http://www.lampungpost.com/index.php/home/pencarian-berita/38-ruwa-jurai/40050-lamsel-rusuh-kalianda-mencekam.html

      Lamsel Rusuh, Kalianda Mencekam        
      Senin, 02 July 2012 19:05  

       
      RUSAK FASILITAS UMUM. Massa merusak baliho dan fasilitas umum usai 
mengikuti Istiqosah menyambut bulan Ramadan bersama Bupati Lampung Selatan 
Rycko Menoza SZP di lapangan Sepakbola Raden Intan, Kalianda, Lampung Selatan, 
Senin (2-7). FOTO LAMPUNG POST/AAN KRIDOLAKSONO 


      KALIANDA (Lampost.com): Kota Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) mencekam, 
Senin (2-7). Seluruh toko, pasar Inpres Kalianda, perumahan dan perkantoran di 
kota tersebut tutup, menyusul aksi kekerasan ratusan massa usai membubarkan 
diri dari mengikuti istiqosah menyambut bulan Ramadan di lapangan Sepakbola 
Raden Intan, Kalianda, sekitar pukul 11.30. 
      Kerusuhan ini meletus diduga warga tersinggung dengan perkataan bupati 
yang dinilai telah melecehkan mereka.

      Padahal Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza SZP sudah menemui mereka dan 
meminta melupakan masa lalu untuk membangun Lamsel bersama-sama. Permintaan 
yang disampaikan di atas mimbar bersama lima tokoh adat marga Lamsel, penasehat 
hukum ormas Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Forum Rakyat 
Lampung Selatan Bersatu (Forlas Bersatu) itu malah disambut lemparan batu dan 
gelas air mineral.

      Suasana menjadi kacau sesaat, Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharram 
Firmansyah, lima tokoh adat marga Lamsel, koordinator lapangan (Korlap) LMND 
dan Forlas bersatu serta penasehatnya yang ada di mimbar membentengi bupati, 
untuk melanjutkan sambutannya.

      Sejurus kemudian massa pun diminta untuk membubarkan diri, karena bupati 
telah berkenan menemui ribuan massa di lapangan Raden Intan tersebut.
      Namun massa malah berbuat anarkis. Mereka yang rata-rata berusia pemuda 
tanggung memecahkan rambu-rambu lalulintas, melempari kantor Pos Polantas yang 
ada di seberang lapangan Raden Intan hingga seluruh kaca kantor pecah.

      Tidak sampai di situ, aksi brutal mereka berlanjut ke jalan Raden Intan 
arah Pasar Inpres. Mereka melempari kaca kantor Bank Mandiri Syariah, kampus 
DCC Kalianda. Bahkan mereka juga merusak rumah Merik Havidz, ketua Forum 
Masyarakat Peduli Pembangunan Lampung Selatan (FMPPLS) untuk kedua kalinya.
      Sebelumnya rumah Merik pernah diamuk massa saat aksi unjukrasa penolakan 
patung ZAP pada 27 Maret lalu.

      Lalu massa yang mengendarai roda dua berkumpul di Pasar Inpres yang sudah 
sunyi di tinggal penghuninya. Lalu ratusan massa menuju lapangan Pemkab Lamsel, 
yang sudah dipadati pagar betis ratusan personel Polri, TNI-AD, Marinir dan Sat 
Pol PP. Mereka kembali berbuat ulah dengan membakar tenda bekas untuk Istiqozah 
di pagi harinya.

      Aparat pun bertindak tegas dengan menembakkan gas airmata dan mobil 
watercannon menyemburkan air ke arah koraban api yang ada di tenda. Massa bubar 
dan terpecah.

      Namun lagi-lagi massa yang sudah disusupi perusuh yang diduga dari 
wilayah Jabung, Lampung Timur itu melakukan swipping yang luput dari penjagaan 
aparat keamanan. Mereka merusak kaca jendela dan pintu di sejumlah perkantoran 
lingkungan Pemkab Lamsel, di antaranya kantor PKK Lamsel, Ketahanan Pangan, 
Penanaman Modal, Perizinan, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Bahkan mereka 
menjarah kantor Pengadilan Agama (PA Kalianda dan menggasak 1 laptop, tiga unit 
komputer dan 2 CPU.

      Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharram Firmansyah bersama lima tokoh adat 
marga Lamsel, yakni Pangeran Marga Ratu, Pangeran Legun Tihang Marga, Pangeran 
Dantaran, Pangeran Rajabasa, dan Pangeran Ratu Marga Katibung serta penasehat 
hukum LMND, Forlas Bersatu dan lima tohoh adat meninjau kerusakan kantor PU.

      Pangeran Dantaran mengaku prihatin atas tindakan brutal sekelompok massa 
itu. Padahal Bupati Lamsel sudah berjiwa besar, dengan meminta maaf kepada para 
tokoh atas ucapannya tempo lalu yang dinilai melecehkan masyarakat Lamsel. 
"Saya prihatin, aksi damai kami telah ditungggangi oleh sekelompok perusuh," 
ujarnya.

      Sementara, Kapolres Lamsel menyatakan masih menyelidiki aksi brutal yang 
dilakukan oleh sekelompok massa tersebut. "Para tokoh adat, LMND, Forlas 
Bersatu dan penasihat hukum mereka sudah saling berpelukan dan berjabatan 
tangan dengan Bapak Bupati. Namun di sisi lain, ada oknum yang memancing 
kekeruhan dengan melakukan pengrusakan. Kasus iniu masih kami selidiki," ujar 
Kapolres usai meninjau kantor Dinas PU yang dirusak masa. (KRI/L-1)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke