Kasus kekerasan akibat adanya shariat islam di Iran mengakibatkan ribuan
muslim syiah Iran jenuh dan keluar dari negara tersebut. Mereka lari
dikarenakan hukum tersebut adalah hukum yang tidak manusiawi dan menurut
mereka hukum sharia bukan lah hukum allah. Karena dalam hukum tersebut
mereka dikekang dan ditindas habis-habisan oleh para imam-imam besar yang
menduduki pemerintahan.

Selain di Belanda, peristiwa para muslim yang meninggalkan agama lama
mereka dan mengikut Yesus Kristus juga terjadi di Jerman.Diakui oleh
Gereja-gereja di Jerman, baik Gereja Pentakosta, Gereja Lutheran, Gereja
Injili dan Gereja Baptis dan Gereja Presbyterian, alasan para pemuda Iran
ini memilih meninggalkan agama negara asal mereka karena, mereka semua
mengalami penganiayaan dan penyiksaan atas nama ‘Islam.’ Menurut situs
berita Jerman, De Spiegel, pada 15 Mei 2012 lalu, setiap hari Minggu, salah
satu jemaat Gereja Tuhan (CoG) di Berlin yang berada di daerah komunitas
imigran Timur Tengah mengadakan ibadah pembaptisan kepada warga yang
memutuskan mengikut salib Kristus. Kebanyakan dari mereka merupakan warga
pengungsi dari Iran bermigrasi ke Jerman pada beberapa tahun yang lalu.
Dilaporkan pula, pada 5 Mei 2012 lalu saja, sekitar 14 orang Iran dibaptis
menjadi Kristen. Ibadah pembaptisan dipimpin oleh salah satu gembala wanita
gereja tersebut, Pdt Rosemary Gontes.

* Pdt Gontes* juga mengungkapkan, pernah ada pembaptisan terhadap limapuluh
warga Iran. Farid Shad, salah seorang jemaat gereja yang beraliran
pentakostal itu mengakui walau ia diam-diam telah menjadi Kristen di Iran,
ia sama sekali tidak dapat datang ke gereja sebab ia takut kepada aparat
keamanan Iran yang akan menangkap warga ber-KTP Islam yang ketahuan
menghadiri ibadah gereja. “Kami hanya mengadakan pertemuan tertutup di
rumah-rumah guna membaca Alkitab atau melaksanakan kewajiban iman kami,
kami berkumpul dan beribadah,” tuturnya. Jorgen Shrek, seorang gembala
senior Gereja Tuhan di Berlin menuturkan kebahagiaannya menerima warga Iran
yang memilih memikul Salib Kristus. “Sebelum para pemuda Iran datang ke
gereja kami, yang ada hanyalah orang-orang tua yang hadir untuk memenuhi
ritual keagamaan mereka. Namun suasana berubah ketika para pemuda Kristen
ini masuk ke sini,” ucap *Pdt Shrek*. Warga Iran yang pertama menginjakkan
kakinya ke gereja itu adalah seorang penerjemah bahasa Persia, bernama
Nadi. Setelah itu, kawan-kawan Nadi mulai mendatangi gereja yang berbahasa
Jerman itu, guna mempelajari bahasa negara itu.

Kemudian pendeta Rosemary pun mulai membantu para warga Iran ini dalam
pengenalan dan pendalaman Yesus Kristus. Menanggapi tuduhan masuk Kristen
demi ijin kewarganegaraan, pendera Rosemary mengungkapkan para pemuda Iran
ini bukanlah imigran yang ‘kekurangan finansial’. “Mereka semua adalah
pemuda yang berpendidikan tinggi, memiliki rumah pribadi dan kehidupan
berkecukupan di Iran. [Sehingga] sangat tidak beralasan jika mereka tidak
memanfaatkan semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk mendapatkan ijin
kewarganegaraan.” Pendeta Hans Jorgen Kotsner, seorang pendeta dari Gereja
Protestan Jerman di Berlin yang setiap Minggunya mengadakan ibadah dengan
dua bahasa, Persia dan Jerman, karena sekitar 1000 warga jemaatnya
merupakan warga Iran, menyatakan banyaknya warga Iran yang menjadi Kristen
akibat tekanan agama wajib mereka di Iran,  serta tekanan dan kekerasan
yang diberlakukan jika mereka diketahui ‘melenceng’ dari Islam (wanita yg
ketahuan membuka jilbab, ketahuan minum dan makan saat puasa [walau sedang
sakit], ketahuan berbicara dengan non-muslim, menolong non-muslim yang
sedang susah, membaca Alkitab dan literatur Kristen, mendatangi gedung
gereja, mengucapkan selamat Natal dan selamat Paskah, dll.) Pdt Kotsner
juga menambahkan hal ini merupakan pesan politik yang dilakukan oleh pemuda
Iran.

Permintaan diri agar dibaptis mulai meningkat tajam sejak pemilihan umum
kontroversial pada 2009 di Iran. Namun demikian, Pdt Kotsner menyatakan ia
tidak memaksa warga Iran dan Timur Tengah pada umumnya untuk masuk Kristen,
sebab sangat percuma jika hal itu dilakukan dengan terpaksa. Sehingga
bersama badan pengurus gereja, ia juga membantu para muslim Iran di Jerman
untuk mendapatkan dan menikmati kehidupan yang layak tanpa perlu mengajak
mereka masuk gereja.

*Editorial comment ; *Dari hasil liputan tersebut, kita melihat bahwa
banyaknya warga muslim iran yang tidak menyukai shariat islam dan berdampak
terhadap keimanan mereka yang meninggalkan islam. hal ini terjadi
dikarenakan kekerasan dan tindakan premanisasi yang dilakukan oleh para
polisi sharia. banyak kasus terjadi bahwa polisi sharia mengancam para
wanita muslim yang tertangkap basah tidak menggunakan niqab dan hijab
dengan pemerkosaan dan kawin kontrak atau *Mutah*. Kawin kontrak adalah
istilah pelacuran secara halal. dimana yang dikontrak akan dibayar dengan
uang dan menikah dalam waktu singkat setelah melakukan seksual dengan yang
dikontrak maka pernikahan tersebut disudahi. Peristiwa kawin kontrak (*mutah
*) terdapat di Indonesia bahkan juga sudah ada dalam tayangan filem yang
berjudul *(Kawin Kontrak)*

Read more:
http://indonesianchristian.org/karena-kekejaman-sharia-di-iran-ribuan-muslim-jadi-kristen-di-jerman/#ixzz24SQNZZvv
Under Creative Commons License:
Attribution<http://creativecommons.org/licenses/by/3.0>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke