MEDIA INDONESIA
Kamis, 11 Agustus 2005

Pertarungan Minyak Pertamina-Pemerintah

 
SEBUAH perundingan panjang dan melelahkan telah terjadi antara pemerintah 
Republik Indonesia bersama Pertamina dan Exxon Mobil mengenai pengelolaan 
ladang minyak di Blok Cepu. Perundingan yang dimulai sejak 1990 itu baru 
mencapai kesepakatan pada Juni 2005 dengan penandatanganan nota kesepahaman. 
Siapa pun yang menandatangani MoU, itu adalah kesepakatan antara pemerintah 
Republik Indonesia dan Exxon Mobil, perusahaan minyak terbesar di dunia yang 
bermarkas di Houston, Amerika Serikat.

Tidak mudah, memang, mengegolkan sebuah MoU dengan perusahaan sekaliber Exxon. 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri terlibat dalam lobi, entah dengan 
Exxon, entah dengan pemerintah Amerika Serikat agar kesepakatan segera diteken.

Maka, ketika MoU ditekan, tidak hanya pers di dalam negeri yang mewartakan deal 
tersebut. Pers terkemuka dunia pun memberitakan secara luas kesepakatan itu. 
Kesepakatan yang membuka jalan agar kandungan minyak sekitar 350 juta barel di 
Blok Cepu segera dipompa keluar untuk menghasilkan devisa bagi Indonesia yang 
sedang mengalami krisis keuangan amat parah.

Menurut MoU yang diteken itu, porsi penerimaan pemerintah adalah 87%. Porsi ini 
naik dari 50% pada 1990, naik lagi menjadi 56% pada perundingan 2004, dan 
melonjak lagi menjadi 87% pada kesepakatan 2005. Dari sisi ini, pemerintah 
Indonesia sukses memaksa Exxon.

Dengan asumsi harga minyak US$50/barel, 87% porsi pemerintah setara dengan 
sekitar US$8 juta per hari atau US$3,6 miliar setahun. Jumlah yang sangat 
memadai untuk mengatasi krisis keuangan negara.

Akan tetapi, seluruh potensi penerimaan itu sekarang berada dalam bahaya. 
Bahaya karena Pertamina ingin mengubah MoU yang sudah ditekan dengan meminta 
lagi jatah 10% participate interest yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Sungguh sebuah ironi besar ketika sebuah kesepakatan pemerintah dengan Exxon 
bisa dibatalkan oleh Pertamina yang notabene adalah BUMN milik pemerintah. Bagi 
Exxon, dan juga bagi investor dunia, kasus ini--kalau tidak segera 
diatasi--akan meruntuhkan citra Indonesia. Kita akan dianggap sebagai negara 
yang tidak tahu dan tidak menghargai kesepakatan. Kesepakatan pemerintah bisa 
dianulir oleh direksi sebuah BUMN. Di manakah koordinasi? Di mana dan siapakah 
yang memegang kendali dan komando? Apakah arti sebuah MoU?

Tidak cuma itu. Kalau MoU ini dibatalkan hanya karena Pertamina tidak berkenan, 
potensi penerimaan yang US$3,6 miliar setahun belum juga terealisasi karena 
sesama organ pemerintah berkelahi memperebutkan porsi. Kita ibarat itik yang 
mati kehausan di atas danau yang berlimpah air.

Exxon yang merasa dibohongi kemungkinan akan mengadukan kasusnya ke Mahkamah 
Internasional. Dan yang tidak kalah penting, pembatalan itu akan menyebabkan 
investor menjauhi negeri kita. Maka, diplomasi 'buka praktik' yang dilakukan 
SBY dengan para investor terkemuka di dunia dalam berbagai kunjungan ke luar 
negeri akan berantakan.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h75gkh9/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123717532/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke