Islamfobia masih tumbuh subur di AS. Demikian sebuah media online di AS,
Global Grind, mengawali pemberitaan mereka mengenai peristiwa sebuah masjid
yang diduga sengaja dibakar seseorang di Joplin, Missouri, AS beberapa
waktu lalu.

Agaknya tidak berlebihan bila media tersebut menyatakan demikian. Sebab,
masjid di Joplin itu sudah dua kali dicoba dibakar dan yang kedua akhirnya
behasil membakar hangus bangunan itu. Pada 4 Juli 2012, seseorang
tertangkap kamera melemparkan api ke atap masjid hingga menyebabkan
kerusakan. Polisi yakin itu merupakan percobaan pembakaran.

Pada Senin (6/8/2012) pagi masjid di Joplin itu akhirnya terbakar habis.
Sehingga, kuat dugaan bangunan itu sengaja dibakar. Kebakaran ini
mengundang keprihatinan rakyat AS karena menunjukkan masih adanya ketakutan
akan Islam.

Kasus di Missouri itu bukan sekali ini saja terjadi. Di berbagai tempat di
penjuru AS, orang Islam kerap mendapat ancaman. Kasus yang terbaru adalah
adanya penentangan dari masyarakat terhadap pembukaan sebuah masjid di
Murfreesboro, Tennessee. Penentangan bahkan disampaikan secara formal ke
pengadilan setempat, sejak masjid itu dibangun dua tahun lalu.

Masyarakat sekitar menganggap Islam bukan merupakan agama yang diakui dan
dikhawatirkan memiliki hubungan dengan terorisme. Teror, vandalisme, dan
gangguan kerap diterima masjid tersebut. Namun demikian, aparat setempat
akhirnya mengizinkan pengoperasian masjid tersebut, Selasa (7/8/2012).

Kasus serupa juga pernah terjadi di New York, ketika sebuah masjid dibangun
di dekat Ground Zero. Penentangan dari publik bermunculan hingga menjadi
isu kontroversial di negeri itu.

CNN juga memberitakan bahwa ancaman terhadap Muslim sering terjadi dalam
berbagai bentuk. Yang paling sering dilakukan adalah teror, vandalisme, dan
memunculkan sentimen anti-Muslim.

Juru bicara Masyarakat Muslim Kimberly Kester menyatakan kepada CNN,
pihaknya sering mendapatkan tekanan. “Misalnya, papan nama masjid kami
dibakar, papan nama ditembak pistol, kotak pos dirusak, pendingin ruangan
dicuri, atau ada pula orang lewat sambil meneriakan kata-kata tertentu
kepada kami.”

Tekanan dalam bentuk lainnya adalah adanya kampanye untuk mengajak membakar
Alquran bersama-sama pada 2010. Kampanye ini dipelopori oleh seorang
pendeta bernama Terry Jones.

Tentu, kondisi ini tidak menggambarkan keseluruhan masyakat AS. Sebab,
banyak masyarakat yang mengutuk hal tersebut. Bahkan komunitas Kristiani di
Joplin menggalang kampanye untuk menghentikan aksi-aksi seperti itu. Ummat
beragama lain juga menawarkan perlindungan kepada Muslim.

Bahkan, Jill Michel, pastor dari South Joplin Christian Church, menawarkan
gerejanya untuk digunakan oleh Muslim jika mereka membutuhkan tempat untuk
berkumpul.

Hal itu juga diakui Kester yang mengaku secara umum tidak pernah
mendapatkan diskriminasi dari masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar
terbilang ramah dan bersahabat dengan kaum Muslim.

Namun, perlindungan dari pihak keamanan, seperti dikatakan Kester, kini
mutlak diperlukan. Bagaimanapun Muslim di AS masih memerlukan perlindungan,
selama fobia itu belum sirna.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke