> emmanuel Mehmet <emmanuelmehmet@...> wrote:
> muskitawati lupa bahwa yang dulu
> berjuang membebaskan RI adalah
Jadi Muslimin dan Santri2nya adalah pahlawan agama karena membantai bangsanya 
yang tidak seagama bukan artinya sebagai pahlawan bangsa.

Jadi Muslimin dan Santri2nya TIDAK BISA dianugerahi NKRI sebagai "pahlawan 
nasional" tapi harus dianugerahi sebagai "pahlawan Syariah Islam" atau sebagai 
"Syuhada Indonesia" yang gelarnya hanya bisa diberikan di Mekah sana oleh 
Caliphah Islam yang berkuasa.

> para santri dan pejuang rakyat
> yang hampir semua muslim. Dipikir
> kemerdekaan RI diberi UN dan USA,
> Belanda, Inggris dan portugis

Anda itu yang goblok, meskipun ada santri dan muslim yang ikut berjuang untuk 
kemerdekaan tapi bukanlah berarti mereka berhak dianugerahi sebagai "Pahlawan 
Nasional", bayangkanlah Suharto dan Gus Dur sekalipun gagal, ditolak dan tidak 
berhak mendapatkan gelar pahlawan nasional padahal mereka jelas2 sudah berjuang 
sebagai pejuang.

Bahkan Bung Karno saja yang begitu besar jasanya sebagai pejuang yang lebih 
besar jasanya daripada para santri dan muslimin manapun juga ternyata sampai 
sekarang belum bisa mendapatkan gelar sebagai "pahlawan nasional".  Lalu kenapa 
bekas pemberontak Masyumi harus kita angkat jadi pahlawan nasional ???

Kalo masalah UN, Amerika, Inggris dan Belanda memang adalah penentu berhasil 
tidaknya Indonesia Merdeka, jadi jangan beranggapan bahwa kemerdekaan Indonesia 
berasal dari perjuangan fisik, itu enggak benar bahkan sekarang pun Indonesia 
sudah makin jelas tidak merdeka dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa 
Suharto dan Sukarno cuma presiden boneka saja.

Kalo Malaysia masih lebih terhormat menjadi boneka satu negara saja yaitu 
Inggris.  Indonesia lebih terhina karena diboneka-kan oleh tiga negara yaitu 
Amerika, Inggris dan Belanda.

Jadi jangan sombong se-olah2 RI itu negara merdeka, tidak ada bukti bahwa RI 
itu berdaulat seperti kedaulatan Malaysia dan Myanmar.

Apakah RI lebih berdaulat dari Jepang ???  jelas enggak lah, padahal Jepang 
biarpun se-olah2 merdeka dan berdaulat tapi tidak lebih daripada boneka Amerika 
gara2 kalah perang.  Siapapun yang kalah perang tidak pernah bisa berdaulat.  
Lalu berapa kali RI ini kalah perang ???  Ganyang Malaysia gagal, menjajah 
Timor Timur gagal, negara ini di-obok2 negara2 tetangganya sendiri.

Jepang kalah perang, para jendralnya diberitakan harakiri padahal semuanya 
dibunuh Amerika tapi demi menghormati rakyat Jepang agar jangan dendam dan 
tersinggung, raja Hirohito tidak dibunuh dan jendralnya diberitakan mati 
harakiri demi harga diri.

Jadi bukan cuma Jepang yang diperlakukan dengan penuh penghargaan oleh Amerika, 
tapi juga RI ini.  Sukarno dihargai tapi tidak tahu diri, dibisiki jangan 
ganyang Malaysia dia salah ngerti dikiranya Amerika ketakutan, begitulah 
nasibnya terpaksa dijatuhkan dengan kehinaan.  Kalo Jepang berhara kiri, maka 
untuk RI oleh Amerika penghargaan itu diberikan kepada muslimin dengan 
membantai 10 juta orang2 PKI.

Jadi orang2 Jepang merasa bangga kepada jendral2nya yang dibunuh Amerika tapi 
diberitakan "Harakiri", tidak demikian dengan RI karena terbantainya 10 juta 
orang PKI bukan menjadi kebanggaan bangsa ini melainkan kebanggaan kaum 
muslimin RI dengan santri2nya yang semuanya merasa menjadi pahlawan agama.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke