Si goblok ini masih percaya bhw orang itu asalnya dr gumpalan darah, ga pernah belajar biologi sama sekali.
Menjadi goblok itu udah jadi kewajiban mutlak setiap orang Islam. >________________________________ > From: ajeg <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sunday, August 5, 2012 3:11 AM >Subject: [proletar] Re: HTI dan Ormas Islam akan Gelar Aksi Besar untuk >Rohingya > > > > >Tentu saja Umar, kalau bicara sepenggal-sepenggal, per kata, >per kalimat, bahkan sebaris ayat, penafsirannya bisa >berbeda-beda, bergantung kadar pengetahuan & bobot pengalaman >masing-masing orang. Dalam surat tentang para nabi yang >kau bawa ini misalnya, tentu saja "hamba-hamba yang saleh" >bisa ditafsirkan sebagai 'para nabi' walau tidak disebut >nama-nama nabinya seperti yang kau paksakan seenaknya terhadap >QS 35:39. Namun, apa iya yang saleh di dunia ini cuma nabi? > >Yang pasti, para nabi itu manusia juga, yang prosesnya dari >saripati tanah, air mani, gumpalan darah dst. Sama seperti Anda, >saya, dan siapapun yang sedang membaca posting ini. Yang >membedakan dengan nabi adalah, para nabi dipilih langsung untuk >menjadi pemimpin umat dan tentu saja lebih saleh dari manusia >lainnya. Bagaimanapun, yang disebut orang beriman & saleh bukan >hanya para nabi, sebagaimana tercantum dalam QS 2:62. > >Terus terang, saya malas berpolemik soal penafsiran yang memang >terbuka untuk berbeda. Tetapi kalau di situ tanya, "jika di masa >kini dengan tidak berkuasanya orang-orang shaleh di dunia ini >lantas Qur'an kau salahkan?", maka dengan enteng di sini menjawab: >Tidak dik, itu bukan salah qur'annya, itu salahnya orang-orang saleh >macam sampiyan karena hanya menunggu datangnya kekhalifahan tunggal >(sesuai klaim-mu 2 tempohari: "kekhalifahan harus tunggal, itupun >menunggu idzin dan takdir Nya, tak tahu kapan............."). > >Bagi saya, silakan orang beriman kepada kekhalifahan-tunggal dan >menghabiskan sisa hidup untuk menunggu kedatangannya, kalau memang >cuma segitu pengetahuannya. > >Bahkan, silakan mengupayakannya untuk berdiri (setelah dirobohkan >Kemal si "Bapak Turki"), kalau memang cuma segitu pengalaman politik >bernegaranya. > >Tetapi jangan paksakan pengetahuan & pengalaman segitu itu >menjadi satu-satunya paham di dunia. Apalagi dengan menjual-jual >nama Allah SWT agar terdengar sebagai kewajiban. Ngawur itu. > >Sama ngawurnya dengan yang merasa paling haji sendiri tapi tak tahu >pluralisme sebagaimana disinggung dalam 22:17. Lebih ngawur lagi >adalah yang dengan yakinnya memastikan "Seorang Ajeg tak mungkin bisa >paham terhadap firman Allah," sambil menentukan: "kecuali jika Allah >menanamkan blabla..blabla..." > >Alhamdulillah... > >Ajegile lu.. >itu mah keyakinan yang menyalib (antara lain) 35:38. > >Sekian & selamat santap sahur. > >--- Umar Abduh <umarabduh@...> wrote: > >> Jeg, kosa kata "khala'ifa" jangan dipahami seenaknya dong, tafsir >> dan pengertian ayat 39 al Fathir tersebut menjelaskan jika Allah >> telah menjadikan hamba2Nya sebagai penguasa dan pemakmur dunia, >> yaitu para nabi, seperti nabi Ibrahim, Dawud, Sulaiman, Musa dan >> Muhammad saw. >> Ini sebagaimana dalam surah 21: 105 >> أَنَّ >> الْأَرْضَ >> يَرِثُهَا >> عِبَادِيَ >> الصَّالِحُونَ; >> >> sedangkan dalam 24 : 55 وَعَدَ >> اللَّهُ >> الَّذِينَ >> آمَنُوا >> مِنْكُمْ >> وَعَمِلُوا >> الصَّالِحَاتِ >> >> لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ >> فِي >> الْأَرْضِ >> كَمَا >> اسْتَخْلَفَ >> الَّذِينَ >> مِنْ >> قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ . >> >> Apakah jika di masa kini dengan tidak berkuasanya orang-orang >> shaleh di dunia ini lantas Qur'an kau salahkan ? Janji Allah kepada >> Rasul saw dan sahabatnya dalam ayat diatas sudah berlaku..... >> jangan pula karena salah paham terhadap kosa kata khalifah kau >> salah gunakan. Allah dan RasulNya tidak pernah menyatakan semua >> orang beriman dan semua nabi itu khalifah. Hanya orang muslim yang >> beriman yg tidak kebingungan terhadap al Qur'an dan Sunnah. Seorang >> Ajeg tak mungkin bisa paham terhadap firman Allah, kecuali jika >> Allah menanamkan keimanan dalam hatinya dan keyakinan pada akalnya >> menjadi mukmin yang bertaqwa. >> >> Pada 4 Agustus 2012 10:04, >> ajeg <ajegilelu@...> menulis: >> >> > Hebat, sekarang sampiyan berprasangka terhadap diri sendiri, >> > menyangka diri lebih dari nabi, bisa tau opini orang hanya dari >> > tulisan. >> > >> > Padahal tinggal beberkan saja argumen khilafah tunggalmu di >> > hadapan (antara lain) QS 35:39. >> > >> > >> > --- Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...> wrote: >> > >> > > We are in the position that we knowing each other opinion. So, >> > > wajar aja kesannya gak mau denger wong kita ngerti apa yg you >> > > maksud. Tapi kita gak setuju. >> > > Justru adu argumen saja. >> > > Powered by Telkomsel BlackBerry® >> > > >> > > From: ajeg <ajegilelu@...> >> > > >> > >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
