mungkin. Kapten: Steven Gerrard, skipper Liverpool yg uniknya pernah bermasalah dgn pelatih Roy Hodgson pada level klub. Soal pengalaman dan karisma gak perlu diperdebatkan, termasuk lapar dan posesif untuk mengangkat trophy Timnas di tengah kendala internal berupa badai cidera. Spesialisasinya mencetak gol dari luar kotak penalty dapat mengangkat moral tim menjadi hasil di luar analisa. 2. Prancis, Tim Ayam Jantan (FIFA #014). Salah satu favorit utamaku kali ini pasca kehancuran luar dalam di tangan Raymond Domenech, sejak ditangani Laurent Blanc telah sanggup mengalahkan tim mapan seperti Brasil hingga Jerman termasuk Inggris. Keseimbangan adalah kunci, dan setiap turnamen membutuhkan faktor penentu yg seolah akan memelihara tim dgn karakter tersebut. Kapten: Hugo Lloris, Posisi kiper klub Lyon sbg kapten rasanya tepat untuk memberi komando bagi para bintang sekelas Patrice Evra, Franck Ribery, Malouda hingga Benzema, termasuk mengatur ritme dan efesiensi untuk bertempur melawan siapapun wakil Group C pada babak knock out. 3. Swedia, The Vikings Army (FIFA #017). Kumpulan Skandinavia yg seolah ingin terus menjaga tradisi jika merekapun becus bermain sepak bola, dgn pencapaian terbaik masuk semifinal Euro 1992 setelah menyingkirkan Inggris. Prestasi lain adalah medali emas sepak bola di Olimpiade 1948, serta di pentas Piala Dunia mencapai runner up tahun 1958, serta juara tiga pada 1950 dan 1994. Kapten: Zlatan Ibrahimovic, raksasa ibarat The Mighty Thor yg semakin matang dan memiliki ambisi terbaik dalam level timnas, walau perlu dukungan dari kesepuluh pemain lainnya. 4. Ukraina, the Yellow-Blues (FIFA #052). Satu2nya negara yg belum pernah terlibat di ajang Euro, walau memiliki rangking lebih baik dari Polandia sbg sesama tuan rumah. Salah satu pecahan dari Uni Sovyet yg telah mewariskan legenda Oleg Blokhin sbg pemain terbaik Eropa 1975, kini menjadi pelatih sekaligus wibawa timnas Ukraina. Catatan tertinggi timnas Ukraina adalah saat menembus babak delapan besar Piala Dunia 2006. Secara jadwal, Ukraina dapat menentukan nasib Inggris pada laga terakhir. Kapten: Andriy Shevchenko, duta besar sepak bola dari Ukraina yg sedang menikmati masa persiapan pensiun bersama klub Dynamo Kyiv dan berbagi era keemasan bersama Sergiy Rebrov dan Oleg Luzhny. #1: Inggris #2: Prancis The Quarter : - Rusia vs Belanda = Belanda - Spanyol vs Prancis = Prancis - Jerman vs Yunani = Jerman - Inggris vs Italia = Inggris ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
