Sejak semula keduanya Mesir dan Israel tidak menyebut nama Hamas si pelaku 
serangan Sinai yang membunuh 16 prajurit Mesir.  Baru sekarang Abbas membuat 
pernyataan resmi mendukung Mesir dalam menumpas terorist pelaku pembunuhan 
prajurit Mesir di Sinai.  Abbas juga mendukung penutupan terowongan 
penyelundupan yang dibangun oleh Hamas:

http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/08/11/m8ln81-mesir-tutup-terowongan-gaza-pemimpin-palestina-mendukung 


Dengan tanpa menyebut nama Hamas, pemerintah Mesir dibawah Mursi mengumumkan 
bahwa terorist yang membunuh 16 prajurit Mesir masuk ke Sinai melalui 
terowongan yang dibuat Hamas, dan kemudian para pelaku melarikan diri kewilayah 
Israel dengan kendaraan lapis baja yang berhasil ditembak mati semuanya dan 
empat mayat didalamnya diserahkan kepada pemerintah Mesir. Sementara tanpa 
menyebut kerja sama Mesir-Israel, pasukan Mesir berhasil menembak mati 20 
terorist yang berasal dari Gaza yang berusaha melarikan diri kembali ke Gaza.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/08/10/m8ie8y-helikopter-mesir-bergerak-dari-sinai-inilah-reaksi-israel 


Mesir mengumumkan, operasi menumpas gerilyawan di Sinai "berhasil sepenuhnya 
dan akan dilanjutkan". 

Pengumuman itu disampaikan setelah televisi pemerintah melaporkan bahwa 20 
militan tewas dalam serangan-serangan udara yang dilakukan militer. 

"Pada Selasa malam, unsur-unsur dari angkatan bersenjata dan kementerian dalam 
negeri yang didukung oleh angkatan udara memulai rencana memulihkan keamanan 
dangan memburu dan menyerang unsur-unsur teroris bersenjata di Sinai, dan 
mereka menyelesaikan tugas ini dengan keberhasilan penuh," kata 
militer. Militer akan "terus melaksanakan rencana ini", kata pernyataan itu. 


Jadi meskipun Mesir dan Israel tidak pernah menyebut nama Hamas sebagai pelaku 
penembakan terhadap tentara Mesir, namun pihak Hamas mendadak menyangkal 
pernyataan pemerintah Mesir dan Israel dengan menuduh pelakunya adalah Israel.  
Haniya, perdana menteri Hamas menyatakan bahwa Hamas tidak mungkin membunuh 
tentara Mesir karena katanya penyerangan terhadap Mesir sama artinya menyerang 
Palestina dan Haniya menyatakan bahwa Hamas selalu bersahabat melindungi Mesir.

Jadi meskipun para pemimpin Hamas masih basa basi, tapi dilapangan sudah kontak 
senjata dikarenakan pasukan Hamas di Sinai terkepung oleh pasukan Mesir yang 
menutup terowongan sehingga pasukan Hamas tidak bisa kembali balik ke Gaza.

Di Syria, pasukan Hamas membantu pasukan pemberontak untuk menggulingkan Basyar 
Assad, sementara itu pasukan Hezbollah di Lebanon dipaksa oleh pemerintah agar 
melucuti senjata mereka, posisi Hezbollah sebelumnya sangat kuat karena dibantu 
oleh dukungan senjata oleh Basyar Assad di Syria.  Kalo sebelum terjadinya 
perpecahan ini, Hamas bekerja sama dengan Hezbollah, namun sekarang sudah 
terhenti kerjasamanya dan pihak Hamas pun terpecah dalam beberapa kelompok yang 
tidak terkendalikan.

Iran yang sebelumnya mendukung Basyar Assad dan Hezbollah dan Hamas dalam satu 
front, tapi sekarang terpaksa menghentikan dukungannya kepada Hamas karena 
ternyata Hamas terlibat penculikan jamaah Iran untuk me-mata2i pemberontak2 
yang memusuhi Basyar Assad.  Iran menyatakan bahwa jamaah mereka sedang 
melakukan kewajiban agama Islam mengunjungi tempat2 suci. Tentu saja pernyataan 
Iran ini bohong, karena mana mungkin bisa beribadah haji ditempat yang penuh 
dengan puing2 dan korban2 peperangan.

Dilain pihak, Basyar Assad yang didukung Iran telah berhasil merebut ibukota 
Damaskus, dengan korban2 ribuan dipihak pemberontak, sementara pengepungan kota 
Alepo sudah memulai kontak2 senjata yang menentukan yang diperkirakan jumlah 
korban yang jatuh dipihak pemberontak akan berlipat ganda kalo bantuan Amerika 
belum juga tiba.

Demikianlah berita2 singkat diatas menyimpulkan dengan jelas posisi gerilyawan 
terorist Palestina dibawah Hamas mengalami hari2 buruk yang makin kelam yang 
menjelang kematian atau kehancurannya yang bukan lagi melawan Israel melainkan 
terpecah belah didalam mereka sendiri dan dari luar diserang oleh bekas2 para 
pendukungnya.

Apakah nasib Hamas hanya berakhir disini? kelihatannya tidak demikian, karena 
organisasi Hamas dari pucuk pimpinannya hingga kebawah sudah disusupi agen2 
Mossad yang menduduki jabatan2 yang sangat mapan, bahkan Haniya dan Meshal 
keduanya diduga juga bekerja untuk Mossad.  Kedepan, Israel merencanakan 
gerombolan Hamas ini bisa di arahkan menyerang dan merebut Yordania setelah 
melumpuhkan Basyar Assad.  Para pengikut Hamas yang nantinya berhasil menguasai 
Syria dan Yordania akan membuat dan menggunakan nama organisasi baru lagi agar 
tidak diketahui bahwa dibelakang serangan tsb para pelakunya adalah Hamas, 
sekalian menutup kamuflase designernya adalah Mossad.

Sementara itu Iran akan terus melakoni peran musuh Israel, dan melanjutkan 
perang dingin mereka dengan Israel tanpa pernah terjadi kontak senjata sama 
sekali.  Iran merupakan benteng Irael dalam melindungi securitynya yang 
ber-lapis2.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke