Etnis Burman ini mengingatkan kita waktu bangsa Indonesia dulu dijajah Belanda. Benar, Burman ini sama brengseknya seperti Belanda. Mereka datang menjajah, memperkosa, menjarah, membunuh, kerja paksa, membuang para pribumi bahkan yg bisa hidup di suriname masih pake nama Indonesia. Begitulah Burman, melakukan kekejaman dan kebiadaban yg serupa. Kekejaman, kekejian dan perlakuan tidak manusiawi yg masih kita temui di jaman modern yg sudah dilandasi ham.
Jaman dulu, Belanda juga dibiarkan oleh para sekutunya atau sesama imperialis. Sementara Indonesia berjuang sendirian, para pahlawan kita juga disebut pemberontak. Kini pun kebiadaban Burman di biarkan, bahkan dbela dan didukung para kroni imperialis dan oportunis. Sementara Rohingya kinipun sendirian menanggung beban.. Sejarah yg berulang………….. --- On Tue, 8/7/12, Wal Suparmo <[email protected]> wrote: > From: Wal Suparmo <[email protected]> > Subject: Bls: [Indonesia-Rising] Rohingya Persis Gembel2 Yang Bangun Gubuk2 > Liar !!! > Salam > Walaupun pendatang asal tidak MENTHENG KELEK dan > menyesuaikan diri, tidak akan terjadi penolakan dimana-mana. > Tetapi itulah ideologi Islam yg sudah KADALUARSA, yg > di negeri orang kafir melanggar adat istiadat dan > kesopanan bangsa setempat.Yg terjadi di Belanda: > menyembelih ternak sesuai syariat Islam di kamar mandi, > berenang dengan berpakaian di kolam renang umum, > menutup jalan untuk sholat Jumat, menolak berjabat > tangan dengan lain jenis kelamin, menyembunyikan identitas > diri dengan berpakaian brukut dsb. > > Wasalam, > Wal > Suparmo. > > --- Pada Rab, 8/8/12, Muskitawati > <[email protected]> menulis: > > Dari: Muskitawati <[email protected]> > Lihatlah di DKI Jaya dan kota2 > besar dan kecil yang lain diseluruh Indonesia, di-mana2 ada > gembel yang bangun gubuk2 liar hingga tahunan, hingga turun > temurun sampai suatu waktu kena razia semuanya dibakarin, > gembel2nya ditangkepin kemudian dibuang kerja paksa jadi > transmigrasi. Tapi semua itu gembel2 yang aseli > pribumi Indonesia bukan orang asing, tapi kalo ada orang > asing-nya pasti di deportasi kenegaranya. > Demikianlah sama sekali tidak beda, persis sama, > Rohingya itu gembel2 arab dari Bangladesh yang diusir disana > kemudian menyebrang perbatasan Myanmar dan membangun gubuk2 > mereka sepanjang perbatasan itu hingga turun menurun tidak > terganggu karena terlindung hutan2 lebat. Tapi karena > ada penjarahan, pembunuhan pendeta2 Buddha, pemerkosaan > wanita2 diperbatasan oleh Rohingya ini, > akhirnya dirazia oleh militer Myanmar, maka jadilah seperti > yang kita lihat waktu gubuk2 dibakarin disepanjang jalan > kereta api. Jadi meskipun si gembel teriak2 rumahnya > terbakar, maka ada yang mau menolongnya ??? Kenapa > muslimin, FPI, Laskar Jihad dll tidak mencegahnya, tapi > waktu kejadian yang sama terjadi terhadap Rohingya, banyak > yang teriak2 menuduh kejam, melanggar HAM dlsb, padahal khan > yang kejam dan yang melanggar HAM itu pemerintah RI itu > sendiri karena dinegara sendiri. > Myanmar tidak bisa disalahkan karena yang > diusirnya orang asing bukan bangsanya sendiri seperti yang > terjadi di Indonesia. > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
