Wilayah yang sering ganti kekuasaan secara tidak jelas biasa disebut wilayah tidak bertuan, terkadang nama negara yang disandangnya hanyalah label untuk menetapkan lokasinya di peta saja, sedangkan untuk dinamakan sebagai sebuah negara tidak memenuhi persyaratan. Contoh wilayah ini yang paling jelas adalah "Segi Tiga Emas" yang letaknya merupakan pegunungan2 yang diakui oleh enam negara2 yang antara lain oleh: Burma, Vietnam, Laos, Thailand, Afghanistan dan Pakistan. Meskipun keenam negara in mengakui sebagai wilayah mereka, namun yang berkuasa disini ber-ganti2, bahkan sehabis perang dunia kedua, wilayah ini dikuasai pelarian tentara Chiang Kai Sek dari Taiwan, kemudian dikuasai oleh jendral Kun Sha dari Burma, kemudian ber-ganti2 berulang kali sampai sekarang pun tidak jelas siapa yang berkuasa disana bagaikan sebuah negara saja layaknya. Tapi yang pasti kaki tangan CIA tetap bisa mengontrolnya kapan saja dibutuhkan tidak peduli siapa yang jadi penguasanya. Memang kecil wilayahnya, tapi kalo kita bandingkan dengan kekuatan2 militer diseluruh Asia, maka bisa dijamin wilayah kecil ini mampu mengalahkannya. Wilayah ini akhirnya menjadi mysteri sehingga bisa kita sebut sebagai wilayah tidak bertuan, wilayah ini menghasilkan lebih banyak dollar dari wilayah manapun di Asia ini. Kemungkinan besar, wilayah ini sekarang menjadi pusat kekuatan utama CIA dalam mengontrol seluruh negara2 di Asia.
Daerah kedua adalah Indonesia juga telah menjadi daerah yang tidak bertuan meskipun ada label nama negara Republik Indonesia dilokasi ini. Untuk jelasnya, perlu kita definisikan bahwa sebuah negara adalah sebuah organisasi yang jelas system administrasi, management dan UU-nya, dan Indonesia tidak memenuhi persyaratan administrasi, management dan tidak jelas serta kacau balau UU-nya. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa dizaman sekarang "setiap negara yang kalah perang, seumur hidupnya akan dikuasai oleh sipemenang", dan yang kalah tidak bakalan bisa bangkit kembali. Andaikata si pemenang kemudian dikalahkan oleh kekuatan baru, maka kekuatan baru inilah yang menggantikan kekuasaan sebelumnya sementara yang kalah pertama kali tetap tidak akan pernah bisa bangkit lagi. Kenyataan ini bisa kita saksikan nasib negara Jepang, Jerman dan Italia yang kalah dalam perang dunia kedua oleh Amerika yang mengatas namakan kekuatan "Sekutu" atau aliansi negara2 Eropah dengan Amerika. Meskipun ketiga negara yang kalah perang ini merdeka tidak menjadi negara jajahan, namun secara administratif, management dan UU-nya semua dikuasai, diarahkan dan dijalankan oleh si pemenang perang yaitu Amerika. Indonesia sebetulnya bukanlah negara yang kalah perang karena mulanya memang belum pernah berperang, bahkan belum pernah menjadi negara Indonesia. Pada kenyataannya, negara pertama yang ada di Indonesia ini adalah negara Hindia-Belanda, yaitu merupakan negara Belanda di propinsi Hindia. Jadi Indonesia dulunya bukan jajahan Belanda melainkan merupakan bagian dari kerajaan India yang terlepas kontrolnya karena kehancuran kerajaan India akibat perang saudara yang kemudian berhasil dijajah Inggris. India itu terlalu luas, Inggris tidak mampu menguasai semua wilayahnya, itulah sebabnya wilayah Nusantara ini kemudian diduduki Belanda yang menjadi bagian wilayah kerajaan Belanda yang disebutnya Hollandsche-Indie. Meskipun dulunya di Indonesia dikatakan banyak kerajaan2 kecil tapi pada hakekatnya bukanlah mempunyai bentuk negara karena tidak punya system administrasi, management dan UU yang bisa berkembang sebagai negara. Demikianlah, system administrasi, management dan UU pertama yang ada dijazirah nusantara ini justru pertama kali diciptakan oleh Belanda. Sehingga negara pertama yang pernah terbentuk di Nusantara ini adalah negara Hindia-Belanda. Semasa terjadinya perang dunia kedua, kerajaan Belanda hancur lebur dan Ratu Willhelmina mengungsi ke Eropah (Austria atau Belgia), namun system administrasi, management dan per UU an di Hindia-Belanda tetap berlangsung, bahkan hingga diambil alih oleh Jepang pun system yang sudah terbentuk baik ini tidak dihancurkan oleh Jepang melainkan dilanjutkan Jepang untuk mengisi kebutuhan kerajaan Jepang yang sedang berperang. Namun setelah Jepang kalah perang, Amerika dan sekutunya berusaha mempertahankan segalanya yang sudah berjalan berusaha mengambil alih tanpa harus merusak apa2 yang sudah ada dan berjalan baik. Oleh Amerika dan sekutu, semua yang pernah bekerja di Indonesia diusahakan direkruit kembali untuk menjalankan kembali roda administrasi, management dan UU yang sudah ada ini. Namun pergerakan yang namanya gerilya kemerdekaan Indonesia, merusak segalanya, menghancurkan segalanya, dan Sukarno sendiri menjelaskan kenapa harus dihancurkan. Sukarno bilang, kita akan membangun negara baru dari puing2 kehancuran ini, sebuah negara yang bebas merdeka bagai burung garuda yang terbang diangkasa. Sebuah system administrasi, management dan UU yang berjalan akan pasti terus berkembang bertambah baik, makin lama makin baik, makin lama makin teratur. Sebaliknya, sekali dihancurkan kemudian diganti dengan personil2 yang sama sekali tidak pernah berpengalaman, maka systemnya bukan bertambah baik melainkan makin lama makin hancur, makin berantakan, kecuali diambil alih kembali oleh mereka yang tepat saja bisa kembali berkembang menjadi bertambah baik. Disinilah kunci utama mengapa Singapore dan Malaysia berkembang makin baik, makin maju sebaliknya Indonesia makin mundur, dan makin hancur. Singapore dan Malaysia melanjutkan semua landasan yang sudah dibangun systemnya oleh Inggris sebelumnya, sedangkan Indonesia menghancurkan dulu system yang dibangun Belanda sebelumnya untuk kemudian makin mundur dan makin hancur, sehingga menyebabkan Sukarno salah mengambil keputusan mengusir keturunan Cina, menghancurkan dan merampas perusahaan2 Barat, mengganyang Malaysia yang akhirnya masuk ke jurang pengganyangan Malaysia. Semua personil2 yang ahli lari ke Malaysia dan Singapore, antara lain adalah Menteri Ekonomi Sukarno yaitu Sumitro (bapaknya Prabowo Subianto). Ganyang Malaysia adalah pernyataan perang terhadap Malaysia, Singapore, Serawak, Sabah bahkan juga Filipina. Tapi hasilnya sama2 kita ketahui, Sukarno kalah perang, Indonesia kalah perang, dan nasibnya sama dengan negara manapun yang kalah perang. Memang beda Indonesia dibandingkan dengan Jepang, Jerman dan Italia, karena Jepang, Jerman dan Italia ini meskipun kalah tapi system mereka yang sudah berjalan tidak dihancurkan oleh Amerika, sebaliknya Indonesia yang juga kalah bahkan juga systemnya dihancurkan oleh Sukarno sendiri yang dilanjutkan oleh Suharto. Jadi, Jepang, jerman dan Italia meskipun dikuasai dan dikontrol Amerika tidak banyak berbeda, system administrasi, management dan UU tetap berkembang yang menjadi penyebab pengembangan teknologi selanjutnya yang malah dinikmati oleh Amerika juga. Sebaliknya dengan Indonesia, meskipun juga dikontrol oleh Malaysia, Singapore, Inggris dan Amerika, namun kehancuran yang sudah berlanjut ini terlalu mahal biaya untuk memperbaikinya dan juga manfaat masa depannya tidak banyak berguna bagi negara2 yang menang perang ini. Jadi kehancuran yang berlanjut malah lebih menguntungkan dalam mengexplorasi sumber2 alam disini. Kalo pada akhirnya Amerika bisa menguasai seluruh dunia, namun cara2 menguasai sebuah negara tidak selalu dengan perang fisik, bisa dengan perang intelejens seperti jatuhnya Cina oleh Revolusi Kebudayaan dan jatuhnya Indonesia melalu G30S pki yang cara2nya hampir sama. Kalo dalam revolusi kebudayaan di cina, maka tentara Amerika yang masuk itu semuanya keturunan Cina dari overseas chinese dan Taiwan, sedangkan dalam G30S pki yang jadi tentara Amerika dengan seragam cakrabirawa maupun diponegoro adalah tentara Malaysia, Indonesia dan Thailand. Kembali kepada topik masa depan Indonesia, tidak mungkin bisa maju dikarenakan berbeda dengan negara2 taklukan Amerika lainnya yang biasanya langsung ditangani oleh Amerika, tapi Indonesia tidak langsung ditangani oleh Amerika melainkan di delegasikan kepada Arab Saudia dan orang2 Arab yang telah dilatih di Amerika. Dan setelah jatuhnya Cina, maka Indonesia pun sebagian didelegasikan kepada Cina, bahkan India pun akan ikut diundang untuk berkonspirasi di Indonesia mendelegasikan kepentingan Amerika sementara negara2 mereka sendiri diatur oleh Amerika langsung untuk kepentingan langsung pula. Maksud mendelegasikan kepentingan Amerika kepada berbagai bangsa, ras dan keturunan tidak lain akan bisa menimbulkan konflik kepentingan para delegasinya dimana dibutuhkan Amerika untuk suatu tujuan yang kitapun tidak bisa jelas menduganya. Tapi satu hal yang pasti, Indonesia diperlakukan sebagai wilayah yang tidak bertuan bukan sebagai negara !!! Tidak susah dalam mengontrol Indonesia karena rakyatnya dipenjarakan di ribuan pulo2 sementara alat penghubung semuanya bergantung kepada Amerika dengan aliansinya. Rakyat Indonesia bisa mendadak terancam ibaratnya penumpang yang berada didalam perahu yang bocor yang harus bekerja keras menimba keluar air dari dalam perahunya agar tidak tenggelam. Sibuk menimba untuk memperpanjang hidup tentu tidak ada kegiatan lain yang bisa dilakukannya, begitulah kira2 masa depan kelam negara yang bernama bangsa Indonesia ini. Indonesia sudah dipaksa Amerika untuk menjadikan negara otonomi, meskipun seret tapi tetap berlangsung, satu persatu kekuasaan wilayah terlepas dan harus dilepas sehingga akan berubah menjadi wilayah tidak bertuan dibawah kontrol Amerika dan para aliansi dan para delegasinya. Begitulah kira2 nasib wilayah ini, tidak punya identitas sebagai bangsa yang dikuasai Islam yang bukan agama nenek moyangnya dulu. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
