Fokus....fokus

mana ada keresten Fundamentalis yang berjuang buat RI?????
malah Agama khonghucu&shinto itu sangat berjasa buat negara kita

kalau dibandingkan dengan Budha atau Hindhu.


________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, August 29, 2012 3:42 PM
Subject: Re: [proletar] Ormas Islam Pejuang Kemerdekaan Terpinggirkan
 

  
auloh udah bilang kalo ga mau miskin, ya kerja malak dan ngerampok. Istilah 
Islaminya, berjihad di jalan auloh memerangi kafir laknatuloh.

Tafsir al-Jalalayn 9:28-29

O you who believe, the
idolaters are indeed unclean, [they are] filth, on account of their inner
vileness, so do not let them come near the Sacred Mosque, that is, let them not
enter the Sanctuary, after this year of theirs, year 9 of the Hijra. IF YOU
FEAR IMPOVERISHMENT, POVERTY, as a result of the cessation of their commerce
with you, GOD WILL SURELY ENRICH YOU FROM HIS BOUNTY, if He will: and HE INDEED
ENRICHED THEM THROUGH CONQUESTS AND [THE IMPOSITION OF] THE JIZYA. God is
Knowing, Wise.

FIGHT THOSE who do not believe in God, nor in the
Last Day, for, otherwise, they would have believed in the Prophet (s), and who
do not forbid what God and His Messenger have forbidden, such as wine, nor do
they practise the religion of truth, the firm one, the one that abrogated other
religions, namely, the religion of Islam — from among of those who (min,
‘from’, explains [the previous] alladhīna, ‘those who’) have been given the
Scripture, namely, the Jews and the Christians, UNTIL THEY PAY THE JIZYA
TRIBUTE, the annual tax imposed them, readily (‘an yadin is a circumstantial
qualifier, meaning, ‘compliantly’, or ‘by their own hands’, not delegating it
[to others to pay]), BEING SUBDUED, [BEING MADE] SUBMISSIVE AND COMPLIANT TO
THE AUTHORITY OF ISLAM.

>________________________________
> From: "[email protected]" <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Wednesday, August 29, 2012 10:20 PM
>Subject: Re: [proletar] Ormas Islam Pejuang Kemerdekaan Terpinggirkan
> 
>
>  
>Kalau yg udah2 ujung2nya minta jatah, ini g curiga aja, ormas islam model 
>begini males2 hidupnya kayak centeng ! 
>Sok jagoan! Maling rampok secara halus, ♏äů  ɐ ñ ɑ k! Sendiri tapi giliran 
>suruh kerja mah males orang2nya. Kayak pak ogah 
>
>
>
>Sent from my BlackBerry® 
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT 
>
>-----Original Message----- 
>From: "Sunny" <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Wed, 29 Aug 2012 11:54:35 
>To: <Undisclosed-Recipient> 
>Reply-To: [email protected] 
>Subject: [proletar] Ormas Islam Pejuang Kemerdekaan Terpinggirkan 
>
>Ref: Apakah masalahnya karena selama ini kekuasaan negara berada dalam tangan 
>non-Muslim dan oleh sebab itu ormas Islam pejuang kemerdekaan terpinggirkan? 
>
>
>http://www.gatra.com/nasional/1-nasional/16847-ormas-islam-pejuang-kemerdekaan-terpinggirkan
> 
>Ormas Islam Pejuang Kemerdekaan Terpinggirkan 
>Tuesday, 28 August 2012 12:40 
>Serang - Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PB MA) KH Syadeli Karim 
>mengatakan, organisasi masyarakat (ormas) Islam yang menjadi pelopor 
>kemerdekaan, keberadaannya justru terpinggirkan karena pemerintah lebih 
>memberikan perhatian lebih pada keberadaan partai politik. 
>
>"Saat ini, pemerintah lebih memberikan keistimewaan terhadap partai daripada 
>ormas. Padahal ormas Islam yang sejak awal sudah gencar dalam upaya merebut 
>kemerdekaan. Akibatnya, agama semakin termarjinalkan, dan politik didewakan," 
>kata KH Syadeli Karim, saat halal bil halal dan diskusi kemerdekaan di Serang, 
>Senin (27/8). 
>
>Menurut Syadeli, saat politik yang dibesar-besarkan, nilai-nilai kemerdekaan 
>yang seharusnya dapat menjaga kerukunan umat beragama terpinggirkan. Padahal 
>seharusnya, kata dia, nilai-nilai tersebut menjadi acuan kebersamaan, untuk 
>menghapus penjajahan manusia terhadap manusia lainnya. 
>
>Ia menjelaskan, fakta sejarah menunjukkan kemerdekaan Republik Indonesia 
>sumbangan terbesarnya dari ulama dan santri. Sebabnya pergerakan kemerdekaan, 
>terutama di wilayah Banten dipelopori kalangan pesantren melalui jaringan 
>tarekatnya, seperti KH Wasyid tokoh geger Cilegon, Syeikh Asnawi Caringin, dan 
>Abuya Mukri di Labuan dan lain sebagainya. 
>
>"Mereka berangkat dari pesantren dan surau-surau, kemudian bersatu berjuang 
>mengusir penjajah," kata Sadeli dalam diskusi yang diselenggarakan koalisi 
>pergerakan Banten.. 
>
>Sementara Ketua Umum Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Matin 
>Syarkowi mengatakan, kerangka Indonesia merdeka bukan dari parpol merupakan 
>fakta sejarah. Indonesia menjadi negara merdeka, sumbangan terbesar dari ulama 
>dan santri. Namun demikian, justru ada pembelokan sejarah yang dilakukan oleh 
>Orientalis Snock Hurgronje, dengan mengganti istilah ulama dan santri dengan 
>pedagang dan petani. 
>
>"Dahulu yang Belanda takuti adalah gerakan underground yakni gerakan tarekat 
>Qodariyah naqsabandiyah karena memiliki pengikut yang taat terhadap guru dan 
>terorganisasi dengan bagus," kata Matin. 
>
>Menurut dia, ketidakpahaman terhadap sejarah kemerdekaan RI, akan berbahaya 
>bagi generasi muda. Sebab nantinya akan mengikis nilai-nilai keindonesiaan 
>yang semakin hari tergerus oleh budaya asing yang gencar masuk melalui 
>tayangan media. 
>
>Sedangkan pengamat sejarah, Nadjmudin Busro mengatakan, Negara Kesatuan 
>Republik Indonesia (NKRI) merupakan hasil "jerih payah para pendahulu yang 
>telah lama berjuang" membela kemerdekaan jauh sebelum proklamasi Kemerdekaan 
>RI pada 17 Agustus 1945. 
>
>Ia mengatakan, yang paling pertama menggelorakan pergerakan pemuda sebegai 
>pelopor pergerakan untuk kemerdekaan bukan Budi Utomo pada 1908, tapi Sarekat 
>Dagang Islam (SDI) pada 1905. 
>
>"Para tokoh muda dan kalangan ulama mewarnai perjuangan kemerdekaan RI. Waktu 
>itu, para ulama bermimpi agar umat Islam bersatu padu dalam melawan 
>penjajahan," kata Najmudin Busro. 
>
>Oleh karena itu, kalangan ulama dan pemimpin ormas Islam saat ini harus 
>bersatu kembali dalam mengisi kemerdekaan, menata kembali kebersamaan dalam 
>kerangka keislaman yang rahmatan lilalamiin di dalam NKRI yang berlandaskan 
>Pancasila. 
>
>Halal Bihalal dan Seminar Kebangsaan tersebut dihadiri puluhan peserta dari 
>kalangan mahasiswa dan para santri di Provinsi Banten. [TMA, Ant] 
>
>[Non-text portions of this message have been removed] 
>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke