Bekas Masyumi, bekas pemberontak, dan bekas maling tidak mungkin bisa dipertimbangkan jadi pahlawan nasional karena akan menodai gelar itu sendiri yang memberi malu kepada anak cucu generasi turunan kita bangsa Indonesia.
> "Sunny" <ambon@...> wrote: > Pimpinan Muhammadiyah mengusulkan > pemberian gelar pahlawan nasional > untuk Ki Bagus Hadikusumo, Kasman > Singodimedjo, dan Abdoel Kahar > Moezakir. Biarpun bekas pahlawan, namun kalo kemudian terlibat pemberontakan pengkhianatan terhadap Pancasila, maka mungkin bisa dijadikan pahlawan Nasional ??? Itu akan menodai gelar pahlawan nasional itu sendiri. Bahkan Gus Dur yang pernah menjadi presiden RI ternyata gagal diangkat menjadi pahlawan nasional gara2 memerintahkan tukang pijetnya mencuri uang simpanan karyawan Bulog di Koperasi Bulog. Gus Dur adalah satu2nya presiden dalam sejaran RI yang dipecat tidak hormat gara2 kejadian ini. Beliau dipecat dari jabatannya sebagai presiden sebelum waktunya, dan gagal untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional. Jadi enggak mungkin dong pahlawan nasional itu maling, atau pahlawan nasional itu bekas pemberontak seperti ketiga usulan Muhammadiah itu. Jadi perlu anda ketahui, bahwa menjadi muslimin bukanlah pahlawan nasional. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
