Kembali Bank Pemerintah dalam hal ini Bank Jatim, Bank plat merah di 
Jawa Timur dikemplang oleh para mafia. Yang mengherankan, namanya Kredit
 Usaha Rakyat (KUR) kok bisa dinikmati oleh mafia? Harusnya kan untuk 
menumbuhkan ekonomi rakyat?
Kita tunggu saja, apakah laporan dari 
pihakĀ  bank pada polisi akan ada tindak lanjut, atau akan berhenti di 
tengah jalan, karena si pelaku yang berinittial Y dikenal sebagai orang 
kuat (Siapakah Y? apakah dia bernama Yudi pemilik PT Cipta Inti 
Farmindo, yang sering diberitakan sebagai cukong yang mengendalikan para
 pejabat, atau siapa? Bank jatim dan Polisi harus tuntas mengungkap dan 
mengembalikan uang negara (uang rakyat & nasabah) yang dikemplang 
itu. Kalau aparat hukum ragu2 menghukum pelaku tidak masalah, yang 
penting uang negara, uang nasabah, uang rakyat
 kembali
______________________________________________
http://www.suaramandiri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1400:kredit-fiktif-50-m-di-bank-jatim-hr-muhammad-kantongi-calon-tersangka&catid=178:headline
Kredit Fiktif 50 M di Bank Jatim Kantongi Calon Tersangka

suaramandiri.com (Surabaya) - Penyidikan dugaan 
tindak pidana pembobolan Bank Jatim Cabang HR Muhammad senilai Rp 50 
Miliar dengan modus pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) oleh 3 debitur 
untuk pengajuan 8 proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2011 di Diknas 
Kabupaten Mojokerto yang ternyata fiktif sudah ada calon tersangka. 
Sumber suaramandiri.com di Ditreskrimsus, Kamis (09/08/2012) menyebutkan
 calon tersangka tersebut berinisial Y dan akan ditahan setelah 
ditetapkan menjadi tersangka.
Y yang merupakan salah satu debitur KUR di Bank Jatim Cabang HR 
Muhammad itu berdasarkan catatan suaramandiri.com memang dikenal 
pengusaha spesialis proyek pengadaan barang dan jasa DAK (Dana Alokasi 
Khusus) pendidikan, utamanya di Jawa Timur. Bahkan oleh sesama rekanan, Y
 dikenal mafia proyek karena cukup lihai mengkondisikan pejabat yang 
berkompeten untuk bisa memenangkan tender pengadaan barang dan jasa DAK 
pendidikan tersebut.
Aksi debitur nakal ini terkuak setelah pihak Bank Jatim melakukan 
audit internal yang rampung 31 Maret 2012 dan tercatat mengalami 
kerugian sejumlah Rp 50 Miliar akibat KUR fiktif tersebut. Atas dasar 
hasil audit internal itulah pihak Bank Jatim yang diwakili Zulkifly 
Abdul Gani menjabat Pimpinan Subdiv Iru dan Komunikasi melaporkan hal 
tersebut ke Polda Jatim di bulan dengan bukti LP No:499/VI/2012. (Yudha)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke