> coba kalo arra ada waktu dan sempet jalan2 ajak ngobrol itu 
> engineer2 kita di situ.

eheh.. ntar bisa bisa diajakin bikin pesawat..
runyam deh..


--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> kedekatan indonesia dan korea dlm bidang dirgantara akan semakin erat 
> karena sekarang ini paling tidak ada 20an engineer pt di yg kerja di 
> korea untuk mengembangkan pesawat tempur stealth if-x/kf-x.
> 
> http://en.wikipedia.org/wiki/KAI_KF-X
> 
> secara ekonomi ini ancaman serius buat industri militer amrik maupun rusia.
> dan negara2 asean boleh ngiri karena cuman indonesia yg diajak bikin 
> ginian sama korea selatan.
> 
> coba kalo arra ada waktu dan sempet jalan2 ajak ngobrol itu 
> engineer2 kita di situ.
>  
> --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@> wrote:
> >
> > 
> > salah satu bukti kalau orang indonesia itu mampu berkarya..
> > 
> > 
> > 
> > From: syarwani <syarwani@yahoo. com> 
> > 
> > CN 235 VIP Membanggakan!
> > 
> > Dalam kesempatan kunjungan resmi ke Korea Selatan sebagai kepala staf 
> > Angkatan
> > Udara Republik Indonesia, salah satu acara formal adalah mengunjungi lokasi
> > strategis Angkatan Udara Korea di luar Kota Seoul.
> > 
> > Perjalanan ke tempat tersebut dilakukan menggunakan pesawat helikopter yang
> > berpangkalan di salah satu pangkalan udara yang berdampingan dengan Air 
> > Force
> > Base, unit dari Angkatan Udara Amerika Serikat.
> > 
> > Selesai acara resmi, rombongan kami saat itu tertunda lebih kurang satu jam
> > dalam jadwal perjalanan kembali ke Seoul karena cuaca yang berubah buruk.
> > 
> > Seorang kolonel menghadap saya menjelaskan bahwa perjalanan kembali ke Seoul
> > tidak dapat dilaksanakan menggunakan helikopter atau pesawat
> > rotary wing yang tadi.
> > 
> > Disebutkan alasannya adalah pesawat tersebut tidak bisa terbang tinggi 
> > berhubung
> > dengan perkembangan keadaan cuaca yang memburuk. Markas Besar di Seoul
> > memerintahkan untuk mengirim sebuah pesawat
> > fixed wing VIP menjemput saya dan rombongan.
> > 
> > Setelah pesawat siap, kami pun segera bergegas menuju tempat parkir pesawat.
> > Agak sedikit kaget karena ternyata pesawat
> > fixed wing VIP yang disiapkan tersebut ternyata dari jenis
> > CN-235.
> > 
> > Selesai melaksanakan penghormatan berjajar sesuai dengan prosedur 
> > pemberangkatan
> > VIP, sang Captain Pilot dengan tersenyum lebar mendekat ke saya dengan
> > mengatakan penuh bangga bahwa saya akan diantar kembali ke Seoul dengan
> > pesawat fixed wing terbaik yang tersedia di Korea Selatan dan itu adalah 
> > pesawat
> > terbang "asli" buatan negara anda! Terharu dalam hati, saya tersenyum 
> > sejenak
> > dan mulai meneliti interior CN-235 yang sama sekali belum pernah saya 
> > saksikan
> > sebelumnya.
> > 
> > Tidak bisa saya sembunyikan kekaguman terhadap desain interior CN-235 VIP
> > Angkatan Udara Korea Selatan ini. Konon, belakangan setelah itu, saya 
> > memperoleh
> > informasi bahwa desain dan perlengkapan VIP interior CN-235 tersebut adalah
> > produk dari pesanan khusus Pemerintah Korea Selatan kepada pihak PTDI.
> > 
> > Terus terang, sangat mewah untuk ukuran Indonesia dan yang istimewa adalah
> > sangat bersih, termasuk lantainya. Yang sangat mengharukan saya adalah 
> > melihat
> > bagaimana para awak pesawat bertugas di pesawat itu dengan penuh kebanggaan.
> > Bertugas menerbangkan VIP dengan pesawat khusus buatan BANDUNG di 
> > pertengahan
> > masa jabatan saya lainnya, Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM)
> > berkunjung tidak resmi ke Surabaya dengan transit semalam di Jakarta. Saya
> > datang menemuinya di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
> > 
> > Ada rasa ingin tahu, apa gerangan yang menjadi acara penting Panglima ke
> > Surabaya. Ternyata, Panglima TUDM beserta satu set kru lainnya hendak 
> > berlatih
> > simulator CN-235 di Surabaya.
> > 
> > Saya bertanya kepada Panglima, Jenderal Dato' Suleiman, jam berapa tiba dan
> > menggunakan apa? Surprise sekali saya memperoleh jawaban ternyata Panglima
> > mengemudikan sendiri pesawat CN-235 TUDM VIP dengan menyertakan dua co-pilot
> > yang akan berlatih simulator di Surabaya.
> > 
> > Jenderal Dato' Suleiman menceritakan kepada saya betapa dia sangat menikmati
> > terbang dengan CN-235. Saya tidak punya rating/ kemampuan menerbangkan 
> > CN-235
> > karena sebagian besar perjalanan terbang saya adalah menerbangkan C-130
> > Hercules.
> > 
> > Secara kebetulan, Jenderal Dato' Suleiman juga mempunyai rating pesawat
> > Hercules. Dengan demikian saya dapat mendiskusikannya agak lebih teknis apa 
> > yang
> > dimaksudkannya "nikmat" menerbangkan CN-235 dengan membandingkannya dengan
> > Hercules.
> > 
> > Diskusi berakhir dengan pernyataan Panglima TUDM yang sangat saya percaya 
> > jauh
> > dari basa-basi bahwa secara teknis, menerbangkan CN-235 tidaklah kalah
> > menyenangkan dari menerbangkan Hercules.
> > 
> > Dia menutup dengan hal yang sangat mengharukan hati saya bahwa seluruh warga
> > TUDM sangat berbangga hati memiliki dan mengoperasikan pesawat CN-235 
> > produksi
> > dari bangsa serumpun!
> > 
> > Dari dua uraian ilustrasi tadi, kiranya telah lebih dari cukup untuk 
> > mewakili
> > refleksi dari beberapa negara lainnya di kawasan Asia Pasifik yang juga
> > menggunakan pesawat buatan anak bangsa CN-235.
> > 
> > Pesawat tersebut telah membuktikan dirinya, betapa kelas dari hasil jerih 
> > payah
> > putra sang Ibu Pertiwi sudah memperoleh pengakuan de facto di panggung 
> > global.
> > 
> > Sangat disayangkan, kini justru di negeri sendiri kita mulai sulit untuk 
> > dapat
> > menyaksikan CN-235 membelah angkasa Nusantara, menjaga persada. Sangat 
> > berbeda
> > kehadiran CN- 235 bila dibandingkan dengan pesawat Casa-212 yang juga keluar
> > dari kandungan PTDI.
> > 
> > CN-235 dari sejak awal memang telah lahir dari kerja keras dan olah pikir
> > anak-anak kebanggaan kita. Lahir dari pemikiran orisinal sejak desain dasar
> > pesawatnya, bukan sekadar kerja yang mencampur "asem dengan beling" alias
> > assembling alias "jahit obras" belaka. Tidak berlebihan kiranya bila banyak
> > pihak yang masih saja menginginkan produk kebanggaan seperti ini dapat
> > diteruskan.
> > 
> > Diteruskan yang memang pasti membutuhkan tekad kuat yang harus dilandasi 
> > dengan
> > rasa bangga atas karya sendiri. Yang memang diperlukan adalah spirit dan 
> > daya
> > juang untuk bertempur dalam kancah persaingan internasional dibandingkan 
> > dengan
> > hanya mencari kemudahan melalui kerja ringan memoles saja karya negara lain
> > untuk diluncurkan melalui jalur
> > assembly-lineaircra ft manufacturer yang bernama PTDI.
> > 
> > Mudah-mudahan kita ini semua tidak mudah untuk selalu tergoda dengan "jalan
> > pintas" yang selalu saja merangsang alias "menggiurkan" itu.
> > 
> > CHAPPY HAKIM
> > Chairman CSE Aviation
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke