Dulu Bung Karno sudah hampir berhasil memindahkan Perserikatan Bangsa2 yang berpusat di New York ke Jakarta. Dalam kerangka cita2 anti-Nekolim-nya, Bung Karno cari gara2 dengan mengganyang Malaysia, akibatnya ekonomi RI hancur lebur, rakyat kelaparan hampir disemua wilayah RI ini.
Salah satu pokok perjuangan Bung Karno adalah membubarkan Perserikatan Bangsa2 di New York dan membangunnya yang baru yang berpusat di Jakarta. Untuk maksud tsb, Bung Karno meminta dukungan negara2 non-blok Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang juga dibentuknya pada waktu itu. Jadi dengan mengadakan konperensi non-blok pertama KAA I di Bandung, ternyata sambutan luar biasa yang mendukung gagasan Bung Karno ini telah mendorong beliau menindak lanjuti cita2 pembubaran perserikatan bangsa2 itu dari muka bumi ini karena dianggapnya tidak adil. Demikianlah dengan sumbangan berbagai negara, Bung Karno membangun gedung Conefo sebagai pusat negara2 yang bergabung dalam Committe the New Emerging Forces. Sebelum Bung Karno mengajak semua negara2 didunia ini keluar dari United Nation atau Perserikatan Bangsa2, beliau memerintahkan Menteri Luar Negeri Subandrio untuk bersafari keseluruh Africa, Amerika Latin dan Asia yang kesemuanya sudah teken kontrak mendukung dan mengikuti tindakan Bung Karno secara serentak untuk sama2 menyatakan keluar dari United Nation atau Perserikatan Bangsa2 ini. Demikianlah pada saat tiba waktu-nya untuk action, Bung Karno berpidato dimuka podium lembaga dunia ini dengan menuduh Perserikatan Bangsa2 hanyalah boneka alat yang diciptakan oleh Nekolim untuk menipu negara2 didunia. Dibawah tempik sorak yang gegap gempita di gedung United Nation di New York yang menyambut hangat pidato ber-api2 Bung Karno ini, gedung UN se-olah2 hampir runtuh saking hebatnya dukungan negara2 dunia yang menjadi anggauta UN. Setelah tempik sorak negara2 seluruh dunia ini mereda, Sukarno dengan suara tegas, jelas, dan bening, per-lahan2 berkata "Dengan ini Indonesia menyatakan keluar dari keanggautan UN sejak waktu, hari, jam, menit dan detik ini". Suasana hening yang kemudian disambut oleh seluruh anggauta UN dengan tempik sorak yang bergemuruh. Setelah Bung Karno turun dari podium, sesuai yang telah direncanakan dan dijanjikan oleh semua negara2 yang telah teken kontrak untuk mendukung tindakan Bung Karno untuk bergantian naik ke mimbar menyatakan keluar sama seperti yang dilakukan Indonesia. Mengherankan, menakjubkan, dan ajaib, ternyata TIDAK SATUPUN negara yang katanya mendukung Indonesia memenuhi janjinya untuk keluar dari UN, bahkan negara2 Arab yang sudah banyak menyumbangkan dana untuk berdirinya Conefo, tidak ada satupun yang mendukung Indonesia dalam sidang UN ini keluar dari lembaga dunia ini untuk kemudian bergabung dengan Conefo yang made in Indonesia. Ternyata Bung Karno dikhianati, semua negara2 Arab dan Islam sama2 murtad mengelak janjinya yang telah ditanda tangani mereka sendiri, akibatnya cuma Indonesia saja yang keluar dari UN sehingga kehancuran ekonomi Indonesia menjadi lengkap, karena negara2 UN dilarang melakukan hubungan ekonomi dengan negara yang diluar UN dan RI menghadapi blokade total dari seluruh dunia lebih parah daripada yang dihadapi Gaza sekarang ini. Di-mana2 busung lapar, mayat2 diseluruh tanah air ini hanya tergolek mayat2 yang mati kelaparan, tapi bukan makanan yang dipikirkan oleh pemimpin Bangsa ini, dia sendiri ber-mewah2an di Istananya sambil mencari senjata2 selundupan dari Cina, Russia, Cuba, maupun dari Mesir untuk lebih hebat lagi mengganyang Malaysia, semua pasukan katak dan KKO dikerahkan masuk ke semua kota2 di Malaysia, Singapore, Serawak dan Brunai, korban2 darah rakyat yang tidak berdosa bertumpahan di negara2 yang diganyang Sukarno itu. Semuanya akhirnya berakhir, dan Sukarno di tanggal 1 Oktober 1965 sudah tersingkir dan dunia kembali menjadi tenang. Kejadian ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita dan semua negara2 didunia termasuk pejabat2 tinggi di Indonesia dan para politisinya. Sidang negara2 Non-Blok yang diciptakan Sukarno kembali akan mengadakan sidangnya di Teheran, 140 negara katanya akan mendukung berdirinya negara Palestina, padahal yang mendukung gagasan Bung Karno untuk keluar dari UN ada lebih dari 200 negara, yang menentang Sukarno hanya dua negara yaitu Inggris dan Amerika sedangkan Malaysia tidak diakui RI sebagai negara. Benarkah Arab Palestina akan berhasil benar2 didukung untuk mendirikan negara baru ??? Jawabannya kita kembalikan saja kepada mereka yang menamakan Palestina ini, bahkan rakyat mereka sendiri 90% menolak dan tidak mengakui pemimpin mereka yang mencatut nama rakyat Palestina dalam mewakilinya disidang akbar ini. Lebih dari 90% rakyat Palestina menolak kepemimpinan Abbas. Sukarno diangkat dalam pemilu jadi presiden RI sejak 1945 hingga jatuhnya pada 1966, jadi beliau menjabat presiden RI selama 21 tahun tanpa pernah ada pemilu lagi. Sama seperti yang dilakukan Abbas sekarang ini, dia diangkat dalam pemilu jadi presiden sudah 10 tahun yang lalu, sekarang yang seharusnya pemilu setiap 5 tahun sekali dibatalkannya kemudian di-undur2kan dengan bermacam alasan agar tetap dianggap presiden meskipun masa jabatannya sudah kadaluwarsa. Mengangkat diri sendiri jadi presiden tanpa pemilu dan mencatut sebagai mewakili rakyatnya hanya jadi tertawaan dibelakang layar oleh negara2 yang dikunjunginya. Janji2 yang ditanda tangani meskipun menipu bukanlah pelanggaran karena menipu si penipu juga bukan pelanggaran. Demikianlah, janji2 dukungan oleh negara2 yang dimintai dukungan tidak perlu dipenuhi. Tidak ada perbedaan nasib antara Sukarno dan Abbas, keduanya hanya menerima janji2 yang berisi dukungan2 yang tidak akan pernah ditepati, Sukarno gagal karena semua dukungan dulu yang dia terima ternyata hanya basa basi saja. Demikian pula yang dialami Abbas, janji2 yang diterimanya hanyalah berakhir dalam kata2 tidak mungkin ada kelanjutan tindakan seperti terbukti di UN pun gagasan Abbas untuk menjadikan negara Palestina yang belum berdiri ini sebagai anggauta UN ternyata tidak memenuhi persyaratan sehingga untuk masuk ke agenda UN pun sudah gagal belum mencapai prosedur voting. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
