Mahathir: Teror Bukan Cara Manusia Beradab

 Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad mengunjungi Indonesia.
Pertama, untuk menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Sebelas
Maret Solo, mengunjungi makam rekannya, mantan Presiden Soeharto. Dan hari
ini, ia membacakan orasi ilmiah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Mahathir yang memimpin Malaysia selama 22 tahun itu juga menyinggung aksi
teror yang terjadi belakangan ini. Ia menegaskan, tindakan dengan teror,
bom bunuh diri seperti yang dilakukan oleh terorisme bukanlah cara yang
tepat untuk menyelesaikan masalah.

Pernyataannya itu relevan, sebab, hanya beberapa hari sebelum kedatangannya
di Indonesia, terjadi insiden teror dan baku tembak di Solo, yang mengambil
empat nyawa, dua polisi dan dua terduga teroris.

"Jika mereka tidak puas hati maka ada cara lain yang dapat digunakan untuk
merubah keadaan,"kata dia di sela-sela orasi ilmiah di Kampus Terpadu UMY,
Selasa 4 September 2012

Dalam negara demokrasi, dia menambahkan, ada cara untuk mencapai tujuan
yaitu melalui pemilu. Namun, ia harus mendapatkan dukungan dari masyarakat
untuk merubah keadaan.

"Cara membunuh, menciderai orang bukan cara manusia. Manusia harus
menghindari cara-cara kekerasan yang tak memberikan hasil," tegasnya.

Ia menilai, cara teroris saat ini melakukan tindakan kekerasan, tapi tak
punya tujuan pasti. "Kekerasan yang mereka lakukan tak punya tujuan
tepat,"tandasnya

Mahathir menelaah, teror yang terjadi saat ini di dunia bermula dari
situasi di Timur Tengah. Di mana Amerika Serikat dan sekutunya menyerang
mereka yang beragama Islam dengan berbagai senjata canggih. Sebaliknya
 pihak lawan tak punya senjata sebanding.

"Lalu, mereka membalas dengan apa yang mereka punya. Sayangnya juga tidak
ada rancangan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri,"jelasnya. "Mereka
melakukan tindakan terorisme untuk balas dendam.'

Namun, yang paling disayangkan, kata Mahathir, orang tak berdosa ikut jadi
korban bom bunuh diri atau teror. "Ini tidak baik. Kalau memerangi musuh
maka yang ditaklukkan adalah musuhnya. Jangan sampai orang tak berdosa juga
menjadi korban," pungkasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke