Ya mualaf; pindah dari Katolik ke Kristen protestan

--- On Thu, 19/7/12, Bukan Pedanda <[email protected]> wrote:

From: Bukan Pedanda <[email protected]>
Subject: [proletar] Re: Fw: Kisah Nabi Ayyub AS (Jadi Suryana ini mualaf?
To: [email protected]
Received: Thursday, 19 July, 2012, 7:59 PM








 



  


    
      
      
      

Jadi Suryana ini mualaf?



--- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:

>

> Menjelang awal Puasa, 30 hari kedepan kesabaran dan peperangan didalam diri 

> sendiri akan di uji, apakah 30 hari menjadi lama dibandingkan dengan apa yg 

> dialami oleh Nabi Ayyub ?...

> Selamat Berpuasa.

> 

> 

> Kisah Nabi Ayyub AS

> 

> 

> Berkata salah seorang malaikat kepada teman-temannya yang lagi berkumpul 

> berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah, jenis manusia di atas 

> bumi: "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang 

> lebih baik dari hamba Allah Ayyub". Ia adalah seorang mukmin sejati ahli 

> ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan 

> oleh Allah kepadanya, ia mengesampingkan sebagian untuk menolong orang-orang 

> yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, 

> sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang 

> diberikan kepadanya. "

> 

> Para kawanan malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk 

> diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi 

> dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri 

> Ayyub.

> Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis yang 

> sedang berada tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Iblis merasa panas 

> hat i dan jengkel mendengar kata-kata pujian untuk seseorang dari keturunan 

> Adam yang ia telah bersumpah akan disesatkan ketika ia dikeluarkan dari 

> syurga karenanya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu anak Nabi 

> Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan 

> amal saleh sesuai dengan perintah dan petunjuk Allah.

> 

> Pergilah Iblis mendatangi Ayyub untuk menyatakan sendiri sampai sejauh mana 

> kebenaran kata-kata pujian para malaikat itu kepada diri Ayyub. Ternyata 

> memang benar Ayyub patut mendapat segala pujian itu. Ia mendatangi Ayyub 

> bergelimpangan dalam kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak 

> ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar yang hidup rukun, damai 

> dan bakti. Ia menemukan Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia 

> miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya. Siang dan 

> malam ia selalu menemui Ayyub berada di mihrabnya melakukan sholat, sujud 

> dan tasyakur kepada Allah atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tidak berhenti 

> menyebut nama Allah berzikir, bertasbih dan bertahmid. Ayyub ditemuinya 

> sebagai seorang yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah yang 

> lemah, yang lapar diberinya makan, yang telanjang diberinya pakaian, yang 

> bodoh diajar dan dipimpin dan yang salah ditegur.

> 

> Iblis gagal dalam usahanya membujuk Ayyub. Telinga Ayyub pekak terhadap 

> segala bisikannya dan fitnahannya dan hatinya yang sudah penuh dengan iman 

> dan takwa tidak ada tempat lagi bagi bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan 

> oleh Iblis. Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang ampuh 

> terhadap serangan Iblis dengan peluru kebohongan dan pemutar-balikan 

> kebenaran yang semuanya mental tidak mendapatkan sasaran pada diri Ayyub.

> 

> Akan tetapi Iblis bukanlah Iblis jika ia berputus asa dan kegagalannya 

> membujuk Ayyub secara langsung. Ia pergi menghadap kepada Allah untuk 

> menghasut. Ia berkata: "Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah dan 

> memuji-muji-Mu, bertasbih dan bertahmid menyebut nama-Mu, ia tidak berbuat 

> demikian seikhlas dan setulus hatinya karena c i nta dan taat pada-Mu. Ia 

> melakukan itu semua dan terjadi sebagai hamba yang soleh tekun beribadah 

> kepada-Mu hanya karena takut akan kehilangan semua kenikmatan duniawi yang 

> telah Engkau karuniakan kepadanya. Ia takut, jika ia tidak melakukannya, 

> bahwa engkau akan mencabut darinya segala nikmat yang telah ia perolehnya 

> berupa puluhan ribu hewan ternak, ribuan -ribu hektar tanah ladang, 

> berpuluh-puluh budak dan pembantu serta keluarga dan putera-puteri yang 

> soleh dan bakti. Tidakkah semuanya itu patut disyukuri untuk tidak terlepas 

> dari pemilikannya dan habis terkena musibah? Di samping itu Ayyub masih 

> mengharapkan agar kekayaannya bertambah menjadi berlipat ganda. Untuk tujuan 

> dan maksud itulah Ayyub mendekatkan diri kepada-Mu dengan ibadah dan 

> amal-amal sholehnya dan andai kata ia terkena musibah dan kehilangan semua 

> yang ia miliki, niscaya ia akan mengubah sikapnya dan akan melalaikan 

> kewajibannya beribadah kepada-Mu. "

> 

> Allah berfirman kepada Iblis: "Sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-Ku 

> yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan 

> untuk mendekati dirinya kepada-Ku adalah semata-mata didorong oleh iman yang 

> teguh dan taat yang bulat kepada- Ku. Iman dan takwa yang telah meresap di 

> dalam lubuk hatinya serta menguasai seluruh jiwa raganya tidak akan tergoyah 

> oleh perubahan keadaan duniawinya. Cintanya kepada-Ku yang telah menjiwai 

> amal ibadah dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi kurang, musibah 

> apa pun yang akan melanda dalam dirinya dan harta kekayaannya. Ia yakin 

> seyakin-yakinnya bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang 

> sewaktu-waktu dapat Aku cabut darinya atau menjadikannya bertambah berlipat 

> ganda. Ia bersih dari semua tuduhan dan prasangkamu. Engkau memang tidak 

> rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang benar, 

> lurus dan tidak tersesat. Dan untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan 

> kebulatan imannya kepada-Ku dan kepada takdir-Ku, Aku izinkan engkau untuk 

> mencoba menggodanya serta memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah 

> pembantu-pembantumu menggoda Ayyub melalui harta kekayaannya dan 

> keluarganya. Coba binasakanlah harta kekayaannya dan cerai-beraikanlah 

> keluarganya yang rukun dan bahagia itu dan lihatlah sampai di mana 

> kebisaanmu menyesatkan dan merusakkan iman hamba-Ku Ayyub itu. "

> 

> Dikumpulkanlah oleh IBL i s setan-setan, pembantunya, diberitahukan bahwa ia 

> telah mendapatkan izin dari Tuhan untuk mengganyang Ayyub, merusak aqidah 

> dan imannya dan memalingkannya dari Tuhannya yang ia sembah dengan sepenuh 

> hati dan keyakinan. Jalannya adalah dengan menghancurkan harta kekayaannya 

> sehingga ia menjadi seorang yang papa dan miskin, mencerai-beraikan 

> keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga, Iblis 

> berseru kepada pembantu-pembantunya itu agar melaksanakan tugas penyesatan 

> Ayyub sebaik-baiknya dengan segala daya dan siasat apa saja yang mereka 

> dapat lakukan.

> 

> Dengan berbagai cara gangguan, akhirnya berhasillah kawanan syaitan itu 

> menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, yang dimulai dengan hewan-hewan 

> ternakannya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama 

> sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak 

> menjadi kering dan gedung- gedungnya yang terbakar habis dimakan api, 

> sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya 

> tiba-tiba menjadi seorang papa miskin tidak memiliki selain hatinya yang 

> penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.

> 

> Setelah berhasil menghabiskan kekayaan dan harta milik Ayyub datanglah Iblis 

> kepadanya menyerupai sebagai seorang tua yang tampak bijaksana dan 

> berpengalaman dan berkata: "Sesungguhnya musibah yang menimpa dirimu sangat 

> dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu sempit telah habis semua 

> kekayaanmu dan hilang semua harta kekayaan milikmu. Teman -kawanmu merasa 

> sedih ssedang musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan 

> yang engkau alami akibat musibah yang susul-menyusul melanda kekayaan dan 

> harta milikmu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub 

> tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekelip mata 

> kehilangan semua harta miliknya. Sementara orang dari mereka berkata bahwa 

> mungkin karena Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya 

> dan ada yang berkata bahwa andaikan Allah, Tuhan Ayyub, benar-benar 

> berkuasa, niscaya Dia dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat 

> bahwa ia telah menggunakan seluruh waktunya beribadah dan berzikir, tidak 

> pernah melanggar perintah-Nya. Seorang lain menggunjing dengan mengatakan 

> bahwa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima oleh Tuhan, karena ia tidak 

> melakukan itu dari hati yang bersih dan sifat ria dan ingin dipuji dan 

> banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan 

> itu. Akupun menaruh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan 

> berduka atas nasib yang buruk yang engkau telah alami. "

> 

> Iblis yang menyerupai sebagai orang tua itu - mengakhiri kata-kata 

> hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri 

> tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesalan yang ingin ditimbulkan 

> oleh Iblis dengan kata-kata racunnya itu. Ayyub berkata kepadanya: 

> "Ketahuilah bahwa apa yang aku telah miliki berupa harta benda, 

> gedung-gedung, tanah ladang dan hewan ternak serta lain-lainnya semuanya itu 

> adalah barang titipan Allah yang diminta-Nya kembali setelah aku cukup 

> menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa atau ibarat barang pinjaman 

> yang diminta kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala 

> syukur dan ouji bagi Allah yang telah memberikan karunia-Nya kepadaku dan 

> mencabutnya kembali pula dari siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya pula 

> dari siapa saja yang Dia suka. Dia adalah yang Maha Kuasa mengangkat derajat 

> seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-Nya. kami sebagai hamba-hamba 

> makhluk-Nya yang lemah patut berserah diri kepada-Nya dan menerima segala 

> qadha 'dan takdir-Nya yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan 

> menangkap hikmah yang terkandung dalam qadha' dan takdir-Nya itu. "

> 

> Selesai mengucapkan kata-kata jawabnya kepada Iblis yang sedang duduk 

> tercenggang di depannya, menyungkurlah Ayyub bersujud kepada Allah memohon 

> ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cobaan 

> dan ujian-Nya.

> Iblis segera meninggalkan rumah Ayyub dengan rasa kecewa bahwa racun 

> hasutannya tidak termakan oleh hati hamba Allah yang bernama Ayyub itu. Akan 

> tetapi Iblis tidak akan pernah berputus asa melaksanakan sumpah yang ia 

> telah katakan di hadapan Allah dan malaikat-Nya bahwa ia akan berusaha 

> menyesatkan Bani Adam di mana saja mereka berada. Ia merencanakan 

> melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Ayyub lewat penghancuran 

> keluarganya yang sedang hidup rukun, damai dan saling hidup cinta mencintai 

> dan harga menghargai. Iblis datang lagi menghadap kepada Tuhan dan meminta 

> izin meneruskan usahanya mencoba Ayyub. Berkata ia kepada Tuhan: "Wahai 

> Tuhan, Ayyub tidak termakan oleh hasutanku dan sedikit pun tidak goyah iman 

> dan aqidahnya kepada-Mu meski pun ia sudah kehilangan semua kekayaannya dan 

> kembali hidup papa dan miskin karena ia masih memiliki putera-putera yang 

> efisien yang dapat ia andalkan untuk mengembalikan semua yang hilang itu dan 

> menjadi sandaran serta tumpuan hidupnya di hari tuanya. Menurut perkiraanku, 

> Ayyub tidak akan bertahan jika musibah yang mengenai harta kekayaannya 

> mengenai keluarganya pula, apa lagi bila ia sangat sayang dan mencintai, 

> maka izinkanlah aku mencoba kesabarannya dan keteguhannya kali ini melalui 

> godaan yang akan aku lakukan terhadap keluarganya dan putera-puteranya yang 

> ia sangat sayang dan cintai itu. "

> 

> Allah menyetujui permintaan Iblis itu dan berfirman: "Aku mengizinkan engkau 

> mencoba sekali lagi menggoyahkan hati Ayyub yang penuh iman, tawakkal dan 

> kesabaran tiu dengan caramu yang lain, namun ketahuilah bahwa engkau tidak 

> akan berhasil mencapai tujuanmu melemahkan iman Ayyub dan menipiskan 

> kepercayaannya kepada-Ku. "

> Iblis lalu pergi bersama pembantu-pembantunya menuju tempat tinggal 

> putera-putera Ayyub di suatu gedung yang penuh dengan sarana-sarana 

> kemewahan dan kemegahan, lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh 

> berantakan menjatuhi dan menimbuni seluruh penghuninya. Kemudian 

> cepat-cepatlah pergi Iblis mengunjungi Ayyub di rumahnya, menyerupai sebagai 

> seorang dari kawan-kawan Ayyub, yang datang menyampaikan takziah dan 

> menyatakan turut berdukacita atas musibah yang menimpa putranya. Ia berkata 

> kepada Ayyub dalam takziahnya: "Hai Ayyub, sudahkah engkau melihat 

> putra-putramu yang mati tertimbun di bawah reruntuhan gedung yang roboh 

> akibat gempa bumi? Kiranya, wahai Ayyub, Tuhan tidak menerima ibadahmu 

> selama ini dan tidak melindungimu sebagai imbalan untuk amal solehmu dan 

> sujud rukukmu siang dan malam. "

> 

> Mendengar kata-kata Iblis itu, menangislah Ayyub tersedu-sedu seraya 

> berucap: "Allahlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. 

> Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut."

> 

> Iblis keluar meninggalkan Ayyub dalam keadaan bersujud munajat dengan rasa 

> jengkel dan marah kepada dirinya sendiri karena telah gagal untuk kedua 

> kalinya membujuk dan menghasut Ayyub. Ia pergi menghadap Tuhan dan berkata: 

> "Wahai Tuhan, Ayyub sudah kehilangan semua harta benda dan seluruh 

> kekayaannya dan hari ini ia ditinggalkan oleh putera-puteranya yang mati 

> terbunuh di bawah reruntuhan gedung yang telah kami hancurkan, namun ia 

> masih tetap dalam keadaan mentalnya yang kuat dan sehat. Ia hanya menangis 

> tersedu-sedu namun batinnya, jiwanya, iman dan kepercayaannya kepada-Mu 

> tidak tergoyah sama sekali. Izinkan aku mencobanya kali ini mengganggu 

> kesehatan bandanya dan kekuatan fisiknya, karena jika ia sudah jatuh sakit 

> dan kekuatannya menjadi lumpuh, niscaya ia akan mulai malas melakukan ibadah 

> dan lama-kelamaan akan melalaikan kewajibannya kepada-Mu dan menjadi 

> lunturlah iman dan akidahnya. "

> 

> Allah tetap menantang Iblis bahwa ia tidak akan berhasil dalam usahanya 

> menggoda Ayyub walau bagaimana pun besarnya musibah yang ditimpakan 

> kepadanya dan bagaimana pun beratnya cobaan yang dialaminya. Karena Allah 

> telah menetapkan dia menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman dan ketekunan 

> beribadah bagi hamba-hamba-Nya. Allah berfirman kepada Iblis: "Bolehlah 

> engkau mencoba lagi usahamu mengganggu kesehatan badan dan kekuatan fisik 

> Ayyub. Aku akan lihat sejauh mana kepandaianmu mengganggu dan menghamba 

> pilihan-Ku ini."

> 

> Iblis lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menaburkan benih-benih 

> baksil penyakit ke dalam tubuh Ayyub. Baksil-baksil ysng ditaburkan itu 

> segera mengganyang kesehatan Ayyub yang menjadikan ia menderita berbagai 

> penyakit, deman panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyebabkan 

> badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi 

> pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik- bintik. Ini akhir 

> dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, karena 

> penyakit Ayyub dapat menular dengan cepatnya kepada orang-orang yang 

> menyentuhnya atau mendekatinya. Ia menjadi terasing dari pergaulan orang di 

> tempatnya dan hanya isterinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya 

> dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang, melayani segala kebutuhannya 

> tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang 

> tidak kunjung sembuh itu.

> 

> Iblis memperhatikan Ayyub dalam kondisi yang sudah sangat parah itu tidak 

> meninggalkan adat kebiasaannya, ibadahnya, dzikirnya, ia tidak mengeluh, 

> tidak berkelahi, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan 

> lindungan-Nya saat ia merasakan sakit. Iblis merasa kesal hati dan jengkel 

> melihat ketabahan hati Ayyub menanggung derita dan kesabarannya menerima 

> berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa usaha lagi 

> yang harus diterapkan untuk mencapai tujuannya merusakkan aqidah dan iman 

> Ayyub. Ia lalu meminta bantuan fikiran dari para kawan-kawan pembantunya, 

> apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Ayyub setelah segala 

> usahanya gagal tidak mencapai sasarannya.

> 

> Bertanya mereka kepadanya: "Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang 

> ampuh serta kelincinanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati 

> manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?" Seorang pembantu lain berkata: 

> "Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga, bagaimanakah engkau 

> lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuanmu itu?"

> "Dengan membujuk isterinya", jawab Iblis. "Jika demikian" berkata syaitan 

> itu kembali, "Laksanakanlah siasat itu dan terapkanlah terhadap Ayyub, 

> hembuskanlah racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal 

> merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia."

> 

> "Benarlah dan tepat fikiranmu itu," kata Iblis, "Hanya tinggal itulah 

> satu-satu jalan yang belum aku cuba. Pasti kali ini dengan cara menghasut 

> isterinya aku akan berhasil melaksanakan akan maksudku selama ini."

> Dengan rencana barunya pergilah Iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar 

> sebagai seorang teman pria yang dekat dengan suaminya. Ia berkata kepada 

> istri Ayyub: "Apa kabar dan bagaimana kondisi suamimu di saat ini?"

> Seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah suaminya, berkata istri Ayyub 

> kepada Iblis itu, tamunya: "Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun 

> mulutnya tidak henti-hentinya berzikir menyebut nama Allah. Ia masih berada 

> dalam kondisi parah, mati tidak hidup pun tidak."

> 

> Kata-kata istri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahwa ia kali ini 

> akan berhasil maka diingatkanlah isteri Ayyub akan masa mudanya di mana ia 

> hidup dengan suaminya dalam keadaan sehat, bahagia dan makmur dan 

> dibawakannyalah kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis dari 

> rumah Ayyub meninggalkan isteri Ayyub duduk termenung seorang diri, 

> mengenangkan masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraan 

> hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan 

> dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan 

> harta-benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang 

> terakhirnya diikuti oleh penyakit suaminya yang parah yang sangat menjemukan 

> itu. Isteri Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya 

> yang terbaring sakit, tiada sahabat tiada kerabat, tiada handai, tiada 

> taulan, semua menjauhi mereka karena khawatir kejangkitan penyakit kulit 

> Ayyub yang menular dan menjijikkan itu.

> 

> Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Ayyub mendekati suaminya yang 

> sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya berkata: "Wahai 

> sayangku, sampai kapankah engkau tersiksa oleh Tuhanmu ini? Di manakah 

> kekayaanmu, putra-putramu, sahabat-sahabatmu dan kawan-kawan terdekatmu? Oh 

> , alangkah syahdunya masa lampau kami, usia muda, badan sehat, sarana 

> kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia dikelilingi oleh keluarga dan 

> terulang kembali masa yang manis itu? Mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, 

> agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berkepanjangan 

> ini. "

> 

> Berkata Ayyub menjawab keluhan isterinya: "Wahai isteriku yang kusayangi, 

> engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa yang lalu, menangisi 

> anak-anak kita yang telah mati diambil oleh Allah dan engkau minta aku 

> memohon kepada Allah agar kami dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan 

> yang kami alami masa kini. Aku ingin bertanya kepadamu, berapa lama kami 

> tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu? " "Delapan 

> puluh tahun", jawab isteri Ayyub. "Lalu berapa lama kami telah hidup dalam 

> penderitaan ini?" tanya lagi Ayyub. "Tujuh tahun", jawab si istri.

> 

> "Aku malu", Ayyub melanjutkan jawabannya, "memohon dari Allah membebaskan 

> kami dari sengsaraan dan penderitaan yang telah kami alami belum sepanjang 

> masa kejayaan yang telah Allah karuniakan kepada kami. Kiranya engkau telah 

> termakan hasutan dan bujukan setan, sehingga mulai menipis imanmu dan 

> berkesal hati menerima taqdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak 

> jika aku telah sembuh dari penyakitnya dan kekuatan badanku pulih kembali. 

> Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan diriku 

> makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu 

> untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai Allah 

> menentukan taqdir-Nya. "

> 

> Setelah ditinggalkan oleh istrinya yang diusir, maka Nabi Ayyub tinggal 

> seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tidak anak dan tiada istri. Ia 

> bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih 

> sayang-Nya. Ia berdoa: "Ya Tuhanku, aku telah diganggu oleh setan dengan 

> kepayahan dan kesusahan dan siksaan dan Engkaulah wahai Tuhan Yang Maha 

> Pengasih dan Maha Penyayang."

> Allah menerima doa Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan 

> keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan 

> bujukan Iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya: "Hantamkanlah kakimu ke 

> tanah. Dari situ air akan memancur dan dengan air itu engkau akan sembuh 

> dari semua penyakitmu dan akan pulih kembali kesehatan dan kekuatan badanmu 

> jika engkau gunakannya untuk minum dan mandimu."

> 

> Dengan izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Illahi itu, sembuhlah segera 

> Nabi Ayyub dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan 

> segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan 

> kembali menampakkan lebih sehat dan lebih kuat dari sebelum ia menderita.

> Dalam pada itu isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorang diri 

> di tempat tinggalnya yang terasing, jauh dari tetangga, jauh dari keramaian 

> kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya, namun 

> ia hampir tidak mengenalnya kembali, karena bukanlah Ayyub yang ditinggalkan 

> sakit itu yang berada didepannya, tetapi Ayyub yang muda belia, segar bugar, 

> sehat afiat seakan-akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk 

> suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan 

> karunia-Nya mengembalikan kesehatan suaminya bahkan lebih baik dari kondisi 

> aslinya.

> 

> Nabi Ayyub telah bersumpah sewaktu ia mengusir isterinya akan mencambuknya 

> seratus kali bila ia sudah sembuh. Ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya 

> itu, namun merasa kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan 

> kesetiaannya dan menyekutuinya di dalam segala duka dan deritanya. Ia 

> bingung, hatinya terombang-ambingkan oleh dua perasaan, ia merasa berwajiban 

> melaksanakan sumpahnya, tetapi istrinya yang setia dan bakti itu tidak 

> patut, kata hatinya, menjalani hukuman yang seberat itu. Akhirnya Allah 

> memberi jalan keluar baginya dengan firman-Nya: "Hai Ayyub, ambillah dengan 

> tanganmu seikat rumput dan cambuklah isterimu dengan rumput itu seratus kali 

> sesuai dengan sesuai dengan sumpahmu, sehingga dengan demikian tertebuslah 

> sumpahmu."

> 

> Nabi Ayyub dipilih oleh Allah sebagai nabi dan teladan yang baik bagi 

> hamba-hamba_Nya dalam hal kesabaran dan keteguhan iman sehingga kini nama 

> Ayyub disebut orang sebagai simbul kesabaran. Orang menyatakan, si Fulan 

> memiliki kesabaran Ayyub dan sebagainya. Dan Allah telah membalas kesabaran 

> dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesehatan 

> badannya dan kekuatan fisiknya ke kondisi seperti masa mudanya, bahkan 

> dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan 

> berlipat gandanya. Juga kepadanya dikaruniai lagi putra-putra sebanyak yang 

> telah hilang dan mati dalam musibah yang ia telah alami.

> Demikianlah rahmat Tuhan dan karunia-Nya kepada Nabi Ayyub yang telah 

> berhasil melalui masa tes yang berat dengan penuh sabar, tawakal dan beriman 

> kepada Allah.

> 

> Kisah Ayyub di atas dapat dibaca dalam Al-Quran surat Shaad ayat 41 sampai 

> ayat 44 dan surat Al-Anbiaa 'ayat 83 dan 84

>





    
     

    
    






  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke