http://makassar.tribunnews.com/2012/08/12/jk-8000-rumah-untuk-pengungsi-rohingya
JK: 8000 Rumah untuk Pengungsi Rohingya
Tribun Timur - Sabtu, 11 Agustus 2012 23:57 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, - Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla mengungkapkan 
Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pemerintah Myanmar sepakat untuk 
menyediakan 8.000 rumah bagi pengungsi Rohingya. Pengungsi Rohingya juga akan 
direlokasi dan direhabilitasi ke tempat yang lebih layak. 
"OKI dan Myanmar sepakat untuk merehabilitasi korban dan merelokasi ke tempat 
yg lebih baik. Delapan ribu rumah akan dibangun bagi pengungsi Rohingya," ujar 
Jusuf Kalla di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, setibanya dari 
Myanmar, Sabtu (11/8/2012).

Kalla bertolak ke Myanmar setelah menghadiri pertemuan Organisasi Konferensi 
Islam (OKI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan OKI tersebut diambil 
keputusan untuk mencari jalan keluar penyelesaian masalah muslim Rohingya di 
Myamar. Penyelesaian masalah tersebut tidak hanya menyangkut penyelesain dalam 
tempo dekat saja, namun juga yang akan datang agar permasalahan serupa tidak 
terulang.

Di Myanmar, Jusuf Kalla sebagai perwakilan dari Indonesia didampingi oleh Wakil 
Sekertaris Jendral OKI, Hatta Abdul Manan dan wakil dari negara Islam lainnya.

Kalla menambahkan, sejumlah harapan OKI yang disampaikan kepada pemerintah 
Myanmar disambut baik. Awalnya, sempat muncul kekhawatiran pemerintah Myanmar 
akan bersikap tertutup terhadap kunjungan OKI. Misalnya, pemerintah Myanmar 
mengizinkan tim dari anggota OKI terlibat dalam proses rehabilitasi dan 
relokasi.

"Pemerintah Myanmar bersikap terbuka dan menyambut kami dengan baik. Selain 
itu, pemerintah Myanmar turut pula memenuhi semua usulan dari kami untuk 
membantu pengungsi Rohingya," tambahnya.(*)

Editor : Ridwan Putra
Sumber : Kompas.com

++++++
Ref: Untuk melihat video footage, click situs di bawah ini :

http://www.aljazeera.com/news/asia/2012/08/201284155353135194.html

Bangladesh orders halt in aid to Rohingya 

Three aid groups told to stop helping thousands of Rohingya Muslims fleeing 
violence in Myanmar.
Last Modified: 04 Aug 2012 16:31 
inShareBangladesh has told three international aid agencies not to help 
thousands of Muslim Rohingya refugees who have been fleeing into its territory 
to escape violence in neighbouring strife-torn Myanmar.Joynul Bari, a district 
deputy commissioner, told Bangladeshi media, their helping hand is encouraging 
Rohingya refugees to cross from Myanmar into the country.

Some 100,000 people, both Bangladeshis and Rohingya refugees, depend on the 
services of France's Médecins Sans Frontières, British-based Muslim Aid and 
Action Against Hunger.

Aid agencies fear that conditions in refugee camps in Bangladesh are about to 
deteriorate even further as a result of the ban.

Al Jazeera's Nicolas Haque reports from Dhaka.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke