http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/ri-tak-selalu-jadi-pilihan-utama-investasi-karena-kendala-infrastruktur/24736


RI Tak Selalu Jadi Pilihan Utama Investasi Karena Kendala Infrastruktur
Senin, 17 September 2012 | 18:38
 Pembangunan infrastruktur di Jakarta [JAKARTA] Kalangan Pengusaha yang 
tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan Indonesia 
Indonesia tidak selalu menjadi pilihan para investor asing untuk berinvestasi 
karena kendala infrastruktur. 

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) menjelaskan saat ini 
banyak para para investor yang mencari peluang dinegara-negara berkembang untuk 
berinvestasi guna memproduksi barang dengan cepat, mudah dan murah. 

Namun dia menilai kondisi infrastruktur yang belum baik dan merata 
didaerah-daerah kerap membuat para investor berpikir ulang menanamkan modalnya. 

“Ini yang menyebabkan Indonesia kalah dalam persaingan untuk menjadi basis 
investasi global terbesar,” ujar SBS di Rapat Koordinasi Nasional Kadin Bidang 
Perdagangan, Distribusi dan Logistik yang bertema “Peningkatan Daya Saing 
melalui Optimalisasi Potensi Perdagangan Indonesia dan Dunia” di hotel 
Aryaduta, Jakarta, (17/9). 

Menurutnya investasi yang masuk ke Indonesia masih berkisar pada eksploitasi 
sumber daya alam (SDA) untuk diekspor dalam bentuk komoditi dasar. Penduduk 
yang besar jumlahnya dinilai belum menghasilkan tenaga kerja dengan 
produktivitas tinggi. 

“Perpindahan barang dengan mudah, murah dan dalam jumlah besar belum dapat 
dicapai karena kendala infrastruktur yang belum memadai,” imbuhnya. 

Namun, katanya, Kadin mengapresiasi adanya rumusan solusi yang disusun dalam 
bentuk perencanaan jangka panjang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan 
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) periode 2011 – 2025. 

MP3EI diharapkan dapat membawa peningkatan daya saing dalam investasi maupun 
perdagangan di dalam negeri dan pada tataran regional dan global. 

“MP3EI membagi wilayah pembangunan sesuai dengan comperative advantages 
masing-masing serta melakukan transformasi sumber daya manusia menjadi tenaga 
pembangunan yang berproduktivitas tinggi,” jelas dia. 

Dia menambahkan melalui Kadin dunia usaha perlu bersikap lebih proaktif, baik 
dalam interaksi dengan pihak pemerintah maupun antarusaha-usaha sektoral dan 
dunia usaha di daerah. Sikap pro-aktif ini menurutnya diperlukan dalam rangka 
mendorong proses usaha dan investasi yang lebih integratif. [WHY/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke