.

Saat begitu banyak berita di media Indonesia tentang para bedebah yang berebut 
menguras khasanah negaranya maka orang-orang Islam yang otaknya udah pada rusak 
berat ada yang sempat-sempatnya ngeributin "ibu ibu korea yg penyilem" berburu 
kerang & tiram

Atau ngeributin sepak bola...

Nggak ada kepedulian terhadap negerinya yang dedel duwel...



--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Ref: Oh, kalau begitu caranya. maka sebagusnya partai politik dijadikan badan 
> usaha supaya bisa bebas berbisnis. Dengan DPR dirubah bursa obyek dimana yang 
> dulunya partai politik bisa tawar menawar untuk proyek-proyek bisnis, 
> konstruksi bangunan, dagang impor expor, pengolahan kekayaan alam, misalnya 
> pertambangan, perikanan dsbnya. Lebih baik begitu dari pada dituduh 
> macam-macam, karena diperoleh proyek dan juga kalau di bursa tak perlu 
> berbicara atas nama rakyat. 
> 
> Dirgahayu NKRI!
> 
> http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2012/07/02/122982/PKS-Tolak-Amplop-Tapi-Minta-Proyek
> 
> 02 Juli 2012 | 15:11 wib
> 
> PKS Tolak Amplop, Tapi Minta Proyek
> JAKARTA, suaramerdeka.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak 
> uang pelicin terkait pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan 
> Prioritas Plafon Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 
> 2012. Hal ini terungkap dalam persidangan dengan terdakwa Wali Kota nonaktif 
> Soemarmo Hadi Saputro. Namun Partai berjargon Bersih dan Peduli ini kerap 
> meminta proyek APBD Semarang.
> 
> Menurut Sekretaris Daerah Kota Semarang nonaktif Akhmat Zaenuri, Wakil Ketua 
> DPRD Kota Semarang Ahmadi sempat menemui dirinya untuk menyatakan penolakan 
> fraksi PKS soal uang yang akan diberikan pihak pemerintah kota terkait 
> pebahasan APBD.
> 
> Sehingga, lanjut Zaenuri, jatah 50 orang anggota DPRD berkurang menjadi 38 
> orang. Rinciannya, berkurangnya jatah 6 orang anggota Fraksi PKS itu yakni, 4 
> orang sedang naik haji, dan 2 orang sedang menjalani hukuman.
> 
> "Demokrat kebagian jatah Rp 104 juta untuk 13 anggota mereka di DPRD, PDIP 
> kecipratan Rp 64 juta untuk delapan orang anggota, PAN Rp 48 juta untuk enam 
> orang anggota, Gerindra Rp 48 juta untuk enam orang anggota, dan Golkar 
> kebagian Rp 40 juta untuk lima orang anggota," ujar Zaenuri.
> 
> Uang suap untuk fraksi Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, dan PAN diserahkan 
> langsung oleh Zaenuri kepada masing-masing perwakilan partai di DPRD 
> Semarang. Sedangkan jatah uang suap untuk fraksi PDIP diserahkan lewat staf 
> Zaenuri bernama Tafrika.
> 
> Menurut Zaenuri, pihaknya terpaksa menggelontorkan uang suap kepada DPRD 
> Semarang. Jika tidak, maka waktu pembahasan APBD akan ditunda-tunda oleh 
> anggota dewan. "Kalau enggak dikasih uang, pembahasan di komisi bisa molor. 
> Mereka (anggota DPRD) juga akan tanya-tanya terus," ungkap Zaenuri.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke