Politik Hegemony superioritas superpower Amerika tidak mungkin dibuka secara 
bebas dan jujur, dalam banyak hal sangat dirahasiakan, namun dalam kaitannya 
dengan kepentingan kita yang hidup di Indonesia, kiranya perlu kita intip atau 
kita selidiki atau kita analysa kemana kira2 kebijaksanaan Amerika dalam kaitan 
kepentingannya ini.

Bandingkanlah sejarah sebelum perang dunia kedua dan sejarah pasca perang dunia 
kedua.  Sebelum perang dunia kedua tidak pernah ada negara2 Islam didunia ini, 
karena semua Kerajaan2 Islam yang ada hanyalah jajahan Inggris, Perancis dll 
yang menempatkan raja2 boneka-nya saja.  Amerika sebagai pemenang perang dunia 
kedua pun tidak mau menyombongkan diri, malah menyatakan yang menang adalah 
sekutu bukan Amerika.  Tapi niat mengambil alih dunia ini dari tangan bekas 
para penjajahnya tetap direncanakan secara se-halus2nya untuk tidak menyinggung 
kebanggaan masing2 bangsa di Eropah yang terkenal sombong sejak dahulu kala.

Amerika membentuk United Nation atau yang kita kenal sebagai PBB, kemudian 
semua negara2 Jajahan itu dijadikan anggauta sebagai negara merdeka layaknya, 
namun sebagai anggauta UN ternyata lebih banyak ikatan2nya katimbang sekedar 
hanya menjadi negara jajahan saja.  Demikianlah, dengan institusi buatan 
Amerika, maka semua negara didunia diambil alih dibawah kepemimpinan Amerika 
melalui United Nation, sedangkan kekuatan negara penjajah sebelumnya dipereteli 
dalam perang dunia kedua sehingga tanpa perlu membujuk susah2 semua negara2 
penjajah dari Eropah suka rela menjadi anggauta UN yang oleh Amerika cukup 
dihormati sebagai pemegang hak veto.

Jadi hasli pasca perang dunia kedua, bermunculanlah banyak negara2 Islam di 
Timur Tengah.  Hal ini bukanlah kebetulan tetapi memang direncanakan yang 
tujuan utamanya untuk memenjarakan mereka dengan kepercayaan mereka sehingga 
semua sumber alam mereka berada dibawah kekuasaan Amerika.

Jadi kalo diseluruh Timur Tengah berhasil dijadikan negara Islam, apakah anda 
pikir untuk menjadikan Indonesia juga negara Syariah Islam jadi lebih susah ??? 
 Tentunya tidak, bahwa kalo anda yang jadi pemimpin Amerika, bukankah sangat 
menguntungkan sekali kalo Indonesia yang kaya raya ini dijadikan negara Islam 
yang cuma kerjanya shalat, puasa, tahajut dan kemudian mati atau saling 
mematikan.

> Jamil Sumingan <jamilsumingan@...> wrote:
> Memang seolah olah terjadi pergeseran
> sifat dari "KeIndonesiaan" menjadi
> "KeIslaman" semua diukur dari
> KeIslamannya bukan KeIndonesiaannya.
> Tapi dari hasil pilkada putaran pertama
> telah menunjukan bukti lebih banyak warga
> yang menunjukan ke Indonesiaannya dari
> pada KeIslamannya. 

Sebenarnya tidak ada pergeseran, dari study Islam oleh professor Jepang 
Nakamura Mitsuo, Chiba University, ditemukan bahwa Islam di Indonesia ada 2 
bentuk: Islam Abangan dan Islam Santri.

Menurut beliau dari hasil statistik, 85% Islam di Indonesia adalah "Islam 
Abangan" yang biasa disebut Islam KTP.  Hal ini tidaklah mengherankan, karena 
setiap hasil pemilu pun sudah berbicara, bahwa yang memberikan suara kepada 
partai2 Islam hanya sekitar 10-15%, belum pernah partai2 atau kelompok2 Islam 
mendapatkan suara lebih dari 15%.

Zaman Sukarno juga membuktikan bahwa untuk menjatuhkan Sukarno, berulangkali 
CIA membiayai partai2 Islam di Indonesia ternyata semua gagal sehingga dengan 
menggerakkan ABRI sajalah CIA baru bisa berhasil menggulingkan Sukarno.

Harus kita ingat sejak proklamasi kemerdekaan pertama kali, usul kelompok Islam 
untuk memasukkan Piagam Jakarta sebagai hukum di Indonesia dengan tegas ditolak 
Sukarno karena Piagam Jakarta berisi keharusan menegakkan Syariah Islam di 
Republik ini.  Hasil dari pertikaian piagam Jakarta yang disodorkan oleh partai 
Islam Masyumi waktu itu, adalah keputusan presiden nomor sekian yang 
membubarkan semua kegiatan partai Islam Masyumi dinyatakan terlarang.

Jadi, meskipun Islam susah bisa menguasai Indonesia sejak dari zaman Sukarno, 
tentu Amerika tidak akan putus asa, perlahan tapi pasti, melalui agen2nya di 
Arab Saudia, fanatisme Islam di Indonesia meningkat tinggi sekali meskipun 
masih belum mampu menguasai suara pemilih.

Tapi menjadikan RI sebagai negara Islam bagi Amerika sudah harga mati karena 
dengan Syariah Islam inilah kebencian kepada agama2 Asia bisa dipupuk menahan 
pengaruh Cina sehingga meringankan Amerika dalam mengamankan superioritasnya 
diseluruh dunia.

Indonesia yang Syariah Islam menjamin ketergantungan negara ini kepada Amerika 
sepanjang masa.  Karena Syariah Islam memenjarakan pikiran umatnya kemasa lalu 
Islam dizaman kehidupan nabi Muhammad.

Jadi dari kesimpulan ini, maka suka atau tidak suka, anda harus bersiap sedia 
menerima Syariah Islam sebagai hukum dimana anda hidup didalamnya.  Dan untuk 
menyesuaikan diri dan menghindari hal2 yang bisa merugikan anda tidaklah susah, 
masuk saja menjadi muslimin meskipun anda tidak pernah bisa percaya.  Memang 
menjadi muslimin tidak harus percaya kepada Islam, paling tidak menyelamatkan 
anda sekeluarga dari penjarahan yang tidak perlu terjadi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke