Olympiade itu adalah upacara penyembahan berhala dewa Zeus. Jadi baik Nasrani maupun Islam yang menyembah Allah tentu diharamkan meskipun hanya sekedar upacaranya saja.
Zaman Muhammad memang IOC belum terbentuk, tetapi perayaan Olympiade itu sudah berlangsung jauh sebelum Yesus sendiri dilahirkan. Olympiade itu adalah upacara suci penyembahan terhadap dewa zeus. Jadi Olympiade dulunya adalah perlombaan, pertarungan dan pengorbanan untuk persembahan darah korban2 yang jatuh kepada dewa Zeus. Jadi Olympiade ini seharusnya diharamkan karena merupakan upacara penyembahan berhala. Kalo agama Islam yang mengadakan Idul-Adha atau Idul-Qurban itu sebenarnya menjiplak atau merupakan transformasi dari upacara Olympiade ini. Bahkan dulu, idul-Qurban dirayakan bukan dengan darah kambing yang disembelih tetapi orang Yahudi atau orang2 kafir yang disembelih untuk pemujaan Allah. > "kim" <kimhook@> wrote: > Tak salah lagi, olympiade itu belum > terbentuk sewaktu Quran ditulis > pada lembaran kulit kambing. > Beberapa atlit muslim Amerika, > Prancis dan Inggris beritakan > dua bersaudara Abdallah, dari > Amerika, tidak akan turut serta. > Sedangkan pendayung dari Inggris, > Moe Sbihi, akan ikut serta > dan soal puasa, dia bilang, nanti > akan ditebus setelah usai perlombaan. Pada hakekatnya memang dewa Zeus itu sendiri merupakan dongeng turun temurun dan dari mulut ke mulut seperti halnya dongeng tentang Yesus, Muhammad dll. Ada banyak pendapat ahli yang menemukan bukti2 bahwa Yesus itu enggak pernah ada, dan ceritanya berdasarkan dongeng atau hikayat Yunani Kuno turun temurun tentang Dewa Zeus dimana ceritanya makin menyebar hingga kewilayah Palestine. Sama halnya cerita Cinderela dan cerita Snow-White pun bukan kejadian yang pernah ada tapi merupakan dongeng dari mulut ke mulut yang menyebar keseluruh dunia yang bahkan ke Indonesia dan Malaya pun cerita ini bertransformasi menjadi cerita "Bawang Putih dan Bawang Merah". Jadi ceritanya sudah berbeda, berubah disesuaikan dengan kreativitas si pembawa cerita maupun disesuaikan dengan kondisi budaya dimana cerita itu kemudian dianggap sebagai milik kelompok penduduk ditempat itu yang digunakan sebagai teladan, sebagai ajaran etika moral dimana kadangkala dibuatkan juga kuburan palsunya untuk disembah generasi selanjutnya sehingga makam2 itu dimasa yang akan datang bisa menjadi sumber nafkah si pemilik tanah atau keturunan pemilik makam tsb. Demikianlah, bukan cuma cerita Yesus, dewa Zeus saja tapi juga cerita dongeng2 tentang nabi Muhammad pun enggak jelas orangnya, karena nabi Muhammad itu bukanlah nama melainkan gelar kebangsawanan, jadi sejak sebelum Islam dilahirkan pun sudah banyak orang di Arab sana yang memakai gelar Muhammad. Seperi contohnya nabi Nuh, disana dulunya disebut "Muhammad Nuh". JADI nabi Muhammad itu enggak ada yang tahu siapa nama dia yang sebenarnya, barulah Islam Ahmadiah menamakan nabi Muhammad sebagai "Ahmad" yang menurut mereka adalah nama waktu kecilnya. Tidak cukup hanya itu, di Mekah sekarang pun ada makam palsu yang katanya sebagai makam nabi Muhammad, makam nabi Isa, makam nabi Yusuf, makam bunda Maria, dll. Padahal orang2 Nasrani sendiri percaya bahwa Yesus yang oleh Islam dinamakan nabi Isa itu sudah naik terbang ke sorga yang adanya didalam atau dibalik awan2 disana. Soal makam palsu bukan cuma di Mekah dan Madinah saja, tapi juga di Cina ada makam jendral legendaris "Ceng Ho" yang dianggapnya beragama Islam yang kelenteng2nya bertebaran di Indonesia dan Malaysia yang oleh umat Islam dianggapnya sebagai Mesjid Sam Po Kong tetapi didalamnya ada patung Ceng Ho yang disembah dijadikan umat keturunan Cina sebagai "toapekong". Toapekong itu berasal dari kata "toa = tertua, paling besar, paling sulung, dll." Sedangkan kata "pekong = kuil, mesjid, patung, berhala dll." Jadi kalo makam Ceng Ho yang ada di Cina itu diakui oleh pemerintah Cina sebagai bangunan yang dibuat oleh raja Ceng untuk menghormati jendralnya yang dianggap sampai sekarang sebagai beragama Islam untuk tujuan politik expansi perdagangan Cina ke Timur Tengah atau negara2 Islam. Padahal mana mungkin raja yang beragama Buddha mengangkat jendral yang beragama Islam, hal itu tidak mungkin dalam sejarah apapun juga. Sama tidak mungkin-nya raja Islam mengangkat jendral Yahudi. Tapi kebohongan2 seperti ini dipercaya di Indonesia, tapi juga ada tujuan politiknya. Umat Islam percaya Ceng Ho beragama Islam untuk diperalat sebagai tujuan dakwahnya dalam memaksa orang2 Cina masuk Islam. Sebaliknya dilain pihak, orang2 Cina itu juga percaya dengan tujuan agar orang2 Islam menghormati mereka yang keturunan Cina karena Ceng Ho yang orang Cina sebenarnyalah yang menyebarkan Islam di Indonesia sehingga janganlah keturunan Cina itu toko2nya dijarahi selalu apalagi menjelang bulan puasa, dibulan puasa, maupun pada waktu idul-Qurban atau idul-Fitri. Jadi meskipun sama2 percaya Ceng Ho beragama Islam tapi masing2 mempunyai tujuan2 yang berbeda bahkan bertolak belakang. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
