http://www.tribunnews.com/2012/08/31/thats-the-way-ahok-ahok...-i-like-it
Pemilihan Gubernur DKI
That’s the Way Ahok AhokI Like It
TRIBUNNEWS.COM - Mendadak konsentrasi saya di depan komputer pecah dan buyar
gara-gara keberisikan canda tawa anak bungsu saya yang masih duduk di bangku
sekolah dasar dan teman-temannyasaling bersahutan menyanyikan acapella That’s
the Way Ahok Ahok I Like It... That’s the Way Ahok Ahok I Like It...!
Mereka memplesetkan lagu yang lawas yang pernah ngetop pertengahan tahun
1970-an berjudul "That's the Way (I Like It)" yang dipopulerkan oleh kelompok
musik KC and the Sunshine Band.
Berisik banget dasar bocah.
Nyanyian itu benar-benar mengganggu dan membuyarkan konsentrasi saya yang lagi
asyik-asyiknya di depan komputer.
Jadi nggak mood akhirnya saya “Close” saja file tersebut klik!
Saya pun keluar bermaksud menegur jangan berisik ada orang tidur.
Tapi yang terlontar dari mulut saya justru “Tau nggak siapa itu Ahok?”
Yang menang Pilkada sama Jokowi jawab dari salah seorang anak.
Ternyata anak tingkat sekolah dasar pun sudah cerdas sudah kenal Pilkada meski
pengetahuaannya tentang itu sebatas usia dan tingkat pendidikannya.
“Pa Ahok itu Cina orang Kristen ya?” tanya anak saya spontan polos apa adanya
tanpa tendensi dan pretensi apapun.
Pertanyaan ini tidak lantas saya tafsir sebagai SARA justru pertanyaan kritis.
Belum sempat menjawab pertanyaan itu mereka sudah kabur duluan sambil
mengulang-ulang That’s the Way Ahok Ahok I Like It.
Karena buat mereka jawaban – Ahok itu Cina atau orang Kristen – tidaklah
penting lagi.
Justru yang penting buat mereka bagaimana That’s the Way Ahok Ahok I Like It
bisa membawa kegembiraan daripada harus dipusingkan oleh jawaban yang mereka
anggap tidak substansif dan tidak kontekstual.
Dalam hitungan tidak sampai semenit ternyata lagu plesetan That’s the Way Ahok
Ahok I Like It menginspirasi saya untuk buka file “New” mending dibikin tulisan
saja semengalirnya.
Saya sendiri tidak banyak mengetahui sepak terjang pemilik nama lengkap Basuki
Tjahaya Purnama yang lebih akrab dipanggil Ahok ini dikancah politik.
Ternyata ia pernah menjadi Bupati Bangka Belitung Timur.
Pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar dan memutuskan mundur dari
partai berlambang pohon beringin demi mewujudkan obsesinya untuk maju di
Pilkada DKI 2012.
Akhirnya ia diusung Partai Gerindra untuk mendampingi Jokowi yang ditandu oleh
PDI Perjuangan maju ke Pilkada DKI 2012.
Nama dan figur Ahok yang tak banyak dikenal sebelumnya sontak melesat bagai
meteor menggegerkan dunia persilatan Pilkada DKI 2012 yang gaungnya sampai
menasional.
Konstelasi dunia persilatan Pilkada DKI 2012 pun sempat dibikin geger oleh
gunjingan-gunjingan yang dilatari hanya karena si Ahok warga keturunan Cina non
muslim.
Semua tahu bahwa gunjingan ini sengaja digulirkan dan ditebarkan sebagai
senjata politik lalu digesek-gesekan menjadi benih isu yang sangat sensitif
yaitu sentimen politik primodial kesukuan dan keagamaan.
Tak ayal lagi ibarat bensin yang disulut api langsung menyambar menambah
panasnya temperatur suhu politik Pilkada DKI.
Suka atau tidak suka setuju atau tidak setuju Ahok telah menjadi bintang
panggung dalam pertarungan perhelatan Pilkada 2012.
Suka atau tidak suka setuju atau tidak setuju Akok telah melakukan pendobrakan
atas hegemoni kekuasaan politik yang berbasis sentimen promodial kesukuan dan
keagamaan.
Suka atau tidak suka setuju atau tidak setuju Ahok telah menyibak tirai kabut
yang selama ini dianggapnya menutupi kebhinnekaan sinar pelangi
multikulturalisme demokratisasi politik.
Di luar masih terdengar acapella Ahok Ahok dan canda tawa.
Tapi kali ini tidak lagi mengganggu konsentrasi di depan komputer justru
menikmati anggap saja backsound.
Dunia anak adalah dunia keluguan polos apa adanya tidak ada tendensi dan tidak
punya pretensi.
Mereka tidak menggunjingkan bahwa Ahok Ahok yang mereka sebut-sebut itu adalah
Ahok yang China orang Kristen.
Karena buat mereka tidak substansif dan tidak kontekstual.
Ahok itu China orang Kristen?
Apakah pertanyaan ini juga menjadi isu sentral yang mengarah ke sentimen SARA
di masyarakat Bangka Belitung Timur yang mayoritas beragama Islam ketika pria
bernama Basuki Tjahaya Purnama ini mencalonkan diri dan berhasil memenangkan
pertarungan jadi bupati Bangka Belitung Timur?
Soal pilihan rakyat sudah cerdas dan dewasa tidak mau terjebak dan terprovokasi
serta tidak mau dimanipulir dan dipolitisir oleh kepentingaan kekuasaan politik
atas nama isu-isu maupun sekat-sekat sentimen politik primodialisme sempit.
Rakyat tidak lagi mempersoalkan suku atau agama seseorang.
Rakyat lebih membutuhkan pemimpin yang jujur tidak korup membawa harapan baru
pegang amanah mengabdi untuk mensejahterakan rakyat.
Itu tujuan rakyat memilih pemimpinnyasiapapun itu!
Ahok itu China orang Kristen?
Apakah pertanyaan ini juga masih relevan disandingkan dengan spirit nyanyian
multikulturalisme “135 Juta” yang didendangkan Rhoma Irama.
Itu saja yang bisa saya petik dan tulis tentang Ahok.
Sampai tulisan ini saya akhiri di luar masih terdengar backsound acapella
disertai tawa canda bocah sambil terus mengulang-ulang That’s the Way Ahok Ahok
I Like It... That’s the Way Ahok Ahok I Like It...Ahok Ahok!
*Alex Palit
penulis lirik lagupendiri Forum Apresiasi Musik Indonesia (Formasi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/